Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 114


__ADS_3

Aisyah yang memang sudah janjian sama Ines untuk pergi ke salon, kini di sini lah Aisyah, di sebuah salon kecantikan untuk melakukan perawatan.


"Dek mau perawatan apa dek...?" tanya Ines.


"Paket komplit deh kak...."


"Widihhh... lain yang sudah bersuami, mintanya yang komplit, bukan mainn...!!" kekeh Ines


"Iyalah... buat nyeningin suami apa salahnya, di luar sana banyak cabe cabean siap datang kapan aja" oceh Aisyah.


"Iya juga sih..." ucap Ines membenarkan perkataan Aisyah, Aisyah yang dulu rada susah di ajak ke salon buat perawatan dan katanya ogah sudah cantik dari lahir, kini semenjak dia menikah jadi karanjingan ke salon memoles diri buat nyeningin laki.


"Pas lagi ganti baju di ruang ganti, tidak sengaja Ines melihat tanda cinta bertebaran di dada Aisyah, mata Ines lansung membola dan meneguk salivanya, ternyata Aldi yang kalem itu rupanya sangat ganas juga, Ines bergidik ngeri melihat tubuh Aisyah.


"Dek.... Aldi ganas juga ya, serem kakak lihat tubuh kamu?!" ucap Ines sambil bergidik ngeri.


Aisyah hanya terkekeh.


"Namanya laki kak. Kalau sudah perna nyoba terus aja kak, mending di salurin sama kita, lah coba nyari pelampiasan di luar... kan bahaya, aku mending ikutin saran Bibi deh... klau suami minta ya layanin, dari pada dia jajan di luar" ucap Aisyah.


Ines mengangguk, benar kata adeknya.


Kini Aisyah sedang melakukan perawatan di ruangan bersama dengan Ines.


"Maaf ya mbak mau nanya boleh?" tanya pelayan salon.


"Iya nanya aja mbak" jawab Aisyah.


"Mbaknya sudah nikah?" tanya petugas hati hati.


"Sudah mbak..."


"Ouw... klau gitu mau ngak melakukan perawatan untuk area bawah, biar suami makin lengket"


"Emang ada mbak... ?"


"Ada namanya rotus mbak, ada aromanya juga mbak?" tawar pelayan itu.

__ADS_1


"Iya kah... mau deh mbak nyoba" semangat Aisyah.


Ines hanya gelang geleng kepala, begitu semangatnya Aisyah buat nyenengin suaminya itu.


"Waahhh... dek, kamu mangkin cantik aja" puji Ines melihat Aisyah yang sudah segar dengan segala ritual di salon itu.


"Iya dong..." Aisyah mengibaskan rambutnya yang sudah wangi dan di kirle itu.


Membuat Ines mendengus sebal melihat gaya Aisyah.


"Hahaha... jangan ngamuk" goda Aisyah


"Ya udah yu... mau kemana lagi?"


Ke mall yuk kak?!"


Akhirnya di sini lah Aisyah berada di sebuah mall yang tidak terlalu jauh dari salon itu.


"Makan dulu lapar ini...?!" oceh Ines.


"Yuuk..." ajak Aisyah.


Aldi menghubungi istrinya dari kampus setelah mapelnya selesai.


Drett...


Drett...


Hallo Assalamualaikum... abang?!" jawab Aisyah di ujung sana, yang sedang asik makan dengan wajah cantik di tambah habis perawatan.


"Lagi dimana sayang?!" tanya Aldi.


Teman teman Aldi di dalam kls melotot mendengat Aldi bicara mesra sama seseorang di telpon itu.


Jarang jarang mereka melihat Aldi bersuara lembut dan wajah manis gitu.


Doni dan teman temannya hanya terkekeh melihat perubahan Aldi yang dari muka kutup utara jadi lembut gitu, cuma Aisyah pawangnya.

__ADS_1


"Lagi di mall xx sama kak Ines, abang udah makan?"


"Istri abang cantik banget sih... pengen cepat pulang deh" rayu Aldi.


Teman temannya lansung melotot melihat tingkah Aldi yang mulai tidak tau tempat itu.


"Adek, jadi ke Cafe kan...?" tanya Aldi


"Iya... nanti habis dari mall lansung ke Cafe, klau ngak capek" kekeh Aisyah.


"pokoknya adek harus ke Cafe, kemaren abang di Cafe sendiri loh..." ucap Aldi manja.


Huk...


Huk..


Doni lansung batuk batuk mendengar suara manja Aldi.


"Ternyata orang muka kanebo gini bisa imut juga ya?" sindir Wawan.


"Idiihh.. noh... si Doni selalu jadi korbannya Aldi, selalu apes klau masuk ruangan Aldi" kekeh Andi.


Aldi mendengus kesal melirik teman temannya.


"Udah ya dek... banyak tukang ganggu, pokoknya abang tunggu di Cafe, klau capek nanti istirahat di Cafe, abang pengen di temanin Ais" rajuk Aldi dan mematikan hpnya.


"Ganggu aja..." dengus Aldi dan beranjak dari bangku menuju kantin di ikut oleh teman temannya.


"Ini baru cowok, di depan para cabe cabean ngak pernah tebar pesona, di depan bini imut luar biasa" teman satu kepas Aldi bergosip ria.


"Hooh klau di depan kita kita ngomong seperlunya, klau sama kekasihnya bisa cerewet tambah bisa berwajah imut"


"Iya beruntung tuh cewek yang jadi pacar Aldi"


Masih banyak lagi celoteh anak anak di kelas Aldi itu.


Sementara Aisyah berdecak kesal, karena Aldi tidak menyahut ucapannya.

__ADS_1


"Ncek... di tanya sudah makan, belum di jawab malah hpnya di matiin!" gerutu Aisyah, dia lansung melanjutkan acara makannya yang tertunda.


Bersambung....


__ADS_2