Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 51


__ADS_3

"Apa Ibu ketemu sama Aldi di rumah sakit?"


tanya Citra.


"Apa dia baik baik saja atau terluka parah?" tanya Citra penasaran.


"Heh....! kenapa sih kamu nanya nanya anak sialan itu! klau bukan gara gara dia ngak mungkin kita jadi susah kek gini!" sungut Bu Isni.


"Cuma nanya doang kok Bu!? ngak usah sewot deh!" ucap Citra yang aslinya benar benar ingin tahu keadaan Aldi karena takut sama Orang tuanya terpaksa diam aja.


Di lain tempat....


"Di, kami mau tanya sama kamu!" tanya Pak Bayu.


"Tanya apa Pak?" jawab Aldi.


"Kamu ngak terpaksa kan menikah dengan Aisyah?" tanya Pak Diman.


"Tidak sama sekali paman, aku memang dari dulu menyukai Ais, cuma aku takut dan tidak percaya diri, aku sadar diri siapa aku Paman, hanya berani mengagumi Ais saja?!" ucap Aldi mengakui perasaannya sama keluarga Aisyah maupun Pak Diman dan istri.


Memang itu kenyataannya, bukan karena sekedar rasa bersalah, dan ingin bertanggung jawab atas kecelakaan itu,


"Kalau ais gimana? apa Ais merasa terpaksa, menikah muda? apa lagi Ais masih sekolah, klau Ais merasa terpaksa Paman tidak akan menikahkan kalian!?" ucap Pak Diman.

__ADS_1


"Tidak Paman, Ais tidak merasa terpaksa menikah muda?!" saut Aisyah.


" Saat Ais koma, Ais ketemu sama Bunda dan Ayah, sebenarnya Ais ingin tinggal bersama mereka di sana, tapi Ais di suruh pulang sama mereka, karena ada yang nunggu Ais kata Bunda, pas Ais lihat ada orang yang nunggu Ais, ternyata dia adalah Bang Aldi, sambil melihat ke arah Aldi.


"Jadi Ais menikah karena Ayah dan Bunda?" tanya Bima.


"Bisa jadi iya dan terlepas dari itu semua Ais juga sudah menyukai Bang Aldi dari awal kami ketemu, pas di toko Paman" cengir Aisyah "apa lagi mendengar cerita Paman sama Bibi waktu itu" lanjut Aisyah.


"Hoooo....!!!! ternyata kamu udah genit dari awal ya dek!?" saut Ines.


"Enak aja genit, klau genit itu semua orang Ais sukai, ini kan cuma abang doang yang Ais suka!" sungut Aisyah,


Semua orang jadi terkekeh, mendengar pengakuan Aisyah dan tak terima di katain genit.


"Ya sudah, karena kalian sama sama tidak keberatan dengan pernikahan ini, kalian akan menikah dua hari lagi, pas orang sinting tadi kesini menyaksikan pernikahan kalian!" ucap Pak Diman.


"Orang sinting? kenapa harus di saksikan sama orang sinting sih Pak? yang ada nanti penghulunya kabur!" tanya Bu Ineke bingung.


Keluarganya juga mikir, emang tadi ada orang sinting yang datang, perasaan selama mereka di sana, tidak ada tamu yang datang.


Melihat raut bingung keluarganya, Pak Bayu terkekeh sendiri.


"itu Orang tua Aldi" saut Pak Bayu terkekeh, akhirnya yang lain juga ikut terkekeh.

__ADS_1


Pak Diman akhirnya juga ikut angkat bicara.


"Benar itu tadi emang orang sinting! bukan orang tua Aldi?!" sungut Pak Diman yang masih kesal.


"Orang tua Aldi itu ya kami ini! no debat" sanggah Pak Diman.


Hahaha......


Akhirnya kamar itu penuh tawa, tak ada lagi kesedihan di muka mereka, apa lagi Aldi dan Aisyah, mereka bersyukur masih banyak orang orang yang menyayangi mereka dengan tulus.


"Ya sudah, sekarang Aldi istirahat dulu, kamu juga belum pulih banget!" kata Pak Bayu.


"Bener itu! nanti setelah menikah, kamu butuh tenaga ekstra" sambar Pak Diman.


"Bapak bisa ngak sih, klau ngomong ngak usah ngelantur" sungut Bu Sri, sambil memukul tangan Pak Diman.


"Lah salah Bapak apa coba, kan bener nanti setelah Aldi menikah butuh tenaga ekstra, biar bisa bantu Aisyah, mau bopong ke kamar mandi apa kemana gitu, kan kaki Aisyah masih sakit belom boleh napak ke lantai, klau sekarang yang bopong Aisyah tuh liat kuli panggulnya pada kekar kekar badanya, nanti setelah menikah, mandat akan di serah terima ke Aldi" Pak Diman terkekeh, yang di katain kuli panggul, sudah melotot ngak terima.


"Hayoooo....!! Ibu, lagi mikir apa? Goda Pak Diman sambil mencolek bahu Bu Sri dan menaik turunkan alisnya.


Bu Sri hanya bisa mendengus kesal melihat ke usilan suaminya itu.


Yang lain hanya terkekeh dengan ke usilan Pak Diman.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2