Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 70


__ADS_3

Pagi pagi sekali Aldi sudah beberes rumah, dan membuat sarapan, setelahnya dia membantu sang istri untuk menyiapkan perlengkapan sekolah istri cantiknya itu.


Ya hari ini Aisyah mulai masuk sekolah, akan di anter jemput oleh Aldi klau Aldi tidak sempat ada Pak Bayu atau Bu Wati ,yang akan menjemput Aisyah.


"Sudah selesai sayang!!" tanya Aldi melihat istri cantiknya di depan meja rias.


"Sudah abang?!" memeluk suaminya itu, tidak lupa Aldi memberikan kecupan di atas kepala sang istri.


"Abang mandi dulu ya?!" sambil membelai kepala Aisyah.


Dan di anggukin oleh sang istri. "Mandi sana adek tungguin di sini?!"


"Aldi berjalan kedalam kamar mandi, tidak lupa membawa pakaian ganti kedalam kamar mandi.


Selama mereka menikah, Aldi dan Aisyah belum pernah melakukan hubungan suami istri, karena Aldi tidak mau memaksa sang istri, yang penting istrinya nyaman bersama dia, Aldi tidak mau menuntut itu, apa lagi sang istri masih sakit dan sebentar lagi akan melaksanakan kan ulangan, Aldi tidak mau sang istri merasa terpaksa melayaninya, dia menunggu sang istrilah yang akan menyerahkan itu semua tanpa paksaan, sungguh dewasa sekali lelaki itu.


Tidak selang lima belas menit Aldi keluar dari kamar mandi, dengan keadaan yang lebih segar, dan tercium aroma shampoo dan sabun kedalam indra penciuman Aisyah.


Aldi tersenyum melihat sang istri melihatnya tanpa kedip, Aldi berjalan ke arah Aisyah dan meniup mata Aisyah.


Aisyah langsung gelagapan dan malu, mengingat tingkah konyolnya itu.


"Kenapa hmmm.... Abang tampan ya!?" usil Aldi.


"Dih gr!" Aisyah melengos malu.


"Klau ngak tampan, mana mungkin istri abang ini, ngeliatin abang tanpa kedip gitu hmmm...." kekeh Aldi.

__ADS_1


"Lagi nunggu aja, abang mandi lama banget!" ketus Aisyah, ngeles kek bajay, dia malu banget udah ke pergok menatap suaminya penuh damba.


Aldi terkekeh mendengar jawaban sang istri, mana ada dia mandi lama.


Aldi menyisir rambutnya dan memakai minyak wangi, Aisyah sangat menyukai wangi parfum Aldi.


"Yukkk.... Kita sarapan dulu, mengangkat tubuh sang istri dan menggendong seperti anak koala, sambil membawa tasnya dan tas sang istri.


Entahlah semenjak Aisyah menjadi istirnya Aldi lebih suka menggendong sang istri, dari pada membantu sang istri cantiknya itu berjalan, lebay sih tapi Aldi suka dan Aisyah malah lebih senang di perlakukan sama Aldi seperti itu. Sama iyanya pasangan bucin itu.


Setelah keluar dari kamar, ternyata di luar sudah ada para Bibi dan Paman mereka dia sana.


Melihat Aldi menggendong Aisyah mereka malah tersenyum senang, ternyata Aldi betul betul menyayangi ponakan mereka dengan tulus, dan selalu memanjaka Aisyah.


"Ehhh Paman sama Bibi sudah dari tadi ya?" tanya Aldi tidak enak hati.


"Yukkk... sarapan dulu, mereka lansung menuju ruangan makan, ya semenjak Aldi menjadi menantu mereka dan sejak pertama mereka mencicipi makanan Aldi itu membuat mereka ketagihan, setiap makan mereka pasti sudah ada di sana, Aldi tidak merasa keberatan malah semangkin senang dan semangat untuk masak, karena makanannya di sukai oleh keluarga barunya.


Mereka juga bukan orang tak tau diri, mereka juga membatu Aldi beres beres atau apa lah dan kebutuhan dapurpun tak pernah kurang, kulkas itu yang dulu hanya terisi susu atau cemilan Aisyah sekarang tidak pernah kosong dengan berbagai macam ikan dan daging sengaja Pak Bayu dan Pak Farhan menyuruh istri mereka mengisi kulkas Aldi setiap hari.


Tanpa mereka ketahui dua laki laki paruh baya itu sedang memesan kulkas baru lagi, untuk bisa mengisi bahan bahan lebih banyak lagi, gila memang.


"Ais mau makan sama apa hmmm..." tanya Aldi.


"Mau pakai sop ayam sama pergedel aja bang?!" dan di anggukin oleh Aldi.


Yang lain pun makan dalam diam.

__ADS_1


"Ais mau berangkat sama siapa sayang?!" Tanya Pak Bayu.


"Sama aku aja Paman, paling pulangnya aku ngak bisa jemput, jadwal pelajaran padat?!" keluh Aldi tidak enak hati.


"Ya udah pulang nanti bibi yang jemput?!" ucap Bi Wati dan di anggukin Aisya dan Aldi.


"Makasih ya Bi..?! maaf sudah merepotkan bibi" ucap Aldi tidak enak hati.


"Sudah ngak usah segala tidak enak hati, kamu dan Aisyah anak Bibi, sudah sekarang berangkat gih, takut kesingan?!" titah Bi Wati.


"Nih pake mobil ini dulu ya Di, mobil kamu paling nanti sore datang, sementara pakai mobil ini dulu, sampai plat turun?!" ucap Pak Farhan, sambil memberikan kunci mobil.


"Moobilll....? perasaan aku ngak mesan mobil?!" heran Aldi.


Pak Farhan terkekeh mendengar ucapan Aldi.


"Itu bukan kamu yang pesan, tapi Paman sama Bibimu yang kasih. Sebagai kado pernikahan kalian!?" jawab Pak Farhan.


"Apa itu, tidak terlalu berlebihan ya Paman!?" tanya Aldi ragu.


"Dih... berlebihan katanya, lah sadar ngak Pamanmu itu! tunjuk Pak Farhan ke Pak Diman, ngasih kamu lebih banyak, trus Bapak sama Ibu mu apa lagi, masa Paman sama Bibi kalah, ngak mau lah!" sungut Pak Farhan tidak terima.


Yang lain hanya terkekeh dan jangan tanya Aldi antara senang dan sedih bingung gitu, hidupnya kayak semudah membalikkan telapak tangan sekarang.


Yang dulu ngak pernah dapat kasih sayang, dan perhatian, sekarang mendapatkan banyak limpahan kasih sayang dari keluarga barunya.


Dulu tidak pernah memakai baju baru, jangan di tanya sekarang bajunya, barang barang bagus semua.

__ADS_1


"Bersambung..."


__ADS_2