Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 123


__ADS_3

"Ya allah... cantik banget tuh anak baru, imut imut kek Aisyah" pelongok Aris melihat Anak baru yang baru masuk ke dalam kantin, untuk mencari makan siang.


"Aisyah, Do.... Sini....!!" terdengar panggilan dari meja sebrang sana.


"Ais... di panggil no..." Andra.


"Mana ada, Ais ngak kenal" jawab Aisyah.


Tiba tiba gadis yang di panggil Aisyah itu mendatangi meja yang sudah ada penghuninya, yang manggil nama Aisyah.


"Oo... jadi namanya juga Aisyah" tutur Aris.


"Ya ampun... kok yang namanya Aisyah cantik cantik banget sih"


"Ada pawangnya sialan, no... loe lihat pawangnya lebih posesif dari pada Aldi.


Andra melihat bagai mana perhatian dan bagai mana perlakuan laki laki tampan si samping cewek yang bernama Aisyah itu, dan tak segan segan tangan laki laki di samping perempuan cantik itu mengelus sayang rambut cewek yang bernama Aisyah itu.


"Waduh... saingan berat bro, keknya cowoknya ngak kaleng kaleng deh" Andi menimpali.


"Cewek di sampingnya juga ngak kalah cantik, sudah ada pawang belum ya" Doni.


Aldi mana perduli dengan oceha teman temanya, yang di perduliin istri cantiknya, tak sedikit pun dia menoleh kepada perempuan yang sedang di bicarain sama teman temannya.


"Mau nambah sayang..." tanya Aldi saat melihat piring sang istri sudah kosong.


"Ngak ah... lidah Ais, pengen yang asem asem" ucap Aisyah dengan pipi imutnya, sedangkan bibirnya sudah meneguk ludah nya, membayangkan mangga muda.

__ADS_1


"Apa...!!" teriak teman temannya.


"Mangga muda" jujur Aisyah.


"Ais loe sudah datang bulan belum" tanya Putri.


"Lupa... kenapa?" tanya Aisyah santai.


Aldi yang mendengar pertanyaan teman sang istri lansung konek, setiap malam dia menggempur sang istri tanpa libur, apa jangan jangan istrinya lagi isi.


"Sayang... apa Ais mual, pusing, apa di sini nyaman" usap Aldi di perut sang istri.


"Mual ngak... cuma asem aja mulut Ais, pengen yang seger seger gitu sama sedikit pusing" ucap Aisyah.


Ada rasa senang, takut dan entahlah Aldi tidak bisa mengungkap kan itu, dia takut salah dengan prediksinya, seandainya benar dengan pikirannya, apakah sang istri bisa menerimanya, berhubung dia baru memasuki kuliah beberapa minggu ini.


"Nanti pulang kuliah kita periksa ya" bujuk Aldi.


Tanpa sadar tangan Aisyah lansung menyentuh perutnya dan matanya lansung berkaca kaca.


Deg....


Hati Aldi lansung berdetak kencang, itu yang di khawatirkannya, dia takut istrinya tidak menerima anak mereka, karena sang istri masih sangat muda, ingin bebas seperti teman temannya.


"Abang.... apa di sini ada isinya?" tanya Aisyah sendu.


"Maaf... maafin abang sudah bikin Aisyah hamil.

__ADS_1


Puk...


Aisyah jadi kesal mendengar omongan suaminya.


"Ngak apa apa pukul aja abang, ini emang salah abang..." sendi Aldi.


Aldi takut Aisyah tidak menerima anaknya, dan Aldi lansung terbayang bayang saat dia kecil yang tidak di inginkan oleh keluarganya dan sampai sekarang pun dia masih tidak di anggap oleh keluarganya, dia takut anaknya akan menerima nasib sepertinya. Aldi tidak ingin itu, seandainya Aisyah tidak menginginkan anak itu, dia tetap akan membesarkanya dengan kasih sayang dia tidak mau anaknya menderita seperti yang dia rasakan.


"Kok abang ngomong kayak gitu sih...?" bingung Aisyah.


"Pasti Ais ngak mau menerima dia kan, makanya Ais nangis, maaf... abang sudah buat Ais hamil di saat masih muda" ucap Aldi lemah.


"Astaga..." suaminya ini, ingin rasanya Aisyah membenturkan kepala Aldi ke meja namun dia takut dosa, bisa bisanya Aldi bicara seperti itu, ya pastilah dia akan menerima anaknya, buah cinta mereka, mengesalkan kadang kadang.


"Ya Allah... abang... pikirannya jauh gitu, klau memang ada mereka di sini, pasti Ais senang lah... kenapa pikiran abang jauh banget sih..." kesal Ais sambil menepuk nepuk gemes lengan Aldi.


"Jadi Ais mau punya anak?" tanya Aldi sedikit tidak percaya.


"Ya mau lah... bang!!" kesal Aisyah.


"Makasih sayang... makasih!" ucap Aldi memeluk Aisyah erat.


Banyak mata yang melihat adengan romantis itu.


Aldi tidak perduli, dengan omongan orang, dia sekarang lagi bahagia.


Bersambung....

__ADS_1


Haii... jangan lupa kasih like komen dan vote ya sayang sayang ku, biar tambah semangat nih menghalu 😍 💕 💞 😍


"Terimakasih..."


__ADS_2