
"Itu ngak benar Bu... Bian itu bohong bu...?!" sela Angga yang mulai ketakutan, karena takut rencana dia dan Ibu kandungnya gagal.
Citra hanya termagu melihat drama itu, dia tidak menyangka Bapaknya begitu tega menghianati sang Ibu, walau ibunya egois, Citra tau banget, harta yang sedang mereka nikmati adalah harta bawaan dari sang Ibu, dan Ayahnya bekerja juga masih di tempat ke luarga sang Ibu, dan Ibunya juga masih mendapat persenan di perusahaan itu, karena sang Ibu terlalu percaya dengan Ayahnya, dan tidak pernah menanyakan berapa gaji Ayahnya, ibunya hanya menerima berapa yang Ayahnya berikan, walau ibunya suka berfoya foya dengan geng sosialitanya itu, namun tak serta merta uang dari Ayahnya yang di pergunakan sang Ibu, karena ibunya ada uang masukan sendiri, dan Citra walaupun kelakuan sedikit sombong dari dulu, tapi tiap bulan dia akan memberi sang Ibu jatah bulanan, tidak seperti Angga yang memakan uangnya sendiri, mungkin dia berikan ke Ibu kandungnya siapa yang tau.
"Kau... sungguh keterlaluan Pak, selama ini aku dan keluarga ku, menerima segala kekurangan mu, dan keluarga mu, dan bahkan anak harammu aku besarkan dan mengabaikan anak kandung ku sendiri, namun apa balasan yang kau berikan padaku!" ucap Bu isni tergugu, dia tidak menyangka suaminya begitu dalam menyakiti hatinya, di bohongi, oleh suami yang di jodoh orang tuanya, demi hormatnya dia kepada orang tua, saat di jodohkan sama Pak Burhan, Bu Isni rela melepaskan kekasih yang sangat dia cintai.
__ADS_1
"Bu... Maaf kan aku, semua yang di bilang Bian itu tidak semuanya benar Bu..?!" bujuk Pak Burhan, dia takut di campakan oleh sang istri, dia takut sang istri mengambil semua fasilitas yang dia punya, dia takut di pecat dari kerjaannya, dia takut anaknya tidak mendapatkan harta warisan dari Bu Isni, dasar lelaki bejad hanya mencari ke untungan sendiri.
"Yakin... aku bohong, klau Aldi bisa kalian ancam tapi aku tidak!!" marah Bian, cukup selama ini dia diam melihat ibunya di hianati oleh suami yang sangat dia cintai, ayah dari anak anaknya, bukan karena Bian tega, namun dia sedang mengumpulkan banyak bukti, agar Ibunya itu percaya, dan tidak semudah itu menyingkirkan dua lelaki serakah itu tanpa bukti akurat, dengan banyak kelicikan akan dia lakukan untuk menyingkirkan orang yang merasa berbahaya dan menghalangi jalannya, seperti Aldi contohnya, makanya diam diam Bian menyuruh orang untuk mengikuti Ayahnya dan Angga, untuk mengikuti ke dua laki laki itu, apa saja yang mereka lakukan di luar sana.
"Kau diam Bian... jangan mengadu domba kerjaan kau, apa kau juga ingin keluar dari rumah ini!!" marah Angga.
__ADS_1
"Apa ini masih kurang... aku masih punya banyak yang lainnya, bahkan vidio kalian sedang berbicara ingin menjual tanah ibu ku, karena wanita simpanan ayah itu ingin beli mobil!!" sinis Bian.
Duar.....
Bapak dan Angga langsung pucat pasi melihat foto foto yang di perlihatkan oleh Bian, jangan tanya perasaan Ibu dan Citra sungguh hatinya hancur melihat itu semua.
__ADS_1
Bersambung....