Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 138


__ADS_3

"Agghhh.... sial sial... kenapa bisa ketahuan sih Pa...!' kesal Angga yang memang klau tidak ada Bu Isni dan adik adiknya Angga akan memanggil Pak Burhan Papa.


"Ya mana Papa tau...!" dia tidak kalah kesalnya, dia kira permainan sudah aman ternyata dia salah, mana anak yang di kira cuek dan tidak perduli, malah mempunyai semua bukti bukti perselingkuhannya, bahkan anaknya itu juga tau klau dia membagi gajinya kepada Dewi, mamanya Angga.


"Trus kita gimana nih pa, pasti mama ngamuk kita datang ngak bawa apa apa, tau sendiri kan Mama maunya uang uang mulu, mana kita pulang jalan kaki lagi!" keluh Angga yang frustasi dengan ke adaan nya sekarang, mau pulang ke rumah Ibu tirinya, bisa bisa dia di tendang sama Bian kan malu, tadi aja mereka sudah malu banget di lihatin para tetangga melihat mereka di usir dan di lempar Bian tanpa perasaan, malah di sorakin benalu tidak tau diri lagi.


"Ini yang aku takutin selama ini, apa yang aku umpetin lama lama juga ke tahuan, padahal sudah main cantik, masa sudah puluhan tahun baru ketahuan sekarang, mana aku lupa lagi ngak menyediakan tabungan selama ini, gimana ini" gerutu apak Burhan tiada henti, belum lagi menghadapi wanita terkasihnya itu.


Selama di dalam perjalanan mereka diam tanpa kata, memikirkan hidup mereka untuk selanjutnya.


"Pak... kita ke ATM dulu ngambil uang buat nyonggok Mama" ujar Angga.


"Ah... iya ayoo..." semangat Pak Burhan.


Sampai di ATM dia merogoh kantong nya, namun tidak menemukan dompet dan hpnya sama sekali.

__ADS_1


"Dompet Papa ke tinggalan" gerutu Pak Burhan.


"Angga juga Pak... aduh.. gimana ini" panik Angga dan Pak Burhan.


"Kita pulang dulu Pak, seenggak ngaknya kita mengambil dompet dan hp kita" ujar Angga gegas menuju rumah Bu Isni.


Namun baru sampai di depan rumah itu, sungguh miris dua laki laki beda usia itu, karena barang barang mereka sudah di bagi bagiin ke para tetangga oleh Bu Isni, Citra dan Bian.


"Astaga... Pa... itu barang barang kita di bagi bagiin sama Ibu Pa...!" pekik Angga frustasi, melihat baju, sepatu, tas, jam tangan, gesper, cincin segala pernak perniknya habis tak bersisa, termasuk barang barang Bapaknya.


"Ya ampun... Isni... kau sungguh kejam sekali" geram Pak Burhan melihat barang barangnya di bawa oleh tetangga.


Bu Isni hanya menaikkan sebelah alisnya, dan tersenyum miring.


"Itu barang barang kalian di beli dengan uang ku bukan!!" tekan Bu Isni.

__ADS_1


Pak Burhan dan Angga mengangguk cepat, warga hanya menonton drama itu, dan mendekap apa yang sudah menjadi miliknya, tak akan rela mereka melepaskan itu, jarang jarangkan dapat hadiah mahal.


"Lalu salah nya di mana? aku menjual semua barang yang memakai uang ku, ngak ada yang salah bukan?" tekan Bu Isni tersenyum miring, tidak ada kesedihan di matanya, yang ada kebencian yang sangat besar di mata wanita paruh baya itu.


Tidak lama juga datang orang orang dari Sworoom mobil dan dealer motor untuk mengambil mobil dan motor motor milik Angga dan Pak Burhan, itu di lihat lansung oleh Bapak dan Anak itu, ingin mereka berteriak, minta ampun saat ini juga, namun apa lah daya mereka hanya mampu melihat orang orang yang membawa motor motor dan mobil mereka dengan perasaan yang hancur, tidak sampai di situ, Bu Isni malah membagi bagikan uang hasil penjualan motor dan mobil ke para warga yang berkumpul, sementara Bapak dan Anak itu tidak mempunyai uang sepersenpun di kantongnya.


"Makasih Bu...!" teriak warga dengan suka cita, sering sering aja ada warga yang cekcok rumah tangga kayak gini, jadi mereka mendapat ke untungan dari hasil perang suami istri itu, hehehe...


"Bu... Ya Allah... Bu, Bapak minta ampun Bu.. huu... uu... " Pak Burhan meraung minta ampun, melihat barang barangnya sudah raib, menyesal sungguh menyesal dia sudah salah jalan, begitu pun dengan Angga dia lansung jatuh duduk dan terkulai lemas, tak ada satupun yang bisa dia selamatkan, Ibu tirinya sungguh kejam benar benar ini namanya Ibu tiri, memberi hukuman benar benar membuat dia tak berdaya.


Namun balik lagi, siapa yang lebih kejam Ibu tirikah apa Anak tiri yang tidak tau di untung, berani menghasut seorang Ibu untuk membenci anak kandungnya, dan setelah orang terpisah, dia malah enak enakan dengan Ibu kandungnya.


Ibarat air susu di balas air tuba, ya ini hukuman yang setimpal buat serigala berbulu domba itu, pembalasan awal yang manis.


Bersanbung....

__ADS_1


Haii... jangan lupa like komen dan vote ya...


Bagi kopi dong kopi, kursi pijit sekalian, buat Outhor yang capek kerja keras bikin tiga bab hari iniπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


__ADS_2