Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 76


__ADS_3

Sudah beberapa minggu berlalu cafe A&A, semangkin ramai pengunjung.


Setelah pulang kuliah Aldi selalu datang ke cafe, mengecek pembukuan, dan tak segan segan membantu di saat cafe sedang ramai.


Sama dengan sang istri cantiknya itu, pulang sekolah langsung ke cafe.


Kini keadaan cafe sedang ramai dan ada beberapa yang memboking untuk meeting dan ulang tahun anak.


Jadilah Aldi dan Aisyah ikut membantu.


Termasuk teman teman Aldi dan Aisyah, mereka bekerja freline di sini, lumayan dari pada keluyuran ngak jelas sepulang kuliah apa sekolah, mending kerja dapat ilmu dan dapat uang.


"Capek ya sayang?" tanya Aldi pada sang istri tercinta, karena dari sepulang sekolah tadi sampai sore, mereka sibuk membantu di depan, karena cafe lumayan ramai.


"Sedikit , tapi kan senang cafe kita ramai?!" saut Aisyah, yang bersandar pada bahu sang suami.


"Ntar dulu abang ambil minum sama makan dulu, abang lupa klau kita juga belom makan, maaf ya sayang?!" penuh sesal, dia sampai lupa sang istri belum makan.


"Ngak pa apa abang, ini juga demi cafe kita kok! lagian Ais belom lapar tadi kan di sekolah sudah makan sama bekal yang abang siapin.


Ya Aldi selalu masak di rumah dia akan selalu membuatkan Aisyah bekal, dia ngak mau sang istri makan sembarangan, Aisyah bukannya kesel selalu di posesif in sang suami, malah sangat senang, menurutnya, Aldi sangat menyayangi nya.


Walaupun sekarang di rumah ada asisten rumah tangga yang membantu pekerjaan rumah, berhubung Aldi dan Aisyah pulang ke rumah sudah sore kadang malam hari, jadi

__ADS_1


Bi Wati mencari orang buat bantu bantu di rumah Aisyah, dia datang di pagi hari, pulang saat kerjaan rumah sudah selesai.


Aldi dan Aisyah tak membantah, mereka memang memerlukan itu, apa lagi Aldi tidak suka melihat Aisyah, melakukan pekerjaan rumah.


Akan tetapi, mereka tidak menyuruh asisten rumah tangganya memasak, karena mereka lebih suka masak sendiri, masakan Aisyah juga enak, tapi Aldi lebih suka dia yang memasak, istrinya cukup menemani dia, di mana pun berada, cukup ada sang istri di sampingnya, yang lain tidak penting bagi Aldi.


"Adek mau makan apa sayang?" tanya Aldi sambil membelai kepala Aisyah.


"Mau Ayam geprek aja sama jus mangga, saut Aisyah manja.


"Tunggu ya!?, abang pesan dulu!" sambil sedikit m******t bibir manis Aisyah.


Setelah memesan makanan Aldi mengangkat Aisyah, ke atas pangkuannya, dia mengendusi aroma tubuh sang istri, tangannya sudah sibuk kemana mana, setelah terdengar ketukan di pintu, Aldi berhenti dan merapikan pakaian sang istri, dan menurunkannya ke atas sofa, Aldi membuka pintu.


"Ini bang, pesanannya?!" kata si pelayan.


Ok bang!?"


Karyawan Aldi memang semuanya memanggil Aldi abang, Aldi yang meminta, agak gimana gitu di panggil bapak.


Aldi dan Aisyah juga sangat baik kepada para pekerjanya, jadi semua pekerja senang bekerja di sini.


Tak pernah mereka mendapatkan bentakan dari Aldi walau mereka melakukan kesalahan, paling di tegur baik baik.

__ADS_1


Di luar sedang ramai pengunjung, ada beberapa orang yang akan meeting di cafe ini, termasuk Angga, kaka kandung Aldi.


Dia belom tau, kalau cafe ini, milik adiknya.


Setelah selesai makan, Aldi dan Aisyah keluar dan membantu para karyawan untuk melayani pelanggan.


Mereka tak segan segan juga ikut membersihkan meja, seperti saat ini.


Di sudut ruangan ada mata yang mengintai Aldi dan tersenyum sinis.


"Rupanya di sini kau bocah sialan!!" gumam Angga.


Bersambung....


Mari kita lihat apa yang di lakukan oleh kakak laknat Aldi itu.


Jangan lupa like komen dan Vote ya...


Biar aku tetap semangat.


Oh... iya untuk menunggu Outhor selesai revisi kalian bisa baca novel Outhor yang berjudul.


* AIRA SI GADIS DINGIN

__ADS_1


*NIKAH RAHASIA


"Terimakasih..."


__ADS_2