
Reflek saja kepala Pak Burhan dan Bu Isni menoleh ke arah tunjuk Pak Bayu, melihat Aldi yang ada di sana, malah ke dua orang tua itu tersenyum lebar.
"Ohh....!!!? klau dia sih terserah saja, mau di jadikan babu apa budak terserah saja, bukan urusan kami!!" pongah Bu Isni.
Reflek tangan Aisyah memegang tanga Aldi, yang berada di sampingnya itu, Aldi langsung melihat Aisyah sambil tersenyum.
"Abang ngak pa apa".lewat sorot matanya yang di balas senyum getir oleh Aisyah.
Begitu tak di inginkan nya kah Aldi oleh mereka, Aisyah berjanji di dalam hatinya.
"Ais dan keluarga Ais, akan memberikan kasih sayang yang belum abang dapatkan selama ini", gumamnya dalam hati, sambil menggenggam erat tangan Aldi dia kembali teringat akan kata kata orang tuanya, saat dia belum sadar beberapa hari yang lalu.
Orang orang yang ada di dalam sana benar benar ingin memaki Orang tua kejam yang ada di depan mereka saat ini, tak adakah sedikit saja rasa sayang di dalam hatinya, untuk darah dagingnya itu, yang mereka lihat hanya sorot mata benci dan tak ingin berada di dekat Aldi.
"Dasar manusia gila" gumam Bima melihat kelakuan dua manusia itu.
__ADS_1
"Jadi gimana? kapan akan di langsungkan pernikahan itu, mana penghulunya?" tanya Bu Isni tak sabaran.
"Tenang dulu, kenapa ibu ingin cepat cepat di adakan pernikahan mereka? tanya Pak Diman.
"Sedangkan tadi kalian sendiri yang tak ingin anak kalian di nikahankan sama Aisyah" lanjut Pak Diman.
"Tentu saja saya ingin cepat menikahkan mereka! karena saya ingin cepat cepat ke kantor polisi membebaskan anak saya, saya tak mau karirnya hancur gara gara hal seperti ini!!" ucap Bu Isni tanpa beban, dasar manusia tak punya hati.
"Bukanya Aldi juga anak ibu?" tanya Pak Farhan, yang mulutnya sudah gatal dari tadi.
Aldi hanya bisa menahan sesak di dadanya, walau ucapan itu sering di lontarkan kepadanya dari dulu, tetap saja ucapan barusan tetap meninggalkan nyeri di hatinya.
Aisyah yang sadar akan perubahan Aldi, kembali memegang tangan Aldi, memberikan ketenangan kepada Aldi sedikit banyak perlakuan Aisyah membuat hati Aldi menghangat.
Orang orang yang ada di sana hanya bisa menarik nafas kesal dan menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan isi kepala manusia di depan mereka ini.
__ADS_1
"Baiklah karena kalian sudah setuju dengan pernikahan Aisyah dan Aldi akan tetapi masih ada syarat yang akan anda setujui!" ucap Pak Bayu.
"Syarat apa lagi yang ingin ada minta?" ucap Pak Burhan dengan rasa penasarannya.
"Pertama pernikahan Aldi dan Aisyah yang kedua kalian tidak boleh mengganggu Aldi lagi. Klau masih mengganggu Aldi lagi maka kami tidak segan segan memenjarakan kalian lagi, akan menuntut kalian dan kembali membuka kasus ini lagi, biar kalian membusuk di penjara!" lanjut Pak Bayu.
"Oh... itu tidak jadi masalah untuk kami. Lagian apa untungnya kami buat masalah sama anak sialan itu!!" sarkas Bu Isni.
"Baiklah klau ibu sudah setuju?!" kata Pak Bayu menjeda ucapannya.
"Ya sudah ayok nikahkan sekarang! biar kami bisa cepat pergi dari sini, saya tidak suka bau obat obatan!!" sombong Bu Isni
"Syaratnya belom selesai bu, masih ada lagi ini, jangan terburu buru, saut Bima sambil tersenyum miring.
Bersambung...
__ADS_1