Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 86


__ADS_3

Hari ini Aisyah sedang membantu karyawan melayani para pengunjung, sebab hari ini banyak ada beberapa perusahaan yang mengadakan meeting di Cafe A & A, dan siang nanti juga ada anak anak yang merayakan ulang tahun.


Sedangkan saat ini jam makan siang, Cafe tersebut lumayan membludak, sampai sampai ke teteran.


Aldi masih dalam perjalanan pulang dari kampus, Aldi tidak sadar ada satu buah mobil mengikutinya dari belakang.


"Kemana sih tuh anak? setiap hari selalu pulang terburu buru, gue ngak bisa ngajak dia ngobrol atau apa lah, terlalu sulit untuk mendekatinya?!" gerutu Elena yang mengikuti mobil Aldi.


Aldi menepikan mobilnya saat melihat tukang dagangan telur gulung dan cilok kesukaan sang istri.


"Bang beli cilok sepuluh ribu sama telur gulung sepuluh ribu"


"Siap den" ucap si mamang.


"Ih... ngapain sih, beli jajanan kampung kayak gitu?!' jijik Elena.


Aldi lansung masuk ke mobilnya dan menjalankan dengan kecepatan sedang.


Sedangkan di belakang mobil Elena terus mengikuti mobil Adi sampai ke Cafe.


"Ngapain dia ke Cafe ini, mau makan kali ya?" dumel Elena yang belum tau klau Cafe itu punya Aldi dan Aisyah.


Aldi melihat sang istri lagi melayani pelanggan dengan semangat dan selalu senyum ceria, membuat Aldi ikutan tersenyum memandang sang istri.


Aisyah melihat Aldi, lansung menghampirinya.


"Abang baru datang?" tanya Aisyah tersenyum manis dan mencium tangan Aldi.


"Iya sayang" ucap Aldi sambil mencium jidat Aisyah.

__ADS_1


"Abang bawa apa?" tanya Aisyah melihat tangan Aldi menenteng kantong.


"Abang bawa jajanan ke sukaan kamu?!" ucap Aldi mengangkat tangannya.


"Iya kah...." mata Aisyah lansung berbinar dan mengambil kantong tersebut dan lansung membukanya.


"Waaahhh.... makasih abang...?!"


Cup...


satu kecupan mendarat di pipi Aldi.


Aldi terkekeh geli melihat tingkah sang istri, membuat sang istri bahagia tidak perlu mahal mahal, cukup bawakan makan kesukaannya sudah cukup untuk Aisyah dan tentu saja kasih sayang dari sang suami lebih penting.


Aisyah berjalan ke arah dapur untuk mengambil piring dan meminta di bikin kan jus untuk dirinya dan sang suami.


Aldi lansung masuk ke dalam ruangannya dan di ikuti oleh sang istri cantiknya.


"Cih... ternya untuk cewek kampungan itu, pantas saja seleranya kampungan orang ceweknya juga kampungan!!" desis Elena, melirik sinis Aisyah.


"Cewek itu jadi pelayan di sini? apa sih yang di sukai Aldi dari dia, sudah kampungan orang rendahan, pelayan pula" dumel Elena.


"Mau pesan apa mbak?!" tanya salah seorang karyawan kepada Elena.


" aku mau steak kentang goreng dan jus mangga" ucap Elena angkuh.


"Baik mbak, di tunggu ya?!" ucap karyawan itu dengan senyum manisnya, padahal di dalam hatinya menggerutu.


Elena duduk dengan pongahnya sambil memainkan hpnya.

__ADS_1


Dia tidak tau klau teman teman Aldi juga masuk ke dalam Cafe tersebut.


"Noh si jurik liat deh?!" tunjuk Aris dengan mulutnya.


"Jurik siapa?" tanya Doni.


"Elena siapa lagi?!" ucap Aris.


"Mana?" tanya Andi penasaran.


"Tuh, di pojok!!" ucap Aris.


"Ngapain dia ke sini?" Andra ikut komentar.


"Paling mauakan?!" saut Aris berlalu dari sana.


"Ah... gue ngak yakin cuma makan doang, mana pernah dia makan sendirian tanpa ada sayang dayangnya?!" celoteh Andra, dan di anggukin yang lainnya.


"Benar kata loe, pasti dia ada sesuatu sampai bisa ke sini, kan ini berlainan arah sama rumahnya, bahkan lumayan jauh loh?!" ucap Doni.


"Iya ya, apa ya? kita harus cari tau nih... jangan sampai di buat ulah" jawab Andra.


Bersambung....


Haiii... semua.... Hah... Akhirnya aku bisa juga merevisi bab 1 sampai 80an lebih.


"Maaf ya, sudah membuat kalian menunggu lama, dan sekarang in sha allah aku akan mulai up lagi.


Mohon dukungannya jangan lupa like komen dan votenya ya....

__ADS_1


"Terimakasih..."


__ADS_2