
Setelah pulang kuliah, Aldi benar benar membawa sang istri ke dokter kandungan.
"Nah... ini ada kantungnya Mbak sama Mas bisa lihat, ini baru lima minggu" ucap dokter kandungan itu tersenyum dan mata masih fokus ke layar monitor di depan sana, dengan alat yang masih bergerak gerak di perut sang istri.
"Ya Allah... terimakasih... atas hadiah mu" ucap Aldi dengan suara serak dan berkaca kaca.
Tak kalah dengan Aisyah, Aisyah juga sangat bahagia, sebentar lagi rumahnya akan ramai dengan suara bayi.
"Dok, ada berapa dok, satu apa dua" tanya Aisyah, dia berharap mempunyai bayi kembar, karena mempunyai bayi kembar sangat lucu baginya, mengingat Lana dan Lani, keponakannya.
"Hanya satu kantong Mbak" ucap Dokter.
"Yah... aku berharap kembar loh..." ucap Aisyah sedikit sedih, namun dia kembali tersenyum, tapi ngak pa apa satu juga ngak masalah, yang penting dia sehat" kekehnya mengelus perutnya.
"Sehat sehat di dalam ya sayang... Bunda dan Ayah menyayangimu" gumam Aisyah.
Aldi juga tak kalah bahagia, tak henti hentinya dia mencium kepala sang istri.
"Makasih ya... sudah mau mengandung anak abang, ngak apa apa satu nanti kita buat lagi yang banyak" kekeh Aldi tidak tau tempat.
__ADS_1
Dokter dan perawat di buat senyum senyum dan baper sama pasangan muda itu.
Ehemm... ehem... kode dokter tersebut agar pasangan muda itu mengakhiri ke uwuwan mereka, secara dokter dan perawat itu kan masih jomblo.
Jodoh tolong mana jodoh.... teriak dokter dan perawat dalam hati.
"Heheh... maaf dok, kelupaan... kirain ngak ada orang" kekeh Aldi tidak enak hati.
Dokter dan perawat hanya bisa mendengus kesal mendengar ucapa Si kanebo kering itu, di kira dokter sama perawat di sana patung pancoran, yang bisa mereka abaikan.
"Ah... iya tidak apa apa, sudah biasa namanya anak pertama" ucap dokter dengan senyum pepsodent padahal dalam hati merutuk sebel.
"Sebulan lagi kontrol, jangan lupa bawa buku ini ya" ucap dokter dengan senyum ramahnya.
"Baik dok... terimakasih" ucap Aldi dan Aisyah bersamaan.
Aldi keluar dari ruangan pemeriksaan dengan menggandeng mesra tangan Aisyah.
"Kita tebus obat dulu ya sayang..." ucap Aldi dan di anggukin oleh Aisyah.
__ADS_1
"Adek mau susu rasa apa...?" tanya Aldi saat mereka sampai di tak susu di sebuah swalayan.
"Apa ya... Ais bingung?!"
"Ya sudah... kita ambil satu satu setiap rasa, biar adek ngak bosan" putus Aldi.
Aldi memilih susu hamil dengan berbagai varian, membeli banyak macam buah dan cemilan untuk Aisyah dan tidak lupa juga es krim mengingat akhir akhir ini istrinya doyan ngemil dan makan es krim.
"Mau beli apa lagi sayang...." tanya Aldi saat mereka sudah sampai di mobil.
"Sudah ini aja, ngak tau nanti mau lihat sepanjang jalan ada makanan apa" cengir Aisyah.
Aldi ikut tersenyum dan membelai kepala istri cantiknya itu dan tidak lupa mengusap usap perut rata sang istri.
"Huaaa... akhirnya sampai rumah juga" kekeh Aisyah dan merebahkan tubuhnya di sofa ruang tengah, sementara Aldi memasukan belanjaannya tadi ke rak yang ada di dapur, dan menyimpan buah buahan yang sudah di cuci di salam kulkas.
"Mandi dulu ya sayang... nanti baru bobo" belai Aldi di kepala sang istri.
"Uummm...." saut Aisyah manja dan merentangkan tangannya minta di gendong.
__ADS_1
Bersambung....