
Setelah mereka berpamitan, aldi lansung menggendong Aisyah, untuk naik ke dalam mobil.
"Aldi bener bener memanjakan Aisyah ya mbak!" Ucap Bi wati ke Bu Ineke, tapi tatapan matanya, masih mengikuti mobil yang sudah menjauh dari mereka.
"Iya aku ngak menyangka Aldi yang umurnya belom ada 20 th itu, bisa se dewasa ini, klau di pikir pikir dia pasti akan egois, melihat anak itu yang mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari keluarganya, dan di anggukin oleh yang lain.
"Sebenarnya kasihan anak itu, sambung Pak Farhan sudah menderita dari kecil, eh di suruh tanggung jawab dengan kesalahan yang sama sekali bukan dia perbuat, keluh Pak Farhan, akan tetapi ada rasa bersyukurnya, dia juga menyukai Aisyah lebih dulu jadi tanggung jawab yang kita minta kepadanya bukan seperti paksaan buat dia, dia mencintai Aisyah dengan tulus" lanjut Pak Farhan.
"Makanya itu aku meminta Aldi bertanggung jawab pada Aisyah, karena aku sering melihat anak anak itu suka curi curi pandang" Pak Bayu terkekeh kala mengingat tingkah dua bocah itu, (bocah katanya, bocah yang sudah bisa membuat bocah juga hehehe,).
"Kalian ingat ngak sebelum terjadi kecelakaan Aisyah paling getol menjaga tokoku dengan alasan pengen belajar jualan" Pak Bayu terkekeh dengan kelakuan sang ponakan, "padahal mah nungguin Aldi, setelah Aldi pulang, dia ikut menghilang dari toko!" dengus Pak Bayu, yang lain malah ngakak ketawa mendengar keluhan Pak Bayu.
"Dek apa ini ngak berlebihan ya, Paman kasih kita kado mobil?" tanya Aldi, masih kepikiran dengan kado sebuah mobil dari Paman Aisyah itu.
Aisyah menatap Aldi dengan lembut sambil mengelus pelan bahu Aldi, "kan Paman sudah bilang itu kado pernikahan buat kita, ya sudah kita nikmati aja, kita kan ngak minta, mereka yang ngasih?!" jawab Aisyah.
Dia sangat tau, klau suami tampan nya itu sedang galau.
__ADS_1
"Nanti abang pulang jam berapa?" tanya Aisyah, mengalihkan topik pembicaraan, agar sang suami tidak memikirkan masalah mobil lagi.
"Kayaknya jam empatan deh, emang kenapa hmmm... Adek mau sesuatu?" tanya Aldi.
"Iya, adek pengen di beliin martabak di jalan xx, sudah lama ngak makan martabak, sekarang jadi pengen" jawabnya sambil cemberut.
"Ya udah, nanti abang beliin pas pulang dari kampus, mau martabak apa?" tanya Aldi lagi.
"Mau martabak telor spesial sama martabak manis pake toping keju susu!" saut Aisyah semangat.
Yang di anggukin sama Aldi, sambil mengelus kepala Aisyah.
Mereka sudah tau klau hari ini Aisyah akan mulai sekolah, semalam Aisyah sudah menelpon Putri.
Sebelum turun Aisyah mencium tangan Aldi, dan Aldi mencium puncak kepala Aisyah di dalam mobil, mereka tidak mau melakukan di luar takut orang akan curiga.
"Ais turun ya bang!? abang hati hati!" ucap Aisyah.
__ADS_1
"Tunggu dulu sayang. Abang bantu turunnya Aldi turun membantu Aisyah turun dari dalam mobil.
"Jangan lupa telepon abang klau ada apa apa ya?!" bisiknya pada sang istri.
Setelah yakin Aisyah baik baik saja sampai di dalam sekolah, barulah Aldi melajukan mobilnya menuju kampus.
Kira kira lima belas menit, Aldi sampai di kampus.
Aldi memarkirkan mobil tidak jauh dari mobil Doni dan Aris, setelah itu dia lansung turun, kebetulan teman temannya masih ada di parkiranm
Mereka bingung melihat mobil yang terparkir di samping mobil Doni, karena mereka baru pertama kali melihatnya, dan mobil tersebut terbilang mobil cukup mahal bagi para siswa.
"Mobil siapa tuh yang di samping mobil kalian?" tanya Andi.
Doni dan Aris hanya menaikan bahu mereka, tanda tidak tahu.
Saat pintu mobil terbuka dan melihat siapa yang keluar dari dalam mobil mewah tersebut, mata mereka langsung melotot sempurna.
__ADS_1
Bersambung.....