Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 101


__ADS_3

Euggghhh....


Lenguh Aldi bangun dari tidurnya.


"Aduhh... berat banget" keluh Aldi.


Iya tangan Aldi di jadikan bantal oleh sang istri.


"Enak ya sayang... tidur di tangan abang dari pada di bantal" kekeh Aldi sambil mengecup singkat bibir manis itu.


"Haiii... istri cantik Abang... bangun sudah sore, mau jalan jalan ngak?" bisik Aldi, dengan tangan sudah menggerayang kebalik baju ya di pakai sang istri.


"Eeuugghh...."


Lenguh Aisyah yang terdengar **** oleh Aldi.


"Abang..." seru Aisyah dengan suara serak bangun tidurnya, mamanggil Aldi yang tengah menantapnya sambil tersenyum dan tangan sedang sibuk memainkan squishy di dada sang istri.


Cup....

__ADS_1


Satu kecupan mesra Aldi layangkan ke bibir manis sang istri.


"Ih... abang bau tau, belum sikat gigi ini, baju bangun tidur pasti ada ilernya" omel Aisyah.


"Ngak apa, ngak bau, abang suka kok, apa lagi sama yang ini dan ini" kata Aldi meremas squisy Aisyah dan berpindah meraba sarang ular pyton yang tersembunyi di balik hutan belantara jari tangan Aldi berhasil masuk ke dalam sana dan berjoget joget ria di dalam sana. dan menimbulkan kan alunan suara dari sang istri.


Bibir Aldi pun tidak tinggal diam dia sudah berhasil menyedot sumber kehidupan manusia dia atas sana, entah sejak kapan Aisyah sudah toples saja dan jangan lupa bukan Aisyah namanya cuma akan diam dan pasrah.


Ohh...no... tentu saja tidak, Aisyah ikut mencari ular Pyton di bawah sana, ternyata ular pyton itu sudah sangat membesar tangan mungil Aisyah saja tidak pas untuk memegangnya.


Ya Aldi mempunyai ular Pyton yang lumayan besar dan Vanjang...


"Waduhhh..." gumam Aisyah kaget.


Aisyah tidak tau saja klau, sarang pyton itu sangat elastis, bahkan kepala bayi saja bisa keluar dari sana.


"Sayang..." panggil Aldi serak dan mata sayunya.


"Hm..." ucap Aisyah dengan mata sendu juga, karena tubuhnya sudah meminta lebih ulah sang suami, takut iya, penasaran nya lebih besar dari pada takutnya.

__ADS_1


"Abang mau sekarang, sudah tidak tahan sayang" bisik Aldi yang tau tah sudah berada di atas tubuh sang istri.


Aisyah hanya pasrah dan mengangguk kan kepalanya dan membuka lebar kakinya agar mamper mudah kerja sang suami.


Sebelum terjadi percocok tanaman dan beradu pedang Aldi membaca do'a di atas ubun ubun sang istri setelahnya Aldi melihat sarang Pyton yang sudah mengeluarkan Air dari sana, tampa malu dan jijik Aldi ngecupnya.


Puas melakukan kemauannya dia lansung memasukan si Pyton ke dalam sarang secara perlahan agar tak menyakiti sang istri.


Aisyah meremas kuat kuat Sepray dan menggigit bibir menahan sesuatu yang mendobrak gawangnya, dan beberapa kali usaha si lawan ingin mendobrak malah meleset dan akhirnya masuk juga, membuat Aisyah terpekik merasakan sesuatu yang mendesak dia dalam sana, dan merasakan sobekan dan mengalir sesuatu yang panas di sana, yang di namakan darah perawan.


Aldi lansung memeluk dan mengecupi mata sang istri


"Maaf membuat adek sakit dan terimakasih sudah menjaganya abang orang pertama mendapatkan abang senang" ucap Aldi.


Aisyah mengangguk dan tersenyum kepada sang suami, dia lega karena orang yang mengambil hal yang paling berharga di dirinya adalah sang suami tercintanya, banyak teman teman sebayanya, pacaran dan sudah melakukan tanpa ada ikatan, miris memang.


Setalah sang istri merasa rileks Aldi mulai mekukan goyang dombret, goyang gergaji, goyang poco poco, entah segala goyang dia lakukan sampai dia kelelahan dan si Pyton menyemburkan bisa berkali kali di dalam sana sampai bisa si Pyton tidak muat di dalam sana, meleleh di sepray itu.


Bersambung...

__ADS_1


Haii... jangan lupa like komen dan vote ya....


"Terimakasih..."


__ADS_2