
Aldi dan Aisyah sudah sampai di Villa yang sudah Aldi pesan jauh jauh hari, karena di sini lah dia akan merajut kasih dengan sang istri, membuka gerbang tol, dan menanam bibit premium di ladang sang istri.
"Capek sayang...?" tanya Aldi melihat sang istri yang tidur terlentang di atas kasur.
"Hmmm... sedikit" ucap Aisyah memejamkan matanya.
"Mandi dulu ya, habis itu baru istirahat, bajunya kotor, badan adek pasti lengket dan di bawa tidur pasti tidak enak" ajak Aldi memberi penjelasan panjang kali lebar.
"Mau tapi mandiin" rajuk Aisyah manja.
"Baiklah abang mandiin, tapi abang ngak yakin klau abang bisa menahan diri untuk tidak menerkam adek saat ini juga, karena tidak ada yang harus di tahan lagi" kekeh Aldi.
Aisyah lansung membuka mata lebar lebar.
"Ais mau mandi sendiri aja" ucap Aisyah bangkit dari kasur dan buru buru masuk ke dalam kamar mandi.
Bukan tidak mau memberikan hak suaminya itu sekarang, memang itu tujuan mereka datang ke sini, tapi itu nanti tunggu malam aja kek, badannya saja masih pegal minta istirahat, ya kali mau di tungangin lansung, bisa patah pinggang Aisyah.
Aldi terkekeh melihat kelakuan sang istri, dia geleng geleng kepala melihatnya, niatnya hanya mengerjai sang istri, tidak mungkin juga lansung di terjang sang istri sekarang juga, dia mau merenggut kasih itu bersama sama bukan menikmati seorang diri, dia tidak mau egois.
__ADS_1
Setelah Aisyah masuk kedalam kamar mandi Aldi mengambil tas, dan menyiapkan pakaian Aisyah di atas kasur, juga menyiapkan pakaian untuk dia pakai nanti.
Selesai itu Aldi keluar untuk memesan makanan dan teh manis untuk dirinya dan sang istri.
Ceklek...
Pintu terbuka dari luar menampakan Aldi yang membawa tentengan dan Aisyah yang sudah segar sehabis mandi.
"Abang dari mana?" tanya Aisyah.
"Ini mesan makanan buat kita" ucap Aldi meletakan makanan dan minuman panas di atas meja.
Setelahnya dia berjalan ke arang sang.
Asiyah hanya diam menikmati apa yang di lakukan sang suami.
"Sudah harum juga ini"
Cup...
__ADS_1
satu kecupan mendarat di bibir **** itu.
"Abang mandi dulu ya, adek klau mau makan makan aja duluan" ucap Aldi mengkusuk rambut basah istrinya itu.
"Makannya nunggu abang aja" sahut Aisyah sambil memeluk sang suami
Tangan Aldi membelai punggung sang istri yang ada di dalam dekapannya, dia biarkan sang istri bermanja manja di tubuhnya itu.
"Sudah belum manja manjanya, abang mau mandi nih... sudah bau asem tau" ucap Aldi di kuping sang istri yang keterusan memeluk tubuhnya.
"Hehehe... jadi keterusan" cengenges Aisyah.
Aldi hanya tersenyum manis dengan tingkah sang istri.
"Udah sana abang mandi, baunya udah nyebar di dalam kamar" ledek Aisyah dan berlari dari depan Aldi.
"Haii... ngeledek kamu ya, tadi siapa yang ngak lepasin abang, siapa yang peluk peluk abang, padahal abang mau mandi dari tadi" kesal Aldi, di ledekin oleh sang istri.
Aisyah memeletkan lidahnya dan tersenyum puas sudah mengerjai sang suami, mana ada suaminya itu bau, yang ada itu dia selalu wangi, Aisyah sangat menyukai aroma sang suami.
__ADS_1
"Awas kamu ya, ngak akan abang beri ampun, abang bikin kamu begadang semalaman dan ngak akan bisa jalan sampai dua hari dan ingat ngak akan ada baju malam ini ok, tunggu saja itu" ancam Aldi kepada sang istri.
Aldi masuk ke dalam kamar mandi dengan senyum yang mengembang sudah bisa mengancam sang istri, sedang kan Aisyah bergidik ngeri membayangkan saat malam nanti.