Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 172


__ADS_3

Hari berlalu minggu berlalu, kebahagiaan semakin bertambah saat Citra di nyatakan hamil, Bima sungguh bahagia alang ke palang mendengar kehamilan sang istri tercinta.


"Aahhhaaayyyy..... Pak aku topcer pak, si joni ku ini topcer Pak, sekali nembak lansung jadi!" teriak Bima berkeliling taman belakang sambil mengacung acungkan tespeck, membuat wajah Citra merona malu, dengan kelakuan random sang suami.


"Alhamdulillah...." syukur semua yang ada di sana, dan Ibu ibu juga lansung memeluk Citra.


"Selamat ya sayang, jaga kandungan baik baik, kerja hati hati, makan makanan bergizi" ucap Bu Wati memeluk menantu cantiknya itu.


"Selamat Ya kak, anak Ais punya teman berantem dia, jadi ngak kesepian dia nanti" kekeh Aisyah.


"Selamat Sayang" ucap Bu Isni haru tak bisa mengungkap kan kata kata saking bahagianya.


Semua anggota keluarga bergantian mengucapkan selamat kepada Citra.


"Pantas Kak Citra beberapa hari ini aku lihat puncat dan loyo kaya orang kurang gairah" tutur Ines, yang kini memanggil Citra kakak, berhubung Citra menikah dengan Abangnya.


"Iya... parahnya lagi, kemaren minta di cariin es tung tung, ngeselin nya lagi sudah capek aku keliling nyari es, ngak di makan malah di kasiin sama anak anak yang lagi main bola depan rumah" dengus Sita.


Yang lain hanya senyum senyum mendengar keluhan Sita itu.


Pak Diman dan Bu Sri juga sudah pindah ke rumah Aisyah dan Aldi, di paksa sam Aisyah saat anak dan menantu Pak Diman sudah kembali ke daerah tempat mereka bertugas, kini yang menunggui rumah mereka adalah anak buah yang kerja di toko Pak Diman.

__ADS_1


"Kak, ngak usah beli susu hamil ya, susu hamil Ais masih nanyak noh, semua rasa ada itu, ambil yang di rumah aja" ucap Aisyah, dan di anggukin oleh Citra, memang benar stok susu Aisyah itu masih berjejer di rak dapur.


"Pengen rujak mangga muda ih..." tutur Citra memandang sang suami.


"Ok, abang cari" ucap Bima semangat.


"Ais mau nitip apa?" Bima lagi melihat adik sepupunya itu.


"Ais pengen bakso mercon bang, tapi pengen makan di tempat sih" jujur Aisyah.


"Ah... klau gitu, beli sama babang Aldi aja, abang mau cari rujak dulu" ucap Bima dan di anggukin oleh Aisyah.


Ueekkk..


Citra mendengar kata bakso lansung mual mual.


"Loh... kenapa sayang?" panik Bima yang kembali lari menuju sang istri.


"Denger bakso bikin perut aku mual bang, bau bawang putihnya rasa kecium lansung ke hidung aku" tutur Citra dengan mata berkaca kaca, pipi memerah menahan mual.


"Ya ampun.... kayanya kakak bakal musuhan sama makanan ini mah" kekeh Aisyah.

__ADS_1


"Emang klau hamil beda beda ya?" tanya Ines.


"Iya, beda beda, klau Citra persis kaya Ibu hamil Bima, dengar yang di sebut sama Aisyah, sama yang nanyak ngandung bawang putih lansung deh, ibu mual" tutur Bu Wati.


Ines dan Sita hanya manggut manggut, klau Aisyah cuek aja, dia ngak merasakan yang seperti di bilang Bi Wati, justru Aisyah termasuk hamil kebo, apa aja di makan.


Para bapak bapak hanya mendengar ibu ibu yang lagi cerita kisah saat mereka hamil.


"Saya ingat lah, Mas Bayu pernah tidur di ruang tamu, gara gara di usir sama Mbak Ineke dari kamar, katanya muka Mas Bayu ngeselin sama bau badannya bau minyak nyong nyong" ujar Pak Burha sambil terkekeh, mengingat wajah menyedihkan Pak Bayu masa kehamilan Sita


"Masa sih Pak..." tanya Sita kaget.


"Hooh, emang begitu saat hamil kamu itu, tingkah ibu kamu itu aneh aneh, minta mangga tengga, padahal di rumah sendiri pohon mangga pada berbuah, maunya mangga tetangga, minta rabutan, tapi yang rambutnya botak, mana waktu itu lagi ngak musim rambutan, seharian bapak mu itu keliling nyari rambutan botak hasilnya nihil, berujung bapak kamu tidur di teras, gara gara pintu di kunci ibumu dari dalam, karena dia kesal ngak dapat rambutan" kekeh Pak Farhan.


Yang lain juga ikut terkekeh, mendengar ucapan Pak Farhan, tapi pak bayu jadi kesal sendiri mengingat itu.


"Makanya kamu itu ngak di kasih adek sama Bapakmu, dia trauma di siksa sama Ibumu" kekeh Pak Farhan lagi.


"Semoga ini Citra ngak hamil aneh aneh ya?" ujar Bu Isni.


"Iya semoga aja ngak, ucap Citra.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2