
Hari ini Aldi akan mengajak Aisyah untuk memeriksakan kandungannya, namun belum ke dokter, Aisyah dan Aldi berangkat kuliah dulu.
"Hari ini jadi mau periksa kandungan Aisyah Di...?" tanya Pak Bayu di sela sela makan mereka, hari ini mereka sarapan di rumah Aldi.
"Jadi paman, cuma siang nanti, pulang kuliah, soalnya kami ada kuis?!" jawab Aldi, sambil memperhatikan sang istri yang sedang makan.
"Oohhh ya sudah, hati hati, dan kabarin hasilnya?!" jawab Pak Bayu di sela sela suapannya.
"Yahhh.... dari kampus ya, padahal kami pengen ikut!" rajuk ke dua bibi Aisyah itu.
Pak Diman dan Pak Farhan terkekeh melihat wajah merajuk istri istri mereka.
"Ya sudah nanti bibi lansung ke rumah sakit Ibu dan Anak saja, tunggu kami di sana" jawab Aldi yang tidak tega melihat wajah di tekuk ke dua bibi Aisyah itu, yang sudah seperti orang tua buat Aldi.
"Aaahhh.... baik lah baik lah, kami akan menunggu kaluan di rumah sakit, biar nanti kami yang daftari, jadi Aisyah ngak lama menunggu antrian, semangat bi Wati.
__ADS_1
Dan di anggukin oleh Aldi, Aisyah tersenyum, senang melihat semangat ke dua bibinya, seketika Aisyah ingat bundanya, ada rasa sesak di dadanya, seandainya bunda dan ayahnya masih ada, pasti mereka juga lebih antusias melihat perkembangan cucu mereka, namun Aisyah secepat mungkin merubah mimik sedihnya, tidak ingin keluarganya ikutan sedih.
"Adek mau tambah ngak sayang?!" tanya Aldi lembut sambil membelai kepala Aisyah penuh kasih, Aldi tau pasti Aisyah ingat dengn ke dua orang tuanya.
Tadi saat Aisyah menunduk, melihat raut wajah senang sang bibi, dengan tidak sengaja Aldi melihat wajah sendu sang istri, dan cepat cepat Aisyah merubah mimik wajahnya kembali ceria seperti semula, Aldi yang terlalu peka terhadap sang istri lansung memberikan ketenangan.
"Ngak Ais sudah kenyang" sahut Aiayah dengan senyum manisnya.
"Ya susah, abang ambil bekal adek dulu ya?!" ucap Aldi tersenyum lembut kepada sang istri, Aisyah mengangguk saja.
Perlakuan Aldi itu di perhatikan oleh seluruh keluarganya, mereka sangat senang Aldi menyayangi Aisyah dengan tulus, tidak pernah berlaku kasar sekali pun kepada keponakan mereka, walau kadang Aisyah ngeyel, Aldi akan tetap sabar, dan membujuk Aisyah dengan sabar, tanpa ada kata kata kasar yang keluar dari mulut Aldi.
"Ais, pengen nasi padang, tapi pengen makan di tempat" ujar Aisyah.
"Iya nanti kita makan di Restoran padang, pulang dari rumah sakit ya?!" ucap Aldi yang tiba tiba sudah ada di samping Aisyah, membawa kotak bekal sang istri.
__ADS_1
"Ok... sama bibi tapi ya" ucap Aisyah berbinar.
"Iya sama bibi juga, masa Ais doang" kekeh Aldi membelai kepala Aisyah.
Keluarganya hanya tersenyum melihat interaksi sepasang suami istri itu.
"Yuk... berangkat nanti telat" ajak Aldi.
Aisyah menurut saja, dan minta izin kepada seluruh anggota keluarganya yang ada di sana, tidak lupa cium pangan, baru lah mereka berangkat.
"Hati hati bawa mobil ya Di...?!" ujar Pak Farhan kepada Aldi, sambil menepuk pundak Aldi pelan.
Di antara keluarga mereka, memang Pak Farhan lebih kelihatan menyayangi Aldi, karena dia selalu memantau apa pun yang di lakukan oleh Aldi, dan termasuk dia juga memantau abang Aldi, yang suka membuat onar di Cafe.
Bahkan pak Farhan, tidak segan segan menyewa orang untuk menjaga Aldi dan Aisyah, karena pak Farhan masih melihat gelagat tidak baik dari Abangnya Aldi.
__ADS_1
Dia tidak mau terjadi apa apa kepada kedua keponakannya itu, apa lagi Aisyah sedang hamil.
Bersambung....