
"Pak kerumah Aisyah yuk! Ibu udah kangen sama anak anak, hari ini kan katanya Aisyah kontrol, pengen tau hasilnya!" ucap Bu Sri.
"Yuk.... Bu!. Bapak juga penasaran, mudah mudahan sudah lebih baik ya!? kasian dia, ruang geraknya susah, mana mau ujian, malah banyak libur.
Akhirnya sore itu, Pak Diman dan Bu Sri pergi ke rumah Aisyah, tidak lupa membawa buah tangan, apa lagi Bu Sri tau Aldi sangat menyukai anggur hijau dan kelengkeng dan membawa coklat dan es crem beberapa varian rasa, karena menantu cantiknya menyukai itu.
Di rumah Aldi, setelah bangun tidur tadi, lansung mandi membantu sang istri mandi, setelahnya, mengajak sang istri ke dapur, karena dia ingin masak buat makan malam.
"Ais mau makan apa sayang?" tanya Aldi.
"Mau udang asam manis sama sayur kangkung aja deh bang?!" ucap Aisyah.
Dan di anggukin oleh Aldi dia langsung membuka kulkas mencari bahan bahan yang mau dia masak.
Kurang lebih satu jam Aldi selesai masak, aroma masakan Aldi sampai tercium keluar rumah, sungguh itu menggugah selera orang yang ada di luar rumah.
"Perut Bapak kok tiba tiba lapar ya Bu!?" ucap Pak Diman, mencium masakan Aldi.
Bu Sri cuma menatap malas sama sang suami, karena dia tau anak bontotnya habis masak, karena Bu Sri sangat hafal aroma masakan anaknya itu, apa lagi suaminya itu klau udah anaknya yang masak, pasti akan kalap, bisa menghabiskan semua makanan tanpa ingat orang lain.
"Awas jangan macam macam ya Pak!" peringat Bu Sri.
"Ncek.... Gimana mau nahan orang cacing pada demo, klau ngak di isi takut lambung bapak di ancurin sama cacingnya Bu!?" Pak Diman mencari alasan, supaya di izinin makan masakan sang anak bungsunya itu.
"Makanya minum obat cacing! biar mati tuh cacing!!" sambil berlalu dari Pak Diman.
"Dasar istri durjana" ucap Pak Diman misu misu di belakang Bu Sri.
__ADS_1
Orang yang di belakang mereka terkekeh mendengar perdebatan dua orang paruh baya itu.
Orang yang di belakangnya tak lain adalah?
Pak Bayu, tadi tidak sengaja melihat mobil besanya masuk kedalam pekarangan rumah pasangan baru itu, jadi lah dia mengikuti kesini.
Tok...
Tok...
Tok...
"Assalamualaikum...."
Tidak selang lama terdengar langkah kaki dari dalam membuka kunci pintu.
"Eh.... Bapak, Ibu!?" Aldi langsung membuka pintu lebar lebar mempersilah kan orang orang masuk.
"Paman!?" ucap Aldi.
Mendengar Aldi menyebut Paman, reflek Pak Diman, melihat kebelakang.
"Lah kapan kamu datang san? kok aku baru lihat?" tanya Pak Diman.
"Lumayan lama pas dengar ada yang tiba tiba lapar!" jawab Pak Bayu meledek.
"Jangan kencang kencang ngomongnya, nanti klau anak itu dengar, lauknya bisa di umpetin, aku ngak bisa cari alasan mau ke dapur, klau makanannya ngak ada di meja makan!"
__ADS_1
Aldi langsung mendelik tak suka sama sang Bapak, suka banget bikin dia naik darah.
"Oh... Bapak lapar?" tanya Aldi.
"Iya tau aja lu tong! ngertiin banget dah sama Bapaknya, ada nasi sama laukan?!" tanya Pak Diman senang.
"Bapak sudah lapar, Ibu mu tadi ngak masak, jadi Bapak lapar!?" Bohong pak Diman.
Bu Sri langsung melotot tidak percaya sama ucapan suami sablengnya itu, dia yang di tumbalin demi misi mau makan masakan sang anak.
Aldi mendengus kesel, dengan ucapan sang bapak, dari sejak kapan ibunya tidak pernah masak, saban hari selalu masak.
"Aldi juga lagi ngak masak Pak!" jawab Aldi.
"Kalau Bapak mau makan beli di Warteg depan aja!?" usil Aldi.
Pak Diman mendengus kesel, ngak masak apaan jelas jelas hidungnya masih mencium aroma masakan di dalam rumah ini.
"Pelit amat sih kamu! tamu tuh di jamu dengan baik, kamu masak tapi bilangnya ngak masak, dasar anak durhaka ini mah, pelit sama orang orang tua, nanti kuburan sempit!" cerocos Pak Diman.
"Lah Bapak juga bohong! sejak kapan Ibu ngak masak hmmm... " Menaik turunkan alisnya, Pak Bayu, Bu Sri dan Aisyah hanya terkekeh, melihat anak dan bapak itu berdebat.
Klau sudah ketemu ada aja yang jadi perdebatan di antara mereka.
Bapak boleh makan ya?! lapar nih" ucap Pak Diman melas.
"Iya iya... kita makan, itu menantu Bapak sudah ada di meja makan" oceh Aldi menuju ruang makan dan di ikuti oleh yang lain.
__ADS_1
Bersambung....