
Angga sampai di rumah sudah sore, kebetulan keluarganya sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Bu, tau ngak, tadi aku tuh meeting di Cafe A&A yang lagi viral itu.
Semuanya hanya mendengarkan Angga bercerita.
"Trus kenapa dengan cafe itu?" tanya sang Ibu.
"Aku ketemu anak sialan itu di sana! aku pikir setelah di usir dari sini, hidupnya akan berubah, eh tau taunya tetap aja jadi pelayan?!" cerocos Angga.
Citra diam diam menyimak setiap ucapan abang nya itu, begitu pun dengan Bian walau terlihat acuh, tapi jangan salah kupinganya tetap mendengarm
"Tapi aku kok curiga ya Bu, dia kan karyawan rendahan, tapi pakaiannya itu serba mahal, dan kulitnya juga bersih sekarang!" ucap Angga.
"Dengan penampilannya yang lumayan keren dengan gaji seorang pelayan, mana cukup dia bergaya kayak gitu, klau ngak korupsi, atau ngak nyuri!" cerocos Angga?
Bian yang sudah tau, klau Cafe A&A itu adalah milik kelurga istri sang adik dan nama Cafe tersebut juga adalah singkatan dari nama sang adik dan sang istri, sedikit geram dengan tuduhan sang abang.
__ADS_1
"Ngak usah suudzon aja deh lu bang!"
kesal Bian, "Cukup lu bikin masalah, jangan sampai bikin gara gara lagi, yang berimbas dengan diri loe sendiri!" ucap Bian?
"Ya gimana ngak kesal gue sama anak sialan itu!? gara gara dia, gue ngak jadi ganti mobil baru, jadi deh gue di ledek sama teman teman gue!" sungut Angga yang masih tak terima.
"Lha itukan salah loe sendiri!? nabrak anak orang, kenapa jadi nyalahin Orang lain,
makanya klau apa apa itu mikir dulu, jangan grasak grusuk ngak jelas loe, apes sendiri, tapi nyalahin orang!!" sungut Bian.
"Kamu jangan cari gara gara sama Aldi lagi Ngga,klau kamu masih ngelakuin kesalahan lagi, Bapak angkat tangan, ngak akan mau ngurusin kamu lagi!" ucap Pak Burhan.
"Ibu juga ngak mau, di bawa bawa ya Ngga urus aja sama kamu!?, Ibu juga udah males, cukup kemaren aja kita di omongin Orang jangan sampai terulang lagi?!" ucap sang Ibu.
Setelah itu, kedua paruh baya itu, masuk kedalam kamar, untuk beristirahat.
Di luar Angga masih aja mengoceh tidak jelas.
__ADS_1
Citra juga ikut masuk kedalam kamarnya, yang tadinya dia lagi menikmati nonton drama kesukaannya, jadi sudah tidak mood lagi untuk menonton.
"Jadi sekarang Aldi kerja di cafe A&A itu?
pokoknya nanti aku harus bisa menemui Aldi!gue harus minta maaf sama Aldi, di maafin atau tidak, yang penting gue harus minta maaf sama adek gue" gumam Citra sambil menerawang.
Tidak jauh beda dengan Bian, dia mengambil foto terbaru Aldi, yang sedang melayani pelanggan di cafe tersebut, adiknya itu sekarang memang jauh berbeda, dari segi pakaian dan tubuhnya yang berisi, kulit yang bersih, terlihat jelas kalau adiknya itu sudah bahagia dengan keluarga barunya.
"Semoga kamu sukses terus ya dek, abang akan mengawasimu dari jauh. Hiduplah bahagia di sana, lupakan kesakitan yang pernah kami berikan di rumah ini, abang menyayangimu, cukup abang dan tuhan yang tau, seberapa sayang abang padamu dek!?" gumam Bian dengan Air mata meleleh di pipinya.
Di ruang tengah Angga masih saja menggerutu, tidak terima semua orang menyalahkan nya, dia merasa itu bukan salahnya, itu kesalahan dari Aldi.
Dan juga kesal sama Orang tuanya, kenapa Orang tuanya mau mau aja di suruh menandatangani perjanjian sialan itu, kan menyusahkan dia, ngak bisa mencelakai Aldi sesuka hati.
Karena merasa di abaikan Orang-orang di rumahnya, dia juga ikut masuk kedalam kamar sambil mengomel tak jelas.
"Pokoknya gue harus bisa buat celakaian loe anak sialan, uang gue habis gara gara loe, dan gara gara loe juga gue ngak jadi ganti mobil, benar benar anak pembawa sial loe!" gerutu Angga.
__ADS_1
Bersambung..