
Kalian kenapa jarang di rumah sekarang?" tanya Pak Burhan yang melihat perubahan Citra dan Bian, yang sudah beberapa bulan ini banyak diam dan jarang berkumpul dengan mereka.
Citra dan Bian memang semenjak baikan sama Aldi, lebih suka menghabiskan kan waktu di luar, seperti Citra akan lebih suka lembur, klau tidak lembur dia akan pergi ke Cafe Bian, dan bermalas malasan di sana, karena di Cafe itu ada kamar istirahat Bian.
Bian juga sama, lebih fokus menyelesaikan Skripsi dan mengurus Cafe dan otomatis dia akan jarang pulang, pulang hanya untuk istirahat saja, sisanya akan dia habiskan di Cafe, karena sudah males melihat tingkah Angga yang semakin menjadi jadi.
"Aku lagi banyak lembur Pak...?!" jawab Citra.
"Woowww... klau lembur banyak uang dong, pinjam gue" sambar Angga yang datang datang lansung menyerobot obrolan orang orangnya di sana.
Citra hanya memutar mata males, abangnya itu yang ada hanya ingin memorotin orang aja, klau tau saudaranya banyak uang.
"Kamu kemana aja Bian?" tanya Bapaknya.
"Aku lagi nyelesaiin skripsi pak, mudah mudahan tahun ini selesai" jujur Bian, yang memang benar adanya.
Bapaknya hanya mengangguk angguk tanda mengerti.
"Bohong pak... mereka itu sekarang suka ngabisin waktu sama anak sampah yang sudah kita usir dari rumah ini" sahut Angga memgompori Bapaknya.
"Benar itu Bian?" tanya sang Ibu kaget.
__ADS_1
Bian lansung emosi mendengar ucapan abangnya, namun dia menahannya.
"Iya... kenapa emang, dia adik aku, dan aku sayang sama dia, dia anak baik dan ngak pernah neko neko" jujur Bian.
"Kamu tau kan Ibu ngak suka sama anak itu, dan dia sudah kita usir dan bisa bisanya kalian berdua malah dekat sama anak itu lagi!" emosi sang Ibu.
"Bu... dia anak Ibu, Ibu yang mengandung Aldi selama sembilan bulan dan Ibu juga yang nyusuin Aldi Bu, kenapa hati Ibu mati buat anak Ibu sendiri!" marah Bian.
"Iya... aku yang mengandung dia dan aku juga yang menyusuin dia, tapi aku ngak mau anak itu!!" marah Ibu ningsih.
"Kenapa Ibu ngak suka sama Aldi, apa yang buat Ibu ngak suka, selama ini Aldi hidup ngak pernah nyusahin kita, ngak pernah minta apa pun sama kita, bahkan Ibu kasih dia tinggal di gudang dengan kasur yang sudah tidak layak pakai, Ibu orang tua yang paling kejam aku temui Bu...!!" marah Bian.
"Tutup mulut kamu Bian, kenapa kamu jadi kasar sekarang haa... apa pengaruh anak sialan itu kamu jadi berubah!" bentak Pak Burhan yang tidak terima istrinya di marahin oleh Bian.
"Ya begitu lah.. klau sudah bergaul sama anak sampah itu dan lupa tutur kata baik kepada orang tua" kompor Angga yang lupa dengan janjinya dengan Bian, Bian lansung tersenyum sinis melihat Angga.
Deg....
Angga lansung takut melihat tatapan mata Bian yang seperti mengulitinya.
"Apa karna anak ****** yang bapak bawa ke rumah ini dan di besarkan oleh Ibu karena cinta ibu terlalu buta kepada bapak!!" tantangan Bian yang sudah lepas kendali.
__ADS_1
Duarrrr....
Bagai petir di siang bolong menyambar ke tiga orang itu dan membuat Citra bingung dengan ucapan Bian itu.
"Aapa maksud kamu Bian Bapak ngak ngerti?!' gagap Bapaknya rahasianya terbongkar.
"Ncek... ngak usah pura pura pak! Angga bukan anak kandung Ibu dia punya ibu kandung yang berprofesi sebagai wanita malam di masanya, sampai sekarang bapak juga masih sering menumuinya, dan uang gaji bapak juga bapak bagi dua untuk wanita itu!!' sinis Bian.
Deg....
Jantung ibunya lansung berpacu mendengar penuturan Bian dan melihat ke arah suaminya, Pak Burhan lansung pucat pasi mendengar ucapan Bian dan melihat tatapan istrinya yang sulit di artikan, Citra pun tak kalah kaget.
"Dan loe... Tunjuk Bian ke arah Angga, rahasia yang loe simpan rapat di ketahui oleh adik gue, dan karena itu loe membenci adek gue selama ini, berapa kali loe bertemu dengan ibu loe bersama bapak dan menghabiskan waktu bersama seperti keluarga utuh yang bahagia, karena itu bapak dan juga loe mengancam Aldi dan membencinya sampai sekarang, dan menghasut Ibu membenci anak kandungnya sendiri agar ke busukan kalian tidak di ketahui oleh Ibu, bukan begitu Tuan...!!"
Duar....
Luruh sudah air mata Bu Ningsih membasahi wajahnya, selama ini dia sudah di tipu oleh suami yang sangat dia cintai, dan membesarkan anak di luar nikah suami nya itu dengan kasih sayang yang tulus, namun semua sia sia, ketulusannya hanya di memanfaatkan oleh ke dua laki laki itu.
"Dan Ibu tau... saat ini, bapak sedang berusaha mencari cara merayu Ibu untuk menjual tanah tanah Ibu, untuk bapak berikan kepada anak nya ini dan beserta wanita gelapnya!!" tutur Bian, biar lah Ibunya sakit saat ini mendengar semua kebohongan Bapak dan Abang sialannya itu, dari pada nanti setelah habis semua harta ibunya itu jauh lebih menyakitkan.
Deg.....
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan vote ya....