Suamiku Yang Tak Dianggap

Suamiku Yang Tak Dianggap
Bab 136


__ADS_3

"kamu benar benar biadab Pak..., tidak tau diri, kamu hanya anak pembantu di rumah saya waktu itu, dan di besarkan oleh keluarga saya seperti anak sendiri, di anggakat derajat kamu, oleh keluarga saya, di jodohkan dengan saya yang sudah mempunyai kekasih yang sangat mencintai saya, demi bakti saya kepada orang tua saya dan memenuhi permintaan orang tua kamu, saya rela meninggalkan kekasih saya, tidak cukup itu semua, baru dua tahun menikah, kamu bawa anak perempuan lain ke rumah saya, saya tutupi dari keluarga saya agar kamu tidak di tendang dari keluarga besar saya, dan saya besarkan anak hasil selingkuhan kamu dengan kasih sayang, walau hati saya sakit, dan gara gara anduan kalian dan hasutan kalian saya membenci darah daging saya sendiri, kalian manusia manusia biadab!!"


"Itu karena kebodahan Kamu sendiri Bu... kenapa mau membesarkan saya, jangan salahin orang tua saya, karena kamu, saya dan ibu saya harus berpisah, karena kehadiran kamu wanita ngak jelas, kami hidup terpisah pisah, saya ingin anak sampah kamu itu merasakan gimana hidup menderita, tidak bisa merasakan tidak di cintai ke luarganya, bagaimana hidup sendiri, dari kamu hamil aku sudah bilang ngak mau punya saingan lagi, ngerti ngak sih... kamu bu... itu lah resiko kamu sudah merampas ayah saya dari Ibu saya, enak rasanya klau sudah ke tahuan mau apa kamu!!" tantang Angga tidak tau diri.


Plak....


Buk....


Buk....


Aiss...... sakit bego....!!" bentak Angga saat Bian membabi buta memukul dan meninju Angga tanpa ampun, mendengar ucapan kasar Angga kepada Ibunya, Bian tidak terima.


"Bian...!! apa apaan kamu!! jangan sakiti Angga!" teriak Ayahnya membela anak kesayangannya yang sudah tersungkur di lantai, namun Ibu dan Citra membiarkan itu tanpa ada rasa iba, Ibu dan Citra benar benar sakit hati dengan kelakuan dua laki laki yang selama ini mereka sayangi.

__ADS_1


"Kenapa Bapak takut anak kesayangan bapak yang kurang ajar ini sakit, tapi bapak ngak mikirin perasaan Ibu aku sekarang!!" bentak Bian tak kalah tingginya.


"Sekarang mau kamu apa Mas...?" ibu sudah membuang rasanya kepada suaminya itu, dulu semarah marahnya ibu, dia tidak pernah, menyebut Mas sama Pak Burhan, mungkin sekarang hatinya terlalu sakit, tidak ada lagi embel embel Bapak lagi.


Pak Burhan tersentak kaget dengan panggilan ibu kepadanya, cuma dia lansung menguasai dirinya, karena ego dan masih ingin mempertahankan wanita masalalunya dan dia yakin Bu Isni akan menerima keputusan yang dia ambil, seperti yang sudah sudah, dan dengan gaya pongah dan tak tau diri nya dia meminta hal yang akan membuat dia dan Angga harus terbuang dari rumah besar itu dan kehilangan fasilitas.


Bian dan Citra hanya diam, mereka akan menerima keputusan sang Ibu, sungguh mereka kasihan melihat hidup ibu mereka yang sangat kacau hari ini, namun di balik itu semua, mereka lebih baik melihat ini jauh sebelum mereka ke hilangan banyak harta lagi untuk orang orang yang tidak tau diri itu, dan melihat ibu mereka akan lebih sakit dari ini.


"Jadi karena kamu sudah tau Bapak punya wanita lain, dan wanita itu sudah saya nikahi, karena dia juga ibu dari anak saya wanita yang sangat saya cintai, jadi klau kamu mau tau kemauan saya, kamu terima Ibunya Angga di rumah ini, jadikan madu kamu, dan belikan dia sebuah mobil, karena uang Bapak belum cukup untuk membelikan dia mobil" dengan tidak tau dirinya Pak Burhan meminta yang tidak tidak kepada Bu Isni, menyakiti wanita paruh baya itu yang selama ini menerima diri dia hanya anak seorang pembantu yang lupa diri itu, sakit sungguh sakit hati Bu Isni, namun dia tidak akan menangis di depan orang orang bejad itu.


Citra dan Bian, menahan sesak dan marah melihat kelakuan Bapak benalunya itu.


Angga, jangan di tanya tentu saja dia tersenyum senang, karena ibu kandung nya akan berada di rumah itu, dan dia dengan leluasa bisa menguasai seluruh harta keluarga itu, dan mendepak mereka keluar dari rumah ini, dan menjadikan ibu kandungnya Ratu di rumah ini dan berhayal menjadikan ibu yang selama ini merawat sebagai pembantu di rumah ini dan menjadikan kedua adik lain ibunya itu ladang uang untuk dia dan ibunya hahaha... halu kau Angga...

__ADS_1


"Oh... begitu...!" jawab Bu Isni ambigu membuat hayalan Angga hilang dan kembali ke dunia nyata, dan Pak Burhan kaget mendengar suara santai sang istri, biasanya istrinya itu akan menangis, menjerit dan memohon mohon kenapa sekarang hanya menggunakan dua kata Oh begitu, maksudnya apa, dan membuat hati Pak Burhan lansung ketar ketir.


"Mulai sekarang kalian angkat kaki dari rumah saya dan tinggalkan semua fasilitas yang saya berikan kepada kalian, dan kamu Angga anak tidak tau diri, yang sudah saya besarkan dengan kasih sayang dan mencintai kamu sepenuh hati, namun ini balasan buat saya, maka dari itu keluar kamu dari rumah saya sekarang juga, dan bersyukurnya mobil yang aku pesan diam diam untuk kado ulang tahun kamu yang ke 32th belum di acc, satu lagi, jangan bawa apapun dari rumah ini, apa yang sudah saya berikan kepadamu dan bapak mu semuanya tinggalkan, dan jangan sekali kali kalian bawa, klau sampai kalian bawa, lihat saja apa yang saya lakukan pada kalian!! bentak Bu Isni.


"Kamu keluar dari rumah saya Mas... mulai hari ini kita bukan lagi suami istri, saya akan mengurus surat cerai kita! keluar dari sini jangan bawa apa pun, sejatinya kamu hanya gembel dan tidak mempunyai apa apa, yang di pungut oleh keluarga saya dari jalanan, keluarga saya yang menjadi kan kamu jadi orang yang berharga dan terpandang dan sekarang kembali lah ke jalanan di mana kamu berasal, karena kamu tidak pantas berada di sini!!" usir Bu Isni tanpa ampun.


Duarrr.....


Bagai petir di siang bolong membuat ke dua laki laki tidak tau di untung itu kaget dan panik, mereka tidak menyangka pengusiran Bu Isni, karena dia tau seberapa cinta dan penurutnya Bu Isni kepada Pak Burhan, walau perempuan paruh baya itu keras kepala namun tidak pernah bisa mengusir mereka, tapi hari ini mereka harus menerima kenyataan pahit.


Bersambung....


Hari ini aku up panjang ya....

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote....


__ADS_2