Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 110


__ADS_3

Aldi sampai di rumah pukul 8 malam, saat itu dia melihat sang istri sudah tertidur di kasur dengan pulasnya.


Aldi masuk ke kamar mandi dan membersihkan badannya.


Beberapa saat Aldi selesai mandi, dia ikut berani di samping sang istri, dan menarik istri cantiknya ke dalam pelukannya.


Cup...


"Abang kangen sama adek" sambil membelai pipi sang istri.


Cup...


Satu kecupan lagi dia layangkan ke bibir manis istrinya itu.


Tak lama Aldi pun ikut ke dalam dunia mimpi menyusul sang istri, mungkin karena lelah seharian bekerja dan kuliah, dan istri cantiknya itu entah apa yang dia lakuin seharian di rumah hingga pagi menjelang baru lah mereka terbangun.


Eeggghh....


Lenguh Aldi, sambil membuka mata.


Saat melihat jam dinding dia terlonjak kaget, ternyata sudah menunjukan pukul setengah enam pagi.


"Astagfirullah..."


"Haduuhh....kesingan, belum sholat lagi" gerutu Aldi.


"Sayangg... bangun, sudah pagi, kita kesingan sayang, ayo bangun sholat dulu, sudah pukul setengah enam?!" ucap Aldi membangunkan sang istri dan mengguncang tubuh Aisyah dengan pelan.

__ADS_1


"Eeeggghhh..."


Lenguh Aisyah membuka mata, iya bang abang duluan aja, habis abang bari Ais" ucap Aisyah dengan suara serak bangun tidurnya.


Cup...


"Baik lah..." ucap Aldi sambil mengecup bibir Aisyah sekilas dan berlalu ke kamar mandi untuk berwudu'.


Aldi keluar kamar mandi, Aisyah bergantian masuk ke kamar mandi itu, setelah selesai merapikan tempat tidurnya.


"Mau sholat berjamaah apa sendiri sendiri" tawar Aldi.


"Sendiri sendiri aja deh bang, Ais mama BAB dulu" cengir Aisyah.


"Ya sudah... abang sholat dulu" putus Aldi.


Aldi melakukan sholat shubuh dua rakaat, sementara itu Aisyah masih di kamar mandi, ternya dia sedang ke datangan tamu bulanannya.


Sementara Aldi sudah berada di dapur mau membuat sarapan, tapi dia kalah cepat sama ke dua bibinya.


Tadi Bi Wati dan Bisa Ineke datang serah sholat shubuh karena suaminya bilang Aldi ngak ikut sholat shubuh, jadi lah mereka buru buru ke rumah Aisyah, takut terjadi kenapa napa sama ke dua ke sayangannya itu, rupanya mereka kesiangan.


Ngak mau mondar mandir, mereka malah lansung saja bikin sarapan di rumah Aisyah sekalian makan bareng.


"Loh... bibi sudah pada di sini?!" kaget Aldi.


"Sudah... tadi pamanmu bilang kamu ngak ikut ke mesjid, jadi bibi buru buru ke sini. ehhh... ternyata bibimu ini juga menyusul ke sini, takut kamu sama Aisyah kenapa napa" kekeh Bi Wati.

__ADS_1


Aldi sangat terharu dengan perhatian keluarga Aisyah itu, tidak menyangka dia akan di perlakukan sama oleh para mertua dan para iparnya jauh dari ekspetasi Aldi, mengingat dia dengan orang tua kandung saja di acuh kan, apa lagi sama orang lain, eh... semuanya salah, malah kini hidupnya di penuhi kasih sayang dari keluarga sang istri dan tidak pernah di beda bedakan.


Aldi tersenyum...


"Kami ke siangan Bi?!" jujur Aldi.


"Iya tadi Bibi mau ketok pintu kamar kalian tadi, bibi dengar kalian kesiangan ya sudah bibi lansung ke dapur aja" kekeh bi Wati.


Aldi mengangguk paham.


Saat hendak membuat minuman, bel rumahnya berbunyi, akhirnya Aldi memilih ke depan membuka pintu, mencari tau siapa yang bertamu pagi pagi.


"Bapak... Ibu...." teriak Aldi melihat tamu yang datang adalah orang tua angkatnya.


"Ibu kangen kamu nak" ucap Bu Sri, karena sudah seminggu lebih tidak ketemu anaknya itu, karena Aldi dan Aisyah pergi liburan.


"Aldi juga rindu kalian" jujur Aldi kepada kelurga angkatnya itu.


"Bapak Ngak" oceh Pak Diman mulai memancing keributan.


Aldi memandang bapaknya males, dan menggandeng Bi Sri masuk dan meninggal kan Pak Diman di luar sana.


"He... bocah semprul itu istri bapak, balikin ngak" kesal Pak Diman mengikuti langkah Aldi dan Bu Sri.


Aldi dan Bu Sri cuek aja dan tidak memperdulikan Pak Diman sama sekali.


Bersambung ..

__ADS_1


Haii... jangan lupa like komen dan vote ya...


"Terimakasih..."


__ADS_2