Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 167


__ADS_3

Sehabis sholat magrib, seperti biasa keluarga Bu Isni itu akan melakukan makan malam, kini anggota keluarga itu bertambah satu orang lagi.


Karena sehabis hajatan, masakan mereka masih ala ala orang hajatan, sisa prasmanan yang masih tersedia, untuk membuat yang baru, tubuh mereka sudah tidak mampu.


"Abang mau pakai Apa?" tanya Citra kepada sang suami.


"Abang mau pakai ayam bumbu sama karedok aja deh" jawab Bima melihat menu yang tersedia di atas meja makan itu.


Citra mengangguk dan melayani suaminya dengan telaten, dan menyediakan air minum di samping makanannya.


"Cieee.... belajar sama siapa tuh, kek nya udah biasa ngelayanin" goda Bian, membuat pipi Citra bersemu merah menahan malu.


Yang lain hanya terkekeh melihat tingkah malu malu Citra itu.

__ADS_1


"Belajar dari Aldi dan Aisyah lah" tutur Citra apa adanya, memang dia melakukan semuanya, setelah sekian lama suka melihat cara pasangan suami istri melayani satu sama lain.


"Loh, kok jadi Aldi sama Aisyah?" tanya pasangan suami istri itu.


"Iya semua anggota keluarga ini itu, pengen mencontoh perlakuan kalian dek, masih muda, bisa mengrungi bahtera rumah tangga tanpa percekcokan yang berlebihan, dan cara kalian menyayangi satu sama lain, kami semua juga berharap dapat pasangan seperti kalian berdua, susah senang di jalani bersama, ngak ada drama drama cemburu aneh aneh, bisa menghargai pasangan masing masing dengan segala kelebihan dan ke kurangan masing masing" tutur Bima.


"Abang juga akan berusaha seperti Aldi, walau sedikit berbeda maklum abang orang kaku, namun abang akan mendengar setiap keluh kesah istri abang, dan tidak lantas marah marah tidak jelas tanpa mencari sebab akibat dulu" jujur Bima membuat hati Bu Isni terenyuh, dia tak mengangka menantunya akan melakukan hal seperti itu dan di tambah lagi contoh sang menantu adalah anak kandungnya sendiri, yang tidak pernah mendapatkan perhatian darinya dan selalu mendapat kekerasan, namun Aldi sama sekali tidak pernah berbuat kasar kepada orang sekitarnya, bahkan Aldi lebih pintar mengendalikan emosinya dari pada yang lain.


Citra tak kalah merasa hatinya menghangat mendengar ungkapan sang suami, dia begitu tersanjung mendengar ucapan Bima, dia sendiri pun berjanji akan memperhatikan sang suami dan melayani suaminya dengan sepenuh hati, seperti Aisyah melayani Aldi.


Yang lain hanya terkekeh melihat tingkah malu malu Aldi tersebut dan kita lupa dengan ibu hamil satu itu, dia tidak perduli orang sedang bicara apa, dia sedang menikmati makan malamnya dengan sangat lahap, tanpa perduli orang di sekitarnya.


"Astaga Bumil, kamu sudah nambah aja, kami bahkan belum menyuap nasi" keluh Bian melihat Aisyah yang sudah menuangkan nasi beserta lauk pauk ke dalam piringnya"

__ADS_1


Aisyah yang di tegur oleh abang iparnya itu hanya melihat dengan cengir kuda.


"Lagi siapa suruh masih ngobrol di meja makan, Ais kan lapar, anak Ais nangis minta makan" kekeh Aisyah kembali menyendokan nasi ke dalam mulutnya.


Yang ada di meja makan itu hanya menggeleng gemas melihat tingkah bumil cantik itu.


"Makan yang banyak sayang?" ucap Aldi dan lansung mengkusuk kepala Aisyah dengan lembut, dan dia ikut menyantap makan malamnya.


Sehabis makan, karena merasa kekenyangan akhirnya Aisyah duduk santai di depan tv, sementara yang lain masih berjibaku di dapur, membersihkan meja makan dan mencuci piring, Aldi tidak akan mau istrinya memegang pekerjaan di malam hari, apa lagi tadi sang istri sudah kecapean berdiri di pelaminan, dia takut istrinya kenapa napa, dan berpengaruh dengan bayi yang ada di dalam kandungannya.


Beberapa saat karena kelelahan masing masing mereka menuju kamar tidur masing masing sesuai perencanaan tadi siang Bu Isni dan Bian Akan menginap di rumah Aisyah, membiarkan pasangan pengantin baru pulang kerumah Bu Isni tanpa penghuni lainnya.


Aisyah dan Aldi pun juga ikut masuk ke dalam kamar mereka.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan Lupa Like komen dan vote ya....


__ADS_2