Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 23


__ADS_3

Sebenarnya dibalik tingkah konyol Pak Diman dan istrinya adalah? untuk mengalihkan kesedihan anak angkatnya, walau Aldi menyembunyikan kesedihannya di balik senyum manisnya, akan tetapi tatapan matanya tak bisa membohongi ke dua Orang tua angkatnya.


Oleh sebab itulah, Pak Diman dan Bu Sri, ingin menghilangkan kesedihan dan Trauma anak angkatnya secara perlahan.


Mereka memberikan kasih sayang yang tulus, kepada Aldi, agar Aldi tak merasa kesepian lagi, walaupun Aldi masih saja bersifat sedikit kaku kepada Mereka, tapi itu tak masalah, sedikit banyak, Aldi sudah mulai nyaman bersama mereka.


Mereka juga ingin memberikan kasih sayang, yang di impikan kan oleh Aldi yang tak pernah anak malang itu rasakan dari Orang tua kandungnya.


Setelah melaksanakan Sholat magrib, seperti biasa Pak Diman, akan menemani istri tercintanya nonton Drama di Canel Ikan terbang, Aldi mulai terbiasa berkumpul dengan mereka, ikut nonton dan bersenda gurau bersama.


Tak jarang Aldi merasa seperti mimpi, mendapatkan kasih sayang serta perhatian yang di berikan oleh Pak Diman dan istri kepadanya, seumur hidup Aldi tinggal dengan keluarganya, tak pernah sekalipun ikut nonton bareng atau sekedar duduk santai bersama keluarganya itu, Keluarga Aldi melihat Aldi seperti melihat Binatang yang menjijikan, yang harus di jauhi, miris bukan...


Sekarang dia di perlakukan Istimewa oleh Orang asing yang tak punya pertalian darah dengannya.


Andai boleh memilih untuk di lahirkan dengan siapa, tentu saja Aldi berharap bisa di lahirkan dari keluarga angkatnya ini.


****


Saking asik mereka nonton dan bercanda, tak terasa hari sudah larut malam, Pak Diman menyuruh Aldi untuk istirahat.


Aldi masuk kekamar, langsung merebahkan tubuhnya, di kasur empuk itu, yang sudah beberapa hari ini memanjakan tubuh ringkihnya itu, perlahan tapi pasti mata sayu Aldi menutup dengan sempurna mengarungi alam mimpi.

__ADS_1


Tok...


Tok..


"Di!..., bangun nak, Sholat Shubuh dulu nak, nanti klau ngatuk bisa tidur lagi sayang?!"


terdengar ketokan pintu dan suara Bu Sri, di balik pintu kamar Aldi.


Aldi tersentak langsung bangun, " ya Bu!?" saut Aldi dari dalam kamar, dia buru buru membuka pintu kamarnya, "maaf bu aku kesingan?!" dengan mata yang belum sempurna terbuka.


Bu Sri terkekeh melihat tampang Aldi yang masih berantakan, muka bantal, rambut berdiri kayak duri landak, berdiri semua, baju acak acakan.


"Sudah sana mandi langsung Sholat!?"


"Sholatnya di rumah aja, Bapak udah ke Musholah dari tadi, abis Sholat klau mau tidur, tidur lagi aja, hari ini ngak buka toko juga!", kata Bu Sri, panjang lebar.


"Ya bu, aku mandi dulu ya!?" ucap Aldi.


Bu Sri berlalu pergi dari kamar Aldi, dia langsung menuju dapur, mau bikin sarapan Orang orang terkasihnya.


Aldi yang habis Sholat berguman, " buset dah selama tinggal di sini kok gue tidur kayak kebo amat ya, apa mungkin karna di kasih kasur empuk kali ya, jadi nyenyak tidur gue"

__ADS_1


dia terkekeh sendiri.


Setelah merapikan kamar tidurnya Aldi keluar dari kamar.


"Wahhh... bontot Bapak baru bangun sini duduk!" panggil Pak Diman yang duduk santai sambil minum kopi.


"Iibu kemana Pak?" sambil menghempaskan bokongnya ke sofa empuk itu, matanya berkeliling mencari keberadaan Bu Sri.


"biasa Ibu mah, lagi Shoping" saut Pak Diman terkekeh,


.


"Shoping?. Mall mana yang buka pagi buta gini Pak?" tanya Aldi dengan alis yang saling bertaut.


"Ngak jauh kok" jawab Pak Diman.


"Masa sih ada mall buka jam segini?" tanya Aldi masih dengan tampang bodohnya.


pak Diman yang melihat tampang anak angkatnya itu, mangkin terkekeh.


"Noh.. di seberang jalan, Shoping sayur di Abang abang tukang sayur!", jawab Pak Diman, sambil tergelak.

__ADS_1


Aldi yang merasa di kerjai sang Ayah angkat, lansung mendelik tak suka, bisa bisanya dia di kerjai pagi pagi sama ayah angkatnya itu.


Bersambung...


__ADS_2