Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
bab 83


__ADS_3

Pagi ini Aldi ke kampus menaiki motor karena permintaan sang istri cantiknya, dia ingin di anter naik motor, udah lama ngak naik motor,


"Abang, naik motor aja ya... adek pengen di anter pakai motor!" rajuk Aisyah.


"Emang kenapa klau pakai mobil sayang!!" ucap Aldi.


"Ya ngak kenapa napa, Ais pengen naik motor sekali kali di bonceng abang, kayak orang pacaran gitu!" memonyongkan bibirnya.


cup....


Satu kecupan mendarat di bibir Aisyah, yang sudah maju itu.


"Baiklah... tuan putri... hamba akan mengikuti titah tuan putri!?" sambil membungkuk kan badannya ala ala prajurit, membuat sang istri terkekeh geli.


"ya udah yuk, jalan nanti telat" kata Aldi.


"Gendong?!" rengek Aisyah.


"Mau gendong depan apa belakang?" tanya Aldi.


"Belakang aja?!" saut Aisyah manja.


Aldi langsung membungkuk kan badannya, agar sang istri mudah naik ke punggungnya.


Baru saja keluar dari kamar, bertepatan dengan Mbok Yem yang sedang menyapu ruang tengah


"Neng Aisyah lagi manja ya mase!" seru Mbok Yem.

__ADS_1


"Iya Mbok, biarin mbok, manja sama suami sendiri, asal jangan manja sama orang lain" balas Aldi, sambil tersenyum ramah.


"Iya ya mase, ada suami kok manja sama orang lain, yo ndak bagus toh" saut mbok yem dengan logat jawabnya.


"Saya mau sarapan dulu mbok, yukk... sarapan bareng" ajak Aldi.


"Njeh... mase, mbak ee" masih kenyang saya mase" ucap Mbok yem.


Aldi melangkah ke ruang makan mereka sarapan dulu, dengan nasi goreng sosis buatan Aldi dan segelas susu.


Seperti biasa Aldi selalu membawakan bekal untuk sang istri, kali ini Aldi buat bekal macaroni scotel dan salad buah.


****


Beberapa saat berlalu Aldi sudah sampai di sekolah Aisyah.


"Belajar yang rajin sayang... jangan ngobrol pas guru nerangin pelajaran! mata jangan jelalatan, di jaga pandangan nya, ingat udah punya suami!" sambil menjawil hidung sang istri.


Aldi terkekeh dengan kata kata, Aisyah yang mengatai Elena ular keket.


"Mana ada abang jelalatan! cukup abang jelalatan sama istri cantik abang aja! apa lagi klau lagi toples?" bisik Aldi di kuping Aisyah, yang mana membuat wajah Aisyah merah padam karena malu.


"Iiihhhss...Mesum!" kesel Aisyah sambil memukul bahu Aldi dengan gemes.


Aldi terbahak, melihat wajah malu sang istri.


"Ya udah...sana masuk! abang berangkat dulu, nanti mau di jemput apa langsung ke cafe bareng teman?" tanya Aldi.

__ADS_1


"Lihat nanti aja deh bang, klau minta jemput atau bareng sama teman" jawab Aira.


Dan di anggukin oleh Aldi.


Sebelum masuk ke dalam sekolah, Aisyah mencium punggung tangan sang suami.


"Dahhh... Abang? adek masuk dulu, abang hati hati ya!" Aisyah.


Aldi membalas mencium jidat sang istri, "Iya sayang masuk gih!" mengkusuk puncak kepala sang istri.


Setelah memastikan Aisyah aman sampai masuk gerbang sekolah, Aldi baru melajukan motornya, menuju kampus tempat dia menimba ilmu.


Di sebrang jalan ada sepasang mata, sedang memperhatikan Aldi dan Aisyah.


Dia tersenyum, sambil bergumam, "Semoga kamu selalu bahagia ya dek! maafin abang?" ucapnya melihat Aldi yang sudah berlalu dari sana.


Ya yang memperhatikan Aldi adalah Bian, dia ngak sengaja melihat Aldi sedang menurunkan Aisyah di depan gerbang sekolah Aisyah.


Dia ikut berhenti melihat sang adik, yang sedang tertawa lepas dengan adik iparnya itu, melihat tawa lepas Aldi menerbitkan senyum di bibir Bian, dia ikut senang melihat kebahagian adiknya itu, apa lagi melihat kondisi Aldi sekarang sudah jauh berbeda dari pada saat tinggal bersama mereka dulu.


Aldi bukan tidak tau, ada yang memerhatikannya, dia memang sengaja berlama lama di depan gerbang sekolah sang istri, mau melihat apa reaksi sang kaka, apa akan memaki atau apalah.


Ternyata sang kaka cuma memperhatikan nya dari jauh, sambil tersenyum.


Itu bukan sekali dua kali Aldi memergoki sang abang melihatnya, saat Aldi menikah pun Aldi sempat melihat bayangan abangnya di jendela kamar rawat Aisyah, saat proses ijab kabul, dan saat peresmian cafe Aldi juga melihat abangnya tersenyum dari jauh.


Itu sudah cukup buat Aldi meyakinkan hatinya, klau abangnya menyayanginya.

__ADS_1


"Abang aku rindu" gumam Aldi, sambil melajukan motornya.


Bersambung....


__ADS_2