
"Emang Abang klau di kampus, ngak pernah dekat sama cewek?" tanya Aisyah saat mereka sudah berada lagi di Villa tempat mereka menginap.
"Ngak ada" jawab Aldi menarik sang istri duduk di pangkuanya yang sudah memakai baju terusan siap untuk tidur.
"Kenapa?" tanya Aisyah kepo.
"Karena abang malas aja melihat cewek yang hanya berbuat baik saat ada maunya aja dan berpura pura baik di depan abang, apakah mereka akan menerima abang klau tau bagai mana abang dulunya" ungkap Aldi.
"Apa mereka bisa menerima abang seperti Ais dan keluarga Ais terima abang dengan apa adanya abang sayang"
"Yang mereka tau abang sekarang, bukan abang yang dulu" ucap Aldi mencium pipi sang istri dengan gemes.
"Emang abang dulu seperti apa?" tanya Aisyah pura pura tidak tau.
"Kamu ini ya..." gemes Aldi menggelitiki sang istri dengan gemas di atas pangkuannya itu.
"Geli abang... ampun" ucap Aisyah sabil tersengal sengal menangadah ke atas
Glek....
Membuat Aldi menelan ludah melihat sang istri, Aldi lansung menyerang sang istri, yang awalnya tidak akan mengganggu sang istri malam ini, namun apa daya, sesuatu di bawah sana sudah meronta ronta ingin masuk sarangnya, karena gerakan bempres sang istri yang menindih ular Pytonnya, membuat si Pyton terbangun dari tidur nyenyaknya.
Agghhh...
" Abang..." ***** Aira saat lidah Aldi bermain main di leher jenjangnya dan ******* kuping Aisyah tangan kekar Aldi sudah menjalar kemana mana dan memang lah klau tidur Aisyah akan melepas ikatan Squishy nya, mempermudah tangan kekar itu untuk memainkannya.
Aisyah sudah menggelinjang di atas pangkuan Aldi dia meremas rambut suami nakalnya itu.
Tangan itu bergerilya ke hutan amazon dan mencari sarang ular Pyton di sana, ternyata sarang pyton itu sudah banyak mengalirkan air agar si Pyton bisa berenang di dalam sana.
__ADS_1
Jari Aldi mengecek dinding dinding sarang Pyton dan masuk kedalam dan balik lagi keluar begitu terus sampai mata air menyebut membasahi jari jari Aldi, setelah mata air ke luar banyak baru lah si Pyton di suruh berenang sampai pagi menjelang, entah berapa kali si Pyton mengeluarkan bisanya Aldi pun tidak tau.
Yang dia tau ayam tetangga sudah mulai berkokok baru lah si Pyton tertidur.
Aldi membersihkan Si Pyton dengan tisu yang tersedia di atas nakas sana dan juga membersihkan sarang Pyton sekaligus, karena pemilik sarang sudah mengarungi alam mimpi entah dari kapan.
Aldi lansung membungkus tubuh istri cantiknya dengan selimut tebal karena cuaca yang sangat dingin sudah lah berada di puncak di tambah gerimis turun bertambah lah dingin tubuh mereka.
Aldi mempererat pelukannya, menyalurkan kehangatan kepada sang istri.
Cup..
Satu kecupan sudah mendarat di jidat sang istri.
"Maaf sayang, membuat Ais kelelahan, tapi gimana lagi abang suka" kekeh Aldi di telinga istrinya.
Akhirnya Aldi ikut tertidur menyusul sang istri.
Saking kecapean kedua insan manusia itu, mereka terbangun sudah hampir jam sepuluh pagi, itu pun gara gara kantong kemih mereka sudah kepenuhan minta di buang, dan cacing cacing di perut mereka juga sudah meronta ronta minta di isi.
Eegghhhh..
Lenguh Aisyah terbangun dari tidurnya.
Aldi yang sudah bangun lebih dulu dari sang istri malah sibuk memandangin istri cantiknya itu dengan senyum senyum sendiri.
"Abang..." rengek Aisyah malu di perhatiin sebegitu rupa oleh sang suami.
"Apa sayang..." ucap Aldi menyingkap selimut yang menutupi wajah cantik istrinya itu.
__ADS_1
"Jangan liatin kayak gitu" rengek manja aisyah.
"Kenapa emang? abang kan cuma mau lihat istri cantik abang aja" jawab Aldi ngak mau di salahkan.
"Ncek... tapi Aisnya yang malu" kesal Aisyah.
Hahaha.... iya iya ngak di lihatin lagi, ayo mandi, habis itu kita sarapan atau makan siang ini" kekeh Aldi.
"Memang sudah jam berapa bang?"
"Tuh... jam sepuluh" celetuk Aldi santai.
"Apaa... ya ampun... ngak sholat shubuh dong" omel Aisyah bangkit dari kasur.
"Aduh..." aisyah terjengkit kaget.
"Kenapa sayang..?" tanya Aldi cemas.
"Perih..." ringis Aisyah.
"Abang gendong ya..?' tawar Aldi.
Dan di anggukin oleh Aisyah.
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan vote ya...
"Terimakasih.."
__ADS_1