Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 150


__ADS_3

Sore hari Aldi mengajak sang istri ke pasar malam, bumil itu ingin jajan di pasar malam, katanya lagi ngidam hehehe...


Saat mereka fokus mencari jajanan yang di minta sang istri, tiba tiba datang Angga menghampiri mereka.


"He... Di!" songong Angga memanggil Aldi.


Aisyah melihat orang yang pernah beberapa kali membuat onar di Cafenya itu ikut memandang Angga dengan tatapan sulit di artikan


"Ada apa..!" jawab Aldi tidak kalah cuek nya.


"Bisa bicara sebentar" angkuh Angga.


"Tinggal bicara aja, ngak ada yang larang" tutur Aldi cuek, Aisyah hanya diam tanpa mau ikut campur dengan urusan Angga itu.


"Jangan di sini, cari tempat gitu, rame di sini" pinta Angga masih dengan wajah angkuhnya.

__ADS_1


"Bicara di sini atau ngak sama sekali" acuh Aldi, Aldi tidak ingin mencari tempat yang sepi, dia menghawatirkan sang istri, Aldi tau banget sifat Angga yang akan menghalalkan segala cara agar tujuannya tercapai, buktinya Aldi saja sampai terusir dari rumahnya sendiri.


Angga mendengus kesal, karena Aldi tidak sama sekali menurut dengan kemauannya.


"Bilang sama Ibu loe, terima gue sama bapak tinggal di rumah lagi, ngak usah terlalu lebai deh sama masalah ini, dan bilang sama ibu loe, ngak usah pakai acara cerai cerai segala, hentikan persidangan itu, apaan coba sudah tua segala mau cerai, kayak yang iya saja, ngak akan ada laki laki yang mau sana ibu loe!" sinis Angga.


Jujur Aldi tersulut emosi dengan ucapan Angga tersebut, ingin rasanya Aldi menonjok angga saat ini, namun dia berfikir lebih baik menjawab setiap kata yang di lontarkan oleh Angga dari pada adu jotos.


"Itu urusan Ibu gue, gue ngak ada urusan sama perceraian mereka, karena yang ingin mengakhiri hubungan Ibu gue, dan itu ke salahan Bapak, sudah di tampung oleh Ibu gue, dan dengan suka rela, serta tangan terbuka membesarkan anak hasil selingkuhannya, malah tidak tau diri ngebohongin Ibu gue, salah sendiri terusir dari rumah, tanpa gue yang membocorkan penghianatan kalian tetap keluarga gue tau kan, siapa kalian sebenarnya, kan gue sudah pernah bilang karma itu berlaku" sinis Aldi.


"Dan satu lagi, karena ke busukan kalian sudah terbongkar, jadi jangan pernah lagi loe usik hidup gue, selama ini gue diam dan tidak melawan loe dan Bapak, hanya karena gue ngak ingin Ibu gue tersakiti, biarlah gue yang kalian sakiti tidak masalah bagi gue, karena gue bisa tanpa uang orang tua gue, gue bisa mandiri tanpa mereka, bukan seperti loe yang memanfaatkan uang Ibu gue, gue sudah biasa hidup susah dan tidak perlu mengemis kaya loe sekarang ini!" sinis Aldi.


"Kurang ajar ya loe anak sampah sialan..!!" bentak Angga tidak terima.


"Hahaha... siapa yang sampah, loe apa gue, walau gue lahir tidak di akui oleh orang tua gue, tapi setidak tidaknya gue lahir dari hubungan yang sah... lalu, loe terlahir dari hubungan seperti apa, sekarang gue tanya, yang sampah itu siapa? gue apa loe! makanya jadi orang itu ngaca! tanpa Ibu gue, masih bisa ngak loe bergaya, dan sekarang setelah ibu kandung loe tau, loe sudah ngak punya harta, apa Ibu kandung loe masih mau menerima loe dan bapak!!" sarkas Aldi, entah sudah capek diam selama ini, Aldi malah seperti mak mak kurang jatah bulanan ngeladenin Angga, entah karena sudah berguru sama bapak angkatnya yang luar biasa julidnya itu hehehe...

__ADS_1


Angga di buat meradang kesal, namun tidak bisa membalas kata kata Aldi, karena Aldi serang bukan bungkam saat dia hina, namun membalikan setiap kata yang dia ucapkan, membuat aib dia terbongkar dan di tonton oleh orang ramai, akhirnya Angga pergi dengan menggerutu kesal.


Sedangkan Aisyah hannya ternganga, melihat aksi suami berpredikat kalem itu berubah jadi suami bar bar.


Rasanya Aisyah tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, karena selama menikah dengan Aldi. Aldi di luar sana hanya berwajah dingin, biasa dengan bicara satu dua patah kata menjawab omongan orang, di rumah selalu bertutur kata lembut, klau ada Pak Diman dan bang Bian baru sengklek Aldi keluar namun bisa dia kontrol, namun kali ini Aisyah di buat terpukau dengan setiap kata yang keluar dari mulut Aldi.


Setelah telah kepergian Angga. Aldi kembali ke wajah semula, hilang sudah wajah garang nan bar bar itu, dia mantap Aisyah dengan lembut.


"Haii.. kenapa sayang kok diam aja?!" tanya Aldi mengelus lembut pipi Aisyah.


"Hah... barusan abang kesurupan jin bapak ya? kok bisa nyerocos panjang banget, Ais jadi kaget" polos Aisyah.


Aldi hanya garuk garuk tengkuk yang tidak gatal dan muka sedikit bersemu merah karena malu, dengan ucapan sang istri, dia pun baru sadar kenapa bisa melawan Angga kayak tadi, dia melawan tanpa beban, mungkin memang karena Aldi sudah tidak tertekan lagi, karena kebohongan Angga dan Bapaknya sudah terkuak, dan tidak ada lagi yang harus di takuti lagi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2