Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 151


__ADS_3

Semenjak pertengkaran Aldi dan Angga di pasar malam waktu itu, Angga dan Pak Burhan sudah tidak pernah menampakan batang hidungnya ke pada Aldi lagi, dan Pak Burhan juga di pencat dari perusahaan ternyata selama ini dia banyak menyelewengkan barang di gudang.


Bu Isni sudah pindah ke rumah di samping rumah Aisyah, Bu Isni benar benar menjadi ibu dan mertua yang baik buat anak dan menantunya.


Bu Isni juga membongkar pagar pembatas antara rumah Aisyah dan rumahnya, taman belakangnya pun di jadikan satu, semakin luas saja halaman di sana, dan semakin sering pula mereka menghabiskan waktu di ke dua rumah itu.


Kandungan Aisyah pun sudah masuk tujuh bulan, kini Aldi sangat bahagia bisa merasakan kasih sayang dari sang Ibu, dan bisa bermanja manja di paha sang ibu, kadang membuat pak diman cemburu, anaknya itu sudah bisa bermanja ria kepada ibu kandungnya, padahal Aldi tidak pernah membeda bedakan kasih sayang antara keluarga kandung, keluarga angkat dan kelurga dari istrinya sama rata di bagi sama Aldi, dasar pak Diman saja yang suka cari gara gara.


Saat mereka sedang berkumpul di taman belakang, karena masa liburan dan yang pada kerja juga mengambil cuti, karena ingin menghabiskan waktu bersama keluarga mereka.


"Haa.... rasanya ngak ingin kerja deh... ingin guling gulingan kayak gini aja terus" iceh Ines.


"Makanya cari laki kak, jadi ibu rumah tangga deh... bisa tiap hari guling gulingan kaya gini" kekeh Bian.


"Ncek... belum ketemu yang kayak Aldi bambang!" iceh Ines.


"Lah... kenapa harus kayak suami Ais coba!" gerutu Aisyah.

__ADS_1


"Kakak pengen di ratuin kaya kamu juga kali dek" kekeh Ines.


"Yang kayak gini cuma satu ini, sudah ngak ada lagi, cuma Aisyah yang punya" ucap Aisyah lansung memeluk Aldi dari samping, Aldi juga tidak tinggal diam, di lansung membelai kepala Aisyah dengan sayang.


Keluarganya hanya tersenyum senang melihat suami istri itu, Aisyah yang manja, dan Aldi yang selalu bisa mencurahkan kasih sayangnya sama Aisyah.


"Ncek... Aldi kemarukan semua di ambil, ngak bagi bagi sama laki laki lain" dengus Sita.


"Apaan dah, masa suami Ais di kata maruk kesal Aisyah, yang tidak terima suaminya di salahin.


"Gima ngak maruk coba dek, gini kakak kasih tau, ganteng iya, rajin ibadah jangan di tanya, ngaji suara merdu, sayang istri apa lagi, hormat sama orang tua, pintar masak, pintar ngelola usaha, ngak pernah berpaling sama pasangan, walau di depan ada cewek cantik dan lebih menggoda, mata Aldi tetap tertuju sama istrinya, semua dia ambil yang lain ngak ke bagian, gimana ngak maruk coba" dengus Ines dan Sita berbarengan.


"Berpaling gimana, pacar aja kamu ngak punya, dasar ngak laku" sinis Sita dan Ines.


Buahaha...


Semuanya tertawa mendengar celetukan Sita, membuat Bian mendengus kesal, memang iya dia ngak mempunyai kekasih, dia masih fokus sama usahanya, dan baru lulus kuliah, dan belum memikirkan cinta cintaan, bukan ngak ada yang suka, Bian aja yang ngak mau.

__ADS_1


"Aku bukan ngak laku ya, akunya yang ngak mau punya pacar, aku tuh pengen kayak Aldi, cintanya setelah menikah" dengus Bian.


"Idih... di kata Aisyah sama Aldi cinta pas saat nikah kali, padahal sebelum nikah tuh, anak dua sudah kasih sinyal sinyal cinta duluan, saat di suruh nikah ngak ada yang nolak, sama sama kebelet tuh anak dua!" oceh Pak Diman.


Aldi dan Aisyah mukanya lansung merah padam.


"Buahaha...."


Pecah sudah tawa mereka semua melihat wajah sepasang suami istri yang lagi berpelukan tidak tau tempat itu.


"Jadi beneran dek, kamu ganjen duluan?" goda Bian menatap Aisyah dengan mata yang di naik turunkan, ngeselin memang.


"Iya... emang kenapa, buktinya walau nikah muda, sama abang, kak ines sama kak Sita aja iri" ketus Aisyah.


"Idih... bumil sensi amat" Bian mencolek pipi Aisyah dengan gaya gemulainya.


"Abang... ih... amit amit, jangan sampai anak Ais kaya abang!" pekik Aisyah yang melihat Bian bergaya kaya laki laki tulang lunak.

__ADS_1


Yang lain hanya terkekeh melihat tingkah laku anak anak mereka, Bu Isni terharu melihat kebersamaan dan ke seruan anak anaknya, tidak pernah selama ini, anak anaknya bercanda ria seperti ini, dan sekarang selalu ada saja bayolan dan ke konyolan yang mereka perlihatkan.


Bersambung....


__ADS_2