
"Waahh... ada Bu Sri" Bi Wati.
"Iya Bu... sudah kangen sama si bontot" kekeh Bu Sri, tapi matanya berkeliling mencari seseorang.
"Mantu Ibu mana nak?" tanya bu Sri.
"Ada tadi masih di kamar, lagi bersih bersih" jawab Aldi.
"Ibu..." teriak Aisyah yang melihat ada Ibu mertuanya di rumahnya pagi pagi.
"Ais... sini nak, ibu kangen sama kalian" kekeh Bu Sri sambil memeluk Ibu mertuanya.
" Ais juga kangen sama Ibu, tapi sama bapak ngak" ledek Aisyah.
"Bapak juga ngak kangen sama kamu" sungut Pak Diman.
Membuat Bi Wati sama Bi Ineke terkekeh.
Entah lah, ngak anak ngak mantunya di ajak ribut terus sama Pak Diman.
"Dih... aki aki ngambek...." ledek Aisyah.
"Hai... anak muda, saya masih gagah begini ya belum aki aki" celoteh Pak Diman.
"Tua ngak pak, cuma keriput aja yang banyak" Kekeh Aldi.
"Heeiii.. bocah semprul kenapa kamu belain dia, kenapa ngak bela bapak" oceh Pak Diman yang sedang mencomot bakwan di atas meja makan.
"Iya dong Aldi bela istri Aldi, istri bapak mana? kok ngak belain Bapak?!" kekeh Aldi.
"Oohh... iya ya dia istri kamu ya, Bu belain bapak dong, jangan dekat dekat sama anak itu?!" oceh Pak Diman.
__ADS_1
Bu Sri hanya menatap malas Pak Diman dan bergabung dengan Bu Ineke yang sedang membuat sarapan.
Pak Diman yang di cuekin Bu sri jadi cemberut, akhirnya dia memilih ke halaman belakang untuk melihat lihat tanaman di sana.
Aldi membuat Kopi, teh manis dan susu untuk ke luarganya, susu dia buat untuk sang istri.
Satu persatu keluarganya datang dan bergabung di taman belakang, seperti biasa klau keluarga itu berkumpul pasti akan menghabiskan waktu di taman belakang.
"Abang belum pulang Bi?" tanya Aisyah.
"Belum paling satu bulan lagi" jawab Bi Wati.
"Adeknya kakak...." teriak Ines.
"Waalaikum salam..." sahut semua orang, menyindir Ines.
"Assalamualaikum..." cengir Ines.
"Kangen bu.. sama Aisyah..." cengir Ines.
"Heleh... kangen... seharian di sini kalian masih aja kangen" celetuk sita.
Memang seharian mereka di rumah Aisyah bertiga entah apa yang mereka lakuin, pulang pulang sudah jam setengah delapan malam, masih aja bilang kangen.
"Kakak ngak kerja lagi?" tanya Aisyah yang melihat Ines memakai baju santai.
"Ngak mau ajak kamu ke salon sudah lama kita ngak nyalon bareng" oceh Ines.
"Kakak ngak ikut" tanya Aisyah ke Sita.
"Ngak dek, soalnya kaka ada meeting lesu Sita.
__ADS_1
"Yahh... ngak asik... " celoteh Aisyah.
"Udah kapan kapan aja kakak ikut" jawab Sita.
"Sudah sudah, nanti di bahas lagi sekarang bawa nih sarapan ke belakang" titah Bi Wati.
Mereka membawa sarapan nasi uduk, ayam goreng, bakwan, kerupuk, telor yang di iris iris dan masih banyak perintilan lainnya yang mereka bawa.
Aldi melihat sang istri membawa barang di tangannya, lansung berdiri dan mengambil bawaan sang istri.
Keluarganya yang melihat perhatian Aldi kepada Aisyah tersenyum senang.
"Nanti cari suami tuh... kayak Aldi, sudah taat agama, rajin bekerja, sayang istri" celetuk Pak Farhan kepada ke dua gadis di sana.
"Susah Paman, paket komplit kek Aldi hanya 1000/1 di dunia" kekeh Ines.
"Hmm... makanya ini lagi nyari yang kayak Aldi belum ketemu ketemu" celetuk Sita.
Aldi di puji seperti itu pipinya lansung bersemu merah.
"Jangan puji puji terus lihat noh... suami Ais jadi kek kepiting rebus mukanya" kekeh Aisyah.
Orang orang malah tertawa melihat Aldi yang semangkin malu.
"Sudah sudah sarapan, jangan ngeledek mulu, nanti pada telat" Bi Ineke menengahi mereka semua.
Akhirnya mereka makan dengan diam, menikmati sarapan pagi itu.
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan vote ya..
__ADS_1
"Terimakasih..."