
Doni yang melihat Aldi tergesa gesa keluar dari kelas sempat mengerutkan jidatnya, ada apa dengan sahabatnya itu, tapi dia tidak ambil pusing.
"Lah...! itu si Aldi kenapa terburu buru banget sih keluarnya, kayak di kejar hantu saja!" sungut Aris.
Andi hanya menaikan kedua bahunya, bertanda dia juga tidak tau.
"Ya sudah yuk... kekantin aja!? paling ntar juga nyusul kesana!" jawab Doni.
Akhirnya Aris, Doni, Andi dan Rendi, berjalan menuju kantin.
Mereka memang belom mengetahui pernikahan Aldi dan Aisyah, soalnya setiap mereka ingin main kerumah Aldi ada aja alasan Aldi untuk mereka tidak datang kerumah Aldi, yang katanya masih butuh istirahat untuk memulihkan kesehatannya, atau bilang lagi kontrol lah.
Mereka tidak tau saja, klau sahabatnya itu sudah mempunyai pawang cantik sekarang.
Sesampai mereka di kantin, mereka langsung memesan makanan dan mencari bangku kosong, untuk mereka duduk.
Tidak lama mereka duduk tiba tiba datang elena menanyakan Aldi.
"Hai... semua!?, kok kalian ngak sama Aldi?"
dengan suara yang di buat selembut mungkin, agar teman teman Aldi menyukainya, dan mempermudah pdktnya kepada Aldi.
"Hai... juga Elena, ngapain cari Aldi, yang ada di sini aja yang di cari, yang ngak ada ngak usah di cari!?" ucap rendi.
__ADS_1
"Kan kalian sudah keliatan semua, makanya ngak di cari lagi, klau Aldi kan ngak ada, makanya di tanya?!" ucap Elena tersenyum masam.
"Ngak tau kami juga kemana tuh anak! soalnya pas abis kuis tadi dia terburu buru keluar, ngak nungguin kita kita juga!" jawab Aris acuh.
"Ouh... ya Sudah deh, aku kesana dulu ya!" ucap Elena.
Tidak selang lama, Aldi masuk kedalam kantin, dia memang melihat Elena nyamperin teman temanya, makanya dia diam dulu di sana, karena Aldi, terlalu malas buat menanggapi cewek kayak Elena, apa lagi sekarang dia mempunyai istri yang harus dia jaga hatinya.
"Loe dari mana aja sih bro? keluar ke buru buru kayak orang di kejar setan!" sungut Doni.
"Tadi loe di cari Elena noh!?" lanjut Rendi.
"Ngapain nyariin gue! kek ngak ada kerjaan aja, kenal juga ngak" jawab Aldi males.
"Terserah loe lah, ngapain izin sama gue, emang gue Bapaknya?" jawab aldi males.
"Dih... gitu aja sewot" ucap Rendi.
"Aldi diam aja, males banget ngomongin yang ngak berbobot, dia malah sedang merindukan istri cantiknya.
Beberapa jam berlalu Aldi sampai di rumah, dia mencari keberadaan istri cantiknya.
"Dek! lagi di mana!" panggil Aldi.
__ADS_1
"Iya abang, Ais di kamar!" menjawab sedikit kencang, agar Aldi mendengar suara Aisyah.
Aldi mendengar jawaban dari sang istri, langsung menuju kamar, dengan langkah yang lebar.
"Sayang...!" ucap Aldi, sambil berjalan ke arah Aisyah.
Aisyah menoleh ke arah pintu dan memberikan senyum manisnya.
Aldi duduk di lantai sambil memeluk pinggang Aisyah dan menarok kepalanya di paha sang istri.
"kangen!!" rengek Aldi, seperti anak kecil.
Aisyah terkekeh mendengar rengekan Aldi, sama dia pun merindukan suaminya itu, maklum selama menikah mereka belom pernah berpisah lama, sekarang mereka memulai aktifitas setelah lama libur.
"Abang capek banget ya?" tanya Aisyah pada Aldi yang sedang tidur di pangkuannya, tangan Aisyah terangkat dan mengkusuk kusuk rambut Aldi, membuat yang empunya kepala semangkin nyaman.
"Mmm...!" jawab Aldi sambil mempererat pelukannya, lama kelamaan mata Aldi tertutup rapat dan terdengar dengkuran halus keluar dari mulut Aldi.
"Ya ampun!?, capek banget kamu ya bang sampai ketiduran kek gini!" gumam Aisyah.
Aisyah membiarkan Aldi tidur di atas pahanya, dia takut menggagung tidur sang suami, apa lagi melihat wajah lelahnya tidak tega Aisyah menyuruh Aldi pindah ke atas kasur.
Bersambung....
__ADS_1