
"Apa lagi sih syaratnya? jangan bertele tele lah Pak, kasian anak saya di kantor polisi,
pasti selamam dia ngak bisa tidur, di sana ngak ada kasur, ngak ada ac, pasti juga anak saya di gigitin nyamuk", keluh Bu Isni kepada semua orang yang ada di sana.
Apa orang tua itu ngak mikir ya, ada anaknya juga di dekatnya yang tak di perhatikan sama sekali, bahkan anak yang dia kandung selama sembilan bulan sepuluh hari itu sedang terluka, akan tetapi sedikit rasa simpati pun tidak sama sekali kepada Aldi.
Aldi yang berada di sana, hatinya rasa tercubit, tidak kah ada sedikit kasih yang tersimpan di hati orang tuanya itu untuknya.
Sakit sudah pasti, sedih jangan di tanya, sekuat kuatnya dia, bertahan menahan perlakuan yang tak adil itu, tetap saja menyimpan luka di hati anak malang itu.
Orang yang ada di dalam ruangan itu, menggeleng tak percaya atas sikap Bu Isni.
Di dalam pikiran mereka, sudah benar mengambil Aldi sebagai menantunya, dan akan memperlakukan Aldi seperti anak sendiri, dan akan membimbing Aldi supaya bisa sukses suatu saat nanti.
Aisyah melirik Aldi dengan tatapan sendunya, dan semangkin erat memegang tangan Aldi seolah olah memberikan kekuatan kepada Aldi
__ADS_1
Aldi yang larut dalam lamunanya, tersentak kaget dengan cengkraman tangan Aisyah,
dia menoleh kepada Aisyah sambil tersenyum, tapi tatapan matanya tak bisa membohongi orang orang di sana, pancaran matanya, menyiratkan luka yang sangat dalam.
"Baiklah, karena ibu terburu buru ingin membebaskan anak Ibu dari penjara jadi, syarat yang terakhir adalah? Ibu dan Bapak
harus membayar biaya pengobatan anak kami sebesar tiga ratus juta!" telak Pak Bayu dan di anggukin Orang orang di sana.
"Aa-apaa...!!! Ngak bisa gitu dong! kan anak saya ngak sengaja menabrak anak anda! lagian salah sendiri, kenapa mau menyelematkan orang lain, kan jadi dia sendiri yang celaka!" sungut Bu Isti,
"Lihat lah gara gara kamu anak pembawa sial" semuanya jadi berantakan, anak kebanggaan saya jadi di tahan di kantor polisi, dasar anak s****n, ngak berguna, kenapa ngak mati aja kamu dari dulu, cuma bisa nyusahin aja a****g!!' umpat Bapak Aldi.
Pak Diman tak terima Aldi di caci maki, lansung menggebrak meja,
"cukup..! cukup, anda menghina anak yang tak berdosa itu, apa dia minta di lahirin ke dunia ini hahh...!! kalian yang terlalu getol membuatnya, setelah jadi ngak mau ngakuin dia!! dasar manusia ngak ada akhlak kalian ini!" tunjuk Pak Diman.
__ADS_1
Orang tua Aldi cuma bisa mendengus kesel mendengar ucapan Pak Diman, yang lain antara kesel dan ingin tertawa mendengar ucapan Pak Diman, dalam situasi tegang gini, masih sempat sempatnya mikir enak enak.
Aldi jangan di tanya lagi, mukanya sudah merah bak kepiting rebus, sampai ke kuping kuping, ada sedih dengan ucapan orang tua kandungnya, ada harunya di belain oleh orang tua angkatnya, dan ada malunya mendengar ucapan Bapak angkatnya itu.
"Baik lah, klau kalian tidak mau membayar uang tiga ratus juta untuk biaya pengobatan anak kami, maka anak anda tidak akan keluar dari penjara, biar saja dia membusuk di sana!" telak Pak Bayu.
"Bim. Tolong kamu hubungi pengacara suruh kesini, kasus tabrakan ini akan kita lanjut sampai persidangan, kapan perlu sekalian ajak wartawan untuk menyiarkan berita ini!" ancam Pak Bayu.
"Baik paman, saya hubungi dulu Pak Andri"
saut Bima tersenyum penuh arti.
Orang tua Aldi, hatinya langsung menciut dan tak mau anaknya mendekam di penjara dan aibnya tersebar di luar sana, apa kata orang nanti, anak yang di banggakan nya selama ini ada di balik jeruji besi, atas kasus penabrakan yang di sengaja, ahhh... membayangkan saja sudah membuat mereka bergidik ngeri, bisa bisanya nanti keluarganya akan jadi gunjingan tetangga, tidak dia tidak mau itu terjadi.
Bersambung....
__ADS_1