
Setelah puas mengelilingi Mall dan membeli beberapa pakaian, sepatu dan skin care, kini Aisyah sudah berada di Cafe di antar oleh Ines.
"Abang..." panggil Aisyah membuat Aldi yang lagi serius bekerja terlonjak kaget.
"Ya ampun, sayang.... klau masuk ketok pintu bukan teriak teriak, mau bikin suami kamu jantungan dan mati muda?" omel Aldi gemes melihat istrinya itu.
"Enak aja... suruh Ais jadi janda muda!" cemberut Aisyah.
"Habis kamu suka banget ngagetin abang?!" ucap Aldi sambil mengendus curuk leher sang istri.
"Wangi banget sih..." tangan Aldi makin sibuk menjelajahi tubuh sang istri membuat Aisyah menggelinjang dan ******** membuat ****** Aldi bangkit dan lansung menggendong sang istri ke kamar pribadi mereka.
Aldi semakin gencar begerilya di atas tubuh sang istri dan melempar segala yang melekat di tubuh sang istri.
"Ini kenapa jadi wangi banget" tanya Aldi dengan suara serak memegang apem Aisyah.
Aisyah hanya tersenyum malu.
"Adek perawatan ini juga?" tanya Aldi lagi.
Aisyah mengangguk malu malau.
__ADS_1
Aldi tersenyum senang.
"Abang suka" jawab Aldi dan lansung melahap kue apem itu, yang membuat Aisyah seperti cacing kepanasan dan mendesis seperti ular.
Membuat ****** Aldi memuncak dan lansung mengungkung tubuh Aisyah di bawah kendalinya.
Mereka tidak menyadari di luar sana, ada orang yang masuk dan mendengar nyanyian merdu dari kedua insan tersebut, dia langsung mengumpat kesal bosnya itu.
"Sialan... selalu saja begini, ngak sedang nganu, klau ngak sedang kising gue temuin, emang ngak tau tempat ini orang, boss ngak ada akhlak mentang mentang udah sah, dimana pun jadi, ngak kasihan apa sama anak buah yang masih jomblo, mak.... anak mu pengen kawin... tapi belum ada modal buat ngajak anak orang ke pelaminan!" oceh Doni dia lansung keluar dengan mulut komat komit.
"Kenapa loe...?" kekeh Aris, dia sudah tau pasti Doni nemuin hal hal tabu di dalam sana.
" Ncek... ngak usah pura pura ngak tau!" omel Doni.
"Makanya gue nyuruh loe yang ke dalam, gue tadi sudah lihat ibu boss datang makanya gue ngak mau ke ruangan mereka" kekeh Aris.
"Kamvret loe... loe ngak mau denger yang aneh aneh, tapi... loe nyuruh gue yang ke dalam, teman sialan loe!!" kesal Doni menimpuk Aris dengan kain lap yang dia bawa.
"Hai... hai... ada apa ini? kenapa kalian malah berantem, bukannya kerja?" tanya Andra.
"Biasa... Doni habis dari ruangan boss, lalu dia mendengar suara laknat dari dalam sana" kekeh Aris tak berperasaan.
__ADS_1
"Hahaha... apes mulu loe bro.... ada yang tegang tapi bukan listrik" kekeh Andra berlalu pergi, Doni hanya mendengus kesal medengarnya. bukannya kasihan temannya itu, malah ikut membuly.
Sedang kan orang yang mereka bicarakan sedang bermandikan keringat, mereguk manisnya madu cinta mereka.
"Abang suka ini sayang, ini nikmat banget?!" ucap Aldi dan menumpahkan mayonesnya di dalam sana, dan terkapar di sebelah Aisyah.
Aisyah jangan di sudah masuk ke dalam dunia mimpi.
Aldi membelai kepala Aisyah dengan sayang.
"Terimakasih... sayang?!"
Cup...
Kecup Aldi di jidat Aisyah, setalah itu Aldi bangkit ke kamar mandi untuk membersihkan sisa sisa percintaan mereka, sebelumnya dia sudah menyelimuti tubuh polos Aisyah.
Selesai membersihkan badannya, Aldi keluar membawa baskom dan waslap untuk membersihkan tubuh sang istri.
Selesai melakukan ritualnya Aldi meninggalkan sang istri yang sedang tidur siang, karena kelelahan akibat olah raga siang mereka.
Dan Aldi kembali menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi dengan semangat empat lima, karena sudah mendapatkan vitamin cinta dari sang istri, dia kembali bekerja dengan fokus.
__ADS_1
Bersambung....