Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 80


__ADS_3

Setelah mendapatkan tiket bianglala, aldi langsung menggandeng tangan Aisyah menuju bianglala, sesekali Aldi mencium tangan sang istri,


Perlakuan Aldi ke Aisyah, selalu di perhatikan oleh Elena, "sial ternyata Aldi sangat menyayangi bocah itu!" umpat Elena.


"Abang, cewek tadi siapa? tanya Aisyah kepo dengan Elena.


"Teman satu kelas abang, dia itu suka caper sama abang, tapi abang ngak perduli, malah jijik abang liat tingkahnya!" ucap Aldi.


"Tapi kaka itu cantik lho bang, masa abang ngak suka!" sambil melihat sang suami


"Kalah cantik sama istri abang ini?!" balas Aldi, sambil memeluk pinggang sang istri.


"Maasaaa...", tanya Aisyah dengan pipi yang memerah dapat pujian dari sang suami.


"Ya iyalah, klau ngak cantik mana mungkin abang suka sama istri abang ini, sambil memciumi puncak kepala sang istri.


Itu tak luput dari pandangan Elena, "gue harus bisa mendapatkan Aldi! bocah sialan itu ngak pantas buat dia, yang pantas cuma gue!" gumam Elena,l.


"Waaahhhh..... Bang kita bisa liat gedung gedung dari atas bianglala ini, pekik Aisyah senang.


Aldi tersenyum melihat sang istri bahagia.


"Kapan kapan kita kepuncak pake motor ya, kita nginap beberapa hari di sana" ucap Aldi.


"Beneran ya bang?" ucap Aisyah antusias, dia langsung pindah ke samping Aldi dan memeluk Aldi dengan erat,


" I LOVE YOU ABANG " teriak Aisyah saking bahagianya.

__ADS_1


Aldi terkekeh, sambil ikutan berteriak


" LOVE YOU TO HANNY"


Setelahnya mereka tertawa bahagia.


"Mau naik apa lagi sayang?" tanya Aldi.


"Main capit boneka, abang harus dapatin boneka beruang yang gede ya!" Seru? Aisyah manja.


"Siap permaisuriku... "Ucap Aldi sambil terkekeh.


Beberapa kali mencapit boneka, tidak ada satupun yang Aldi dapatkan, sampai dia kesal sendiri.


"Ini tinggal satu koin nih! awas aja ngak dapat, minta di gondol sama box boxnya kali pulang", gedumel Aldi yang mana membuat sang istri terpingkal mendengar gerutuan sang suami.


"Awas ya! ngeledekin abang kamu sayang, abis kamu sama abang nanti malam!" kesel Aldi yang terus di ketawain sang istri.


"Ya...ya...ya...Aku terima hukuman abang dengan senang hati", jawab Aisyah dengan mengedipkan sebelah matanya.


Aldi di bikin gemes dengan tingkah sang istri.


"Jangan pernah gaya centil gitu dekat orang lain ya! cukup sama abang aja centilnya!abang ngak suka" kumat posesif Aldi.


"Iya suami Aisyah yang tampan, baik hati, dan tidak sombong satu lagi, yang sholeh, ngak ada tandingannya" ucap Aisyah, membuat wajah Aldi tersenyum cerah.


"Kiss dulu, biar abang semangat lagi mencapit bonekanya", rengek Aldi mode manja kumat.

__ADS_1


cup...


cup


cup


"Dah sana capit lagi, kali ini harus dapat ngak mau tau, titik ngak pake koma"


"Siap sayang, pokoknya harus dapat kali ini, soalnya udah dapat vitamin dari cantiknya abang!?"


"Dih gombal"


"Mana ada gombal, kenyataan kok! lagian klau gombal juga ngak pa apa, gombalin istri sendiri" balas Aldi.


"Iya...iya terserah abang deh, ceparan capit lagi udah lapar nih?" merajuk bibir dah panjang lima senti.


Akhirnya Aldi dapat juga mencapit boneka untuk Aisyah, walaupun bukan boneka yang di minta sang istri, tapi Aisyah tetap senang, karena Aldi sudah susah payah mendapatkan


boneka tersebut.


"Maaf ya sayang, dapatnya bukan boneka yang adek mau!?" kata Aldi merasa bersalah.


"Ih ngak pa apa abang, adek senang kok, abang udah susah payah untuk ngedapatinnya, "makasih abang sayang" sambil mencium pipi Aldi.


"Yuk cari makan, perut adek udah lapar, mengelus perutnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2