
Greeeeppp...
"Ibu mau kemana?! Aldi memeluk ibunya dari belakang, seketika langkah Bu Isni lansung berhenti.
Nyeeessss....
Hati Bu Isni langsung meleh, mendapatkan pelukan dari anak bontotnya itu, bu isni tidak menyangka Aldi anak yang dia sia siakan selama ini memeluk dirinya.
"Ibu mau kemana? Ibu mau tinggalin Aldi lagi, Ibu ngak ingin memeluk Aldi bu. Aldi rindu pelukan ibu bu, apa ibu ngak ingin meluk Aldi" aldi bergumam lirih sambil menelungkup kan kepalanya di curug bu isni, namun gumaman Aldi masih mampu di dengar oleh Bu Isni.
Nyuuuttt.....
Hati bu isni bagai di tusuk ribuan jarum, saat mendengar keluhan sang anak, bu Isni berbalik dan membalas pelukan Aldi dengan erat.
"Huaaaa...... aa... aaa... maafin ibu nak, maafin kesalahan ibu nak" tangisan bu isni semakin kencang dalam pelukan Aldi.
Aldi ikut menangis mendengar jeritan pilu sang ibu, tidak ada satu orang pun yang tidak menangis, semua larut dalam kesedihan ibu dan anak itu.
Aisyah di peluk erat oleh Ines dan sita, Citra berpelukan dengan bian, Bi wati, Bi ines dan Bu sri memeluk suami masing masing dengan air mata yang meleleh di pipi mereka dan jangan di tanya Bima seorang prajurit gahar di medan perang bisa mewek tersedu sedu melihat drama ibu dan anak itu, beruntung semua orang larut dalam kesedihan masing, jadi Bima tidak malu, klau tidak entah lah, apa kata dunia, ya kali komandan yang terkenal tegas, sadis sama musuh bisa meleyot juga melihat drama ibu dan anak itu, Hallo di taro di mana muka si komandan, beruntung juga tidak ada anak buahnya yang melihat dia menangis.
"Maafin ibu nak?!" bu isni masih tak henti henti bu isni meminta maaf kepada Aldi.
"Sudah bu, jangan minta maaf lagi, Aldi sudah memaafkan ibu jauh sebelum ibu minta maaf sama aldi" ucap Aldi sambil mengusap usap punggung sang ibu yang masih sesegukan dalam pelukannya.
__ADS_1
Bi isni mendongak menatap wajah tampan sang anak yang begitu mirip dengan wajah ayah kandung bu isni, yang tidak dia sadari dari dulu.
Bu isni melabuhkan ciuman di jidat Aldi lama, dan pindah ke pipi kiri dan pipi kanan Aldi, seketika hati Aldi menghangat, mendapat ciuman dari ibu yang melahirkannya itu, Aldi baru pertama kali merasakan pelukan dan ciuman dari sang ibu.
Hiks... hiks... hiks...
Kini Aldi yang menangis kencang mendapat perlakuan manis dari sang ibu.
Aldi tidak menyangka akan bisa merasakan ciuman dari sang ibu, hatinya benar benar entah lah susah di jelas kan, ada rasa haru, bahagia, tidak percaya, semua rasa menjadi satu.
Bu Isni yang melihat sang anak menangis gara gara dia mencium, seketika menjadi bersalah.
"Maaf, maafkan ibu sudah lancang mencium kamu" ucap Bu Isni dengan perasaan bersalahnya, dia takut anaknya tidak suka di cium oleh dirinya.
Aldi menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk sang ibu.
"Kamu menangis karena ibu mencium kamu, ibu tau kamu ngak suka ibu cium" ucap Bu Isni pelan.
Aldi menggelengkan kepalanya.
"Aldi suka ibu cium, aldi menangis bukan tidak suka ibu cium, tapi aldi sangat senang di cium ibu, aldi menangis bahagia di cium ibu, bukan tidak suka bu..." ucap Aldi kepada sang ibu.
"Hua...." tangis bu isni kembali melengking mendengar penuturan sang anak, sungguh dia begitu bersalah kepada anaknya itu, kenapa begitu bodohnya dia bisa di pengaruhi oleh dua lelaki tidak tau diri itu, bisa bisanya dia mengabaikan anak baik ini"
__ADS_1
Citra dan Bian mendekat ke arah ibu dan anak itu, merek juga ikut memeluk adik dan ibunya.
"Maafkan kami ya dek, hiks... hiks... hiks..." Citra pun ikut merasa bersalah kepada adiknya itu.
"Maafkan abang yang suka membentak memaki dan membuat kamu terluka ya dek" tutur Bian menahan sesak di dadanya.
Aldi hanya mengangguk dalam pelukan keluarga kandungnya itu.
Aldi melihat ke arah sang istri.
"Ais.." panggil Aldi melihat ke arah sang istri.
Aisyah tau yang di inginkan sang istri, Aisyah lansung melangkah mendekat ke arah suami dan ibu mertuanya itu.
Bu Isni melihat ke arah, wanita cantik dengan perut sedikit membuncit berjalan ke arah nya, dia tau itu pasti menantu, yang dia tolak mentah mentah, dan sempat dia hina dulu.
Grap....
Bu Isni langsung memeluk Aisyah.
"Maafin ibu nak?!" ucap Bu Isni menangis memeluk menantu cantiknya itu.
Asiyah mengangguk dan membalas pelukan ibu mertuanya itu.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan vote ya....