Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 106


__ADS_3

"Kok, ada makanan Dek...?" tanya Aldi, saat sampai di meja makan.


"Paling tadi Bibi ke sini anter makanan, saat kita tidur" jawab Aisyah tangannya sibuk membuat tes manis.


Mereka makan dalam diam menikmati makanan yang sudah terhidang di meja makan itu dengan nikmat, dan kebetulan makanan tersebut, makanan ke sukaan Aldi dan Aisyah.


Aldi sungguh bersyukur menikah dengan Aisyah di sini dapat limpahan kasih sayang, sama seperti di rumah Ibu angkatnya.


"Dek... duduk sini" ajak Aldi saat mereka selesai makan. Aldi dan Aisyah sengaja nonton di ruang keluarga.


"Ngak mau... nanti abang mesum lagi" tolak Aisyah.


"Nolak suami dosa loh..." Aldi.


"Dih... sudah bisa ngancam sekarang, pake bawa bawa dosa, biar Ais ngikutin abang" sungut Aisyah. Namun tetap mendekat ke arah suaminya itu


Aldi terkekeh dengan ucapan sang istri.


"Iya dong... biar istri abang nurut terus sama abang" kekeh Aldi.


Aisyah hanya mencibir, tapi tetap saja menyederkan kepalanya sama suaminya itu.


Lama menonton akhirnya mata mereka menyerah juga.


****

__ADS_1


Seperti biasa setiap shubuh Aldi pasti akan ke mesjid untuk melaksanakan sholat shubuh.


Aisyah selalu mengantar suaminya ke pintu dan kembali masuk setelah suaminya melewati pagar dan dia juga ikut melaksanakan sholat shubuh sendiri di kamar.


"Waahhh... yang pulang liburan, semalam di cariin malah tidur pules" goda Pak Bayu.


"Hehehe... Maaf paman, kecapean di jalan kena hujan sama macet" sauh Aldi.


"Lagian pake segala naik motor, klau naik mobil kan ngak akan kena hujan kalian" oceh paman Farhan.


"Aisyah pengen naik motor katanya paman.." jawab Aldi terkekeh.


"Anak itu... selalu aja ke pengenannya di turuti" kekeh Paman Bayu.


"Kamu laki laki baik, dan bertanggung jawab, kami bersyukur klau kamu yang jadi suami Aisyah" ucap Paman Bayu menepuk bahu Aldi.


"Aku yang bersyukur dapat hidup bersama Aisyah Paman, di terima dengan tangan terbuka oleh keluarga Aisyah, tanpa memandang siapa aku dan bagai mana keadaanku, dan kalian sekeluarga besar juga memberikan kasih sayang yang sama seperti kalian memberikan kasih sayang kepada Aisyah" ucap Aldi penuh haru.


"Kamu juga anak kami nak, kamu baik, kamu sopan, kamu sholeh, kamu tidak pernah berubah menjadi sombong setelah hidup kamu jauh lebih baik dari hidupmu yang dulu. kamu selalu rendah hati, itu makanya semua orang menyayangi mu nak" ucap Pak Farhan, tersenyum bangga melihat Aldi.


"Paman bisa aja, aku tidak sebaik itu" ucap Aldi tidak enak hati.


Asik bercerita tak di sadari mereka sampai juga di Mesjid, dan melaksanakan Sholat Shubuh berjamaah, dan mengikuti tausyiah beberapa menit.


"Di nanti ngak usah masak, paling bibi kalian sudah masak, kalian ke rumah saja sarapan pagi, kami sudah rindu makan bareng kalian" ucap Paman Bayu.

__ADS_1


"Baik Paman... nanti kami ke rumah Paman" ucap Aldi tersenyum senang.


Ini yang selalu di rindu dan tidak pernah Aldi dapat dari keluarganya, namun dia dapat dari keluarga sang istri dan juga dari keluarga angakatnya.


"Hari ini mau kemana Di... apa mau lansung ke Cafe atau ke kampus?" tanya Pak Farhan.


"Ke kampus duku Paman, habis itu lansung ke Cafe, sudah seminggu Cafe di tinggal mau ngecek dulu" ucap Aldi.


Dan di anggukin oleh Pak Farhan.


"Aisyah ikut ke Cafe...?" tanya Pak Bayu.


"Kayaknya aku larang dulu Paman, kasihan masih capek dia" ucap Aldi.


Pak Payu mengangguk dan tersenyum.


Itu yang mereka suka dari Aldi, selalu peka dengan ke adaan sang istri, belum pernah mereka mendengar Aldi meninggikan suaranya kepada ponakannya itu, dan Aldi selalu mengikuti kemauan sang istri apa bila itu masih wajar, dan juga ada saat Aldi akan menolak permintaan sang istri dengan cara memberi contoh tampa menyakiti hati Aisyah.


"Ya sudah... nanti jangan lupa sarapan di rumah, noh... kedua kanjeng Ratu kalian dari kemaren uring uringan ngak ngeliat kalian, di susul ke rumah sudah pada tidur" kekeh Pak Farhan.


"Iya paman..." ucap Aldi terkekeh.


Mereka berpisah di jalan itu, Aldi yang masih sedikit jauh menuju rumahnya, dan pak Bayu dan Pak Farhan yang sudah masuk ke rumah mereka masing masing.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2