
Hari ini adalah hari pemberitahuan kelulusan Aisyah, Aldi dengan, setia menunggu Aisyah di depan sekolah Aisyah, mereka berencana akan menginap di puncak untuk beberapa hari, dan itu pun mereka sudah mendapat izin dari Para Bibi dan Pamannya, yang penting selalu memberi kabar.
"Ais...!" Teriak putri yang melihat Aisyah baru memasuki gerbang sekolah.
"Hai...!" Lambai Aisyah.
"Kok loe telat?" tanya Dina.
"Mana ada telat, ini aja belum ada guru oceh Aisyah.
"Hehehe... maksud gue, biasanya loe kan paling getol datang pagi" ucap Dina
"Iya klau belajar, kan ini kita nunggu ke lulusan, dari pada deg degan sendiri, mending gue deg degan di samping suami, ada yang meluk" cengenges Aisyah.
"Iya iya yang sudah halal mah beda" gerutu Putri.
Hahaha... pecah lah sudah tawa Aisyah.
Sementara itu Aldi lagi menunggu Aisyah di seberang jalan depan sekolah Aisyah, dia duduk sambil ngopi ganteng di sana dengan fokus memainkan hpnya.
Tidak jauh dari sana, ada sebuah motor metic ikut berhenti di depan sana, melihat ke arah Aldi.
"Itu seperti Aldi" gumam Citra. Iya yang memakai motor metic itu adalah Citra kakak kandung Aldi.
Citra berjalan mendekat ke arah Aldi.
"Di..?!" panggil Citra.
Aldi yang merasa namanya di panggil lansung mengangkat kepalanya, melihat siapa yang memanggilnya.
"Kak Citra..." saut Aldi kaget, menatap sang kakak, yang matanya berkaca kaca melihat Aldi.
__ADS_1
Aldi lansung berdiri, ada rasa rindu yang mendalam bagi Aldi terhadap kakak perempuannya itu.
"Apa kabar dek...?" tanya Citra dengan suara lembut yang belum pernah Aldi dengar dari sang kaka.
"Seperti yang kaka lihat" jawab Aldi dengan suara tercekatnya.
Citra menganggukan kepalanya.
"Kakak ngak kerja?" tanya Aldi menghilangkan ke canggungan di antara mereka.
"Ini mau berangkat, kakak lihat kamu ada di sini, ya udah kakak berhenti" jawab Citra jujur.
Aldi menganggukkan kepalanya.
"Dek, maaf kan kakak yang sudah banyak menyakitimu, mungkin akan susah untuk kamu melupakan kesalahan kakak, tapi kakak berharap kamu mau memaafkan kakak, kakak menyesal sudah berbuat jahat sama kamu, maafkan kakak ya dek, kakak mohon" ucap Citra sambil menangis menatap adik bungsunya itu.
Aldi tertegun mendengar permintaan maaf sang kakak, tidak terbayang oleh Aldi sama sekali Citra meminta maaf kepadanya.
Aldi yang tersadar dari lamunannya, lansung menatap sang kakak.
"Aku sudah memaafkan kakak jauh sebelum kakak minta maaf" ucap Aldi dengan mata berkaca kaca.
"Terimakasih... Dek" Citra lansung berhambur ke dalam pelukan Aldi.
Aldi di buat terkejut oleh tingkah Citra, dia tidak menyangka kakak perempuannya itu akan memeluknya, sudah dari kecil Aldi merindukan pekukan dari kakak perempuannya itu untuk.
Aldi juga membalas pelukan sang kakak lebih erat, dia menyurukan kepalanya kecurug leher sang kakak.
"Begini ya rasanya di peluk kakak" gumam Aldi.
Tangis Citra lansung pecah mendengar ocehan sang adik.
__ADS_1
"Maaf, maafkan kaka dek hiks... hiks..."
"Maaf sudah membuat kamu terluka, maaf sudah buat kamu terusir dari rumah, kakak menyesal dek" pengakuan Citra ke Aldi.
Sementara itu di sebarang jalan sana ada Aisyah yang melihat adengan peluk pelukan Aldi bersama sang kakak.
"Waduh... Aldi sama siapa Ais, kok dia peluk pelukan sih, itu cewek cantik banget lagi" Dina.
"Tuh... mereka pake acara tangis tangisan lagi" celetuk Putri.
"Iya itu Aldi meluk ceweknya erat banget lagi" celoteh Dina.
Mata mereka fokus memandang Aldi dan Kakaknya.
Deg...
Deg...
Deg...
Jantung Aisyah berdegup kencang melihat adengan itu.
"Siapa perempuan yang di peluk sama Abang"
Ingin rasanya Aisyah menangis saat itu juga.
Bersambung...
Haii... jangan lupa like komen dan vote ya.
"Terimakasih..."
__ADS_1