
"Makasih ya Bim sudah bantuin Citra, klau ngak ada kamu Ibu ngak tau apa yang terjadi sama Citra" ucap Bu Isni dengan tulus dan di anggukin Aldi dan Bian secara bersamaan.
"Ngak usah berterima kasih Bu, sudah tugas saya buat jaga calon istri saya Bu...?!" ucap Bima sedikit gugup.
"AAPPAAAA....!!!" pekik orang orang yang ada di dalam rumah Bu Isni secara bersamaan membuat Bima dan Citra terlonjak kaget bersamaan.
"Aduh... du... duu... Bu sakit.... jangan di injak" keluh Citra karena kaki sakitnya ke injak oleh sang Ibu karena kaget mendengar penuturan Bima tersebut.
"Eh... maaf... maaf sayang Ibu ngak sengaja, ibu kaget mendengar ucapan Bima barusan" ucap Bu Isni merasa bersalah.
"Lah... kenapa jadi salahin aku sih, Bu... aku ngomong jujur kok, ngak ada yang salah, kalian aja yang kaya dengar berita aneh, sampai berteriak membuat aku kaget" jawab Bima yang tidak mau di salahkan.
"Kamu ini, klau bercanda kira kira dong!" omel Pak Diman.
__ADS_1
"Aku ngomong benar loh paman, siapa juga yang bohong" dengus Bima kesal, membuat Pak Farhan terkekeh, dia tau anaknya itu dari pertama melihat Citra ada rasa, cuma waktu itu sifat Citra masih ajaib, dia sendiri waktu itu juga kurang suka, namun sekarang Citra sudah berubah sangat jauh dari sifat yang dulu, berpakaiannya juga sudah tertutup walau masih belum memakai hijab, dan sekarang semua anggota Aldi itu jauh berubah lebih baik, mungkin karena dulu mereka di hasut oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Bu Isni menatap Bima sungguh tidak percaya, bagaimana bisa orang terpandang seperti Bima menyukai putrinya, yang sudah banyak membuat kesalahan kepada keluarga itu.
Namun tidak dengan Bi Wati dia malah menyukai Citra sejak dulu, dia yakin anak itu baik, namun karena salah didik saja makanya sedikit belok.
"Baik lah... klau gitu kapan kami ke sini, buat ngelamar Citra secara resmi" ucap Pak Farhan mulai serius.
"Tunggu kak Citra sembuh dulu aja Paman" jawab Bian mewakili keluarganya.
"Aku ingin pesta, klau Ais juga mau pesta bareng kami, kan Ais sama Aldi belum pesta baru nikah doangankan, klau Ais ngak mau aku juga ngak mau pesta" tutur Citra melihat ke arah adik dan adik iparnya.
Aisyah dan Aldi terharu mendengar penuturan sang kakak, ternyata kakaknya memikirkan mereka juga.
__ADS_1
"Ais rasa, Ais ngak usah deh kak, kaka aja gitu, kan Ais sama abang sudah lama nikahnya, dan lagi Aisyah juga sedang hamil" elak Aisyah, bukan Aisyah tidak mau untuk mengadakan pesta pernikahan, takut merepotkan paman dan bibinya, bukan juga karena biaya nikahnya, bukan itu yang jadi kendala buat Aisyah, dia tidak ingin merayakan itu, dia ingat dengan ke dua orang tuanya yang sudah tiada, makanya Aisyah dari dulu tidak mau mengadakan pesta pernikahan mereka.
"Ais ikut pesta aja sama abang mu itu sayang, kapan lagi gitu morotin mertua kaya" kekeh Pak Bayu, yang susah ikutan sengklek.
"Ncek... Paman... bukan uang yang Ais pikirin, klau uang mah, jangan di tanya, Ais ini sudah di takdirkan kaya dari lahir" sombong Aisyah, membuat yang lain ikut terkekeh mendengar ucapan Aisyah itu.
Tapi memang benar, peninggalan orang tuanya yang tidak tanggung tanggung di kelolah oleh para saudaranya dan belum lagi jatah Aisyah dari Paman Diman dan paman Farhanya itu dari semenjak orang tuanya meninggal tidak sedikitpun Aisyah di perbolehkan memakai uang pribadinya, hidup Aisyah di tanggung oleh Pak Diman dan Pak Farhan, barulah semenjak menikah Aldi tidak mau para paman sang istri memberi jatah bulanannya lagi, tanggung jawab itu di ambil alih oleh Aldi.
"Lalu apa sayang? kan Ibu juga mau melihat kalian bersanding di pelaminan?!" bujuk Bu Isni kepada menantu cantiknya itu.
"Ais... ingat bunda sama ayah..." dengan suara tercat Aisyah mengutarakan isi hatinya, membuat yang di sana ikut sedih, mereka pun ingat orang tua Aisyah, Aldi lansung memeluk sang istri dengan penuh perasaan, dia tau bagai mana rasa merindu, dulu Aldi Rindu masih bisa melihat wajah orang tuanya, klau Aisyah Rindu, dia benar benar tidak bisa melihat wajah ke dua orang tuanya.
"Ya sudah untuk pesta nanti kita bicarakan belakangan gimana enaknya, yang penting lamaran dulu aja" putus Pak Bayu, dan di anggukin setuju oleh semuanya.
__ADS_1
Bersambung....