
"Loh... itu kan kak Citra..." tunjuk Aisyah ke meja tempat Citra dan Bian berada.
"Mana...?" tanya Aldi yang belum melihat Kakaknya itu, dia cukup senang kakaknya datang ke Cafenya.
Kebetulan Cafe juga sedikit rame sore ini.
"Yukkk... kita ke situ" ajak Aldi, Aisyah mengangguk dan mengikuti suaminya.
"Kak..." tegur Aldi.
"Aldi..." ucap Citra terkejut lansung memeluk sang adik dengan erat, Aldi pun membalas pelukan sang kakak tak kalah erat.
Aisyah tersenyum senang melihat sang suami.
Bian terharu melihat Aldi mau memeluk Citra dengan hangat, tidak ada rasa dendam yang di lihat Bian dari sang adik, terlihat adiknya itu sangat merindukan kakaknya itu.
"Kakak Rindu kamu dek" lirih Citra.
"Aku juga kak" jawab Aldi.
Citra melepaskan pelukanya dari Aldi dan beralih kepada adik iparnya.
"Ais... kakak kangen sama kamu"
"Ais juga kangen kakak" ucap Aisyah memeluk sang kakak ipar.
"Gimana kabar kalian dek?"
"Alhamdulillah... baik seperti yang kakak lihat" jawab Aisyah.
"Kakak sudah pesan?" tanya Aldi.
"Belum, kami belum lama nyampe"
__ADS_1
Tak sengaja Aldi melihat ke beradaan Bian di depan Citra, dia melihat mata Bian berkaca kaca melihat ke arahnya.
"Bang..." tegur Aldi
Bian tersenyum kepada Aldi.
Bian berdiri dan lansung memeluk adiknya sangat erat.
"Maafkan abang" ucap Bian dengan suara tercekat.
Aldi mengangguk sambil memeluk sang abang.
"Aku sudah maafin abang dari dulu, abang sebenarnya ngak jahat, aku tau setiap kalian makan enak, marahin aku suruh cuci piring, padahal abang kasih aku makan, tapi caranya aja nyuruh adek makan dengan alasan nyuci piring" sindir Aldi, dia tidak mau pertemuan ini jadi ajang sedih sedihan.
Bian kesal lansung memeluk bahu Aldi.
Puk...
"Ncek kau ini...." dengus Bian malu, ketahuan dengan ulahnya sendiri.
Bian hanya terkekeh, ternyata adiknya mengetahui kelakuannya.
Bian hanya garuk garuk tengkuknya yang tidak gatal.
"Oo.... abang ini, yang Ais bilang orang misterius, mata mata, atau orang gila, yang suka mantai Cafe kita dari sana, sana dan sana" celoteh Aisyah.
Membuat muka Bian merah padam, aksinya di ketahui adik iparnya itu, dan parahnya dia di katakan orang gila, dan mata mata oleh adik iparnya, dan adik kandungnya hanya membiarkan istrinya mengatai abangnya sesuka hati.
Aldi dan Citra ngakak ngelihat wajah Bian.
"Ncek... kenapa loe biarin istri loe itu bilang abang orang gila, mata mata atau apalah!" kesal Bian.
"Trus aku mau bilang apa? emang abang kayak mata mata ngintai di sana?!" kekeh Aldi.
__ADS_1
"Kenapa ngak di bilang klau abang ini abang kamu!" kesal Bian.
"Bagaimana mau bilang abang kandung sendiri, aku ngak tau klau abang anggap aku ini adik abang atau apa, aku biarin aja Aisyah manggil abang sesuka hati dia, yang penting istri aku senang" santai Aldi.
Bian di buat kesal dengan pengakuan adiknya itu, reflek dia menendang Aldi, dia tidak tau apa yang mengancanya di depan mata.
Tuk..
Auissss... Ringis aldi, membuat Aisyah kaget.
"Jangan berani berani sakitin suami Ais" pelotot aisyah dengan mata tajamnya.
Glek...
Bian lansung menelan ludahnya kasar, rupanya adeknya punya penjaga yang sangat galak.
Aldi terkekeh melihat Bian pucat di pelototi oleh Aisyah tidak jauh beda dengan Citra, dia ikut terkekeh, dia juga pernah kena sindiran pedas dari adik iparnya itu.
"Maaf... abang ngak sengaja, reflek doang" cengir Bian.
"Sini sayang... abang ngak apa apa, abang cuma kaget" ucap Aldi menenangkan sang istri.
"Beneran abang ngak apa apa" ucap Aisyah meyakinkan aldi.
"Yakin... abang ngak apa apa" jawab Aldi mengulas senyum manisnya.
Aisyah mengangguk mengerti.
"Awas aja berani nyakitin abang lagi" ucap Aisyah dan menarok tangan nya di leher, tanda dia akan menghabisi orang itu klau berani macam macam sama Aldi.
Bian dan Citra terkekeh melihat keposesifan adik iparnya itu, dia sungguh bersyukur, adiknya mempunya orang yang sangat menyayangi sang adik, tidak seperti mereka yang seharusnya tempat Aldi berlindung malah membuat sang adik menderita.
Di ujung sana Doni dan Aris tersenyum senang melihat Aldi sudah baikan sama Citra dan Bian, dan untuk orang tua atau pun Angga mereka tidak bisa berharap banyak, memang mereka lah orang yang menolak keras Aldi dari dulu.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan vote ya...