Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 41


__ADS_3

Di bawah alam sadarnya, Aisyah berada di sebuah pinggiran danau nan indah, dia duduk di kursi di dekat danau tersebut.


"Danau ini sungguh indah sekali, tetapi kenapa sepi? tak ada penghuni satu pun di sini" guman Aisyah.


Dalam lamunannya Aisyah di kagetkan dengan suara yang sangat ia kenal.


"Ais. Sedang apa di sini nak?" suara seorang wanita yang tak muda lagi itu dan di sampingnya juga berdiri seorang laki laki.


"Bunda, Ayah!?" suara lirih Aisyah berguman.


"Iya nak?!" sepasang laki laki dan perempuan yang ada disana adalah? orang orang tua Aisyah.


Kedua orang itu merentangkan tangannya ke depan agar Aisyah masuk kedalam pelukannya.


"Ais kangen sama ayah dan bunda!?" keluh gadis cantik itu.


"Kami juga rindu sama kamu sayang !?"


sambil memeluk erat tubuh Aisyah.


"Ais kenapa ada di sini nak?" tanya sang ayah


"Entah lah? Ais juga tidak tau, tiba tiba Ais berada di tempat ini, tapi Ais senang di sini ketemu ayah dan bunda! kita bisa bersama lagi, Ais jadi ngak kesepian lagi" ucap Aisyah.


Kedua orang tua itu tersenyum kepada Aisyah.

__ADS_1


"ayah dan bunda juga senang ketemu kamu sayang, tapiii..., belum saatnya Ais berada di sini, pulang lah, ada seseorang yang sangat membutuhkan Ais sekarang, Ais pulang yaa..!?" Bujuk sang bunda.


"Tidak mau...! Ais mau di sini sama kalian, Ais ngak mau sendiri lagi, Ais butuh ayah dan bunda, jangn suruh Ais pulang yaa..!" rajik gadis cantik itu.


Kedua orang tua itu menggelengkan kepalanya.


"belum saatnya nak, suatu saat nanti kita pasti berkumpul lagi, sekarang coba Ais lihat kebelakang Ai?!" perintah sang Bund.


Reflek Aisyah melihat kebelakang, dia melihat Aldi berdiri tidak jauh di belakangnya, dia dapat melihat muka sendu Aldi meminta dia kembali.


Tapi Aisyah ragu, dia kembali melihat ke arah ayah dan bundanya.


Ayah dan bunda Aisya tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"pulang lah nak, dia butuh Ais hiduplah bahagia dengannya" ucap sang Bunda.


"kita pulang ya..?! jangan tinggalin abang, abang butuh ais?" sendu Aldi.


Aisyah kembali melihat ayah dan bundanya.


"pulang lah?, ikuti cahaya itu!".ucap sang Ayah.


Aisyah dan Aldi berjalan mengikuti cahaya putih itu.


Di dunia nyata memang Aldi memegang tangan Aisyah.

__ADS_1


Setelah semalaman dia tertidur, efek obat yang di suntikan oleh dokter, paginya Aldi langsung minta di anter kekamar Aisyah.


"Pak, tolong anter aku ke kamar Aisyah, aku ingin melihat Aisyah" mohon Aldi.


"Iya nanti bapak anter sekarang kamu cuci muka dulu sikat gigi dulu, baru ngapelin cewek, ya kali mata masih banyak belek, mulut bau jigong, pipi penuh sisa iler gitu, mau nemuin anak gadis orang" ncek..ncek...


Pak Diman ngomong tanpa filter, membuat Aldi langsung mendelik tak suka, melihat tikah sang bapak, akan tetapi tangan teflek mengusap pipinya.


Pak Diman melihat tingkah kesel campur malu Aldi itu langsung terkekeh.


"Bu Sri yang berada di samping Pak Diman reflek memukul bahu pak Diman sedikit kencang, membuat pak Diman mengaduh kesakitan.


"Aduh bu, kok bapak di pukul sih, sakit tau, harusnya tuh pagi pagi bapak itu, di sayang di manja di cium, ini malah di pukul, rajuk pak Diman sambil mengelus bahunya yang sakit, akibat pukulan bu Sri.


Aldi dan bu Sri hanya menatap jengah pak Diman.


" lebayy...!!" kompak ibu dan anak itu mengatai Pak Diman.


"Ayok Di, kamu cuci muka dulu! ibu bantu ke kamar mandi?!' yang di anggukin Aldi.


Lalu Aldi turun dari tempat tidur, berjalan ke kamar mandi sambil di papah sama bu Sri.


"Lah bu, kok bapak di tinggal sih, ini tangan bapak juga sakit, bapak juga mau di rawat sama Ibu! rengek Pak Diman dengan segala kelebaiannya.


"Bodo amat...!!' bu Sri dan Aldi langsung masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan pak Diman yang masih bersungut sungut di samping tempat tidur Aldi.

__ADS_1


"Awas aja nanti bu, kamu harus bapak hukum!" kesal Pak Diman (hayooo mau di hukum apa coba, hehehe...).


Bersambung...


__ADS_2