
"Bian..." panggil seseorang saat Bian akan menaiki motor.
"Ya Bang...?!" jawab Bian sopan, yang memanggil Bian adalah Bima, abang sepupu Aisyah.
"Mau kemana?" tanya Bima, saat Bian sudah siap menunggangi kuda besinya, namun terhenti karena kedatang Bima.
"Mau nyari nasi goreng di jalan xx, sama martabak, buat bumil" kekeh Bian.
"Ngak usah ini abang sudah bawa, tadi abang lewat sana, ya udah ingat noh bocah, sekalian deh abang beliin" kekeh Bima.
"Waahhh... abang aku pada mu, untung belum jalan kan akunya" kekeh Bian ke girangan dia tidak perlu lagi capek capek keluar karena permintaan Aisyah sudah di bawain oleh Bima.
Bima terkekeh dengan ucapan abang kandung Aldi itu.
"Yuk, bang... masuk, anggap aja rumah sendiri, jangan malu malu, klau malu malang bang" ucap Bian terkekeh, tanpa di suruh pun, pasti Bima pasti akan masuk ke rumah itu, dia sudah sangat merindukan adik sepupu kesayangannya itu, maklum sudah beberapa hari mereka tidak bertemu.
Bima hanya geleng gelang kepala melihat tingkah konyol Bian itu, namun dia tetap mengikuti laki laki itu masuk ke dalam rumah, dengan membaca salam, dia masuk tanpa basa basi, karena Bima pun sudah biasa berlalu lalang masuk ke rumah Bu Isni itu.
"Assalamualaikum..."
__ADS_1
Bima membaca salam, tentu saja di dengar oleh orang orang dari dalam sana, bagi Aisyah suara itu tidak lah asing lagi, dia tau itu pasti abang kesayangannya.
"Wa'alaikum salam..."
Jawab yang di dalam rumah berbarengan.
"Abang...!" teriak Aisyah bahagia, melihat abang kesayangannya itu sudah berdiri tegap di depan sana, yang masih memakai seragam ke banggaannya.
Bima tersenyum senang, dan lansung merentangkan tangannya, agar sang adik masuk ke dalam pelukannya.
Aisyah lansung berhambur ke dalam pelukan Bima tanpa di minta dua kali.
"Ais, kangen sama abang" manyun Aisyah melihat ke wajah Bima, dia masih setia di dalam dekapan sang abang.
Aisyah malah cemberut mendengar penuturan Bima itu, bagai mana mungkin dia akan cemburu sama anaknya sendiri, mengadi ngadi saja abangnya ini.
Aisyah melihat Bian yang ikutan duduk di sofa, sambil memainkan hpnya, tadi kan Aisyah meminta dia membeli nasi goreng namun kenapa abang iparnya itu masih diam di rumah pikir Aisyah.
"Abang, kok belum berangkat sih! Ais sudah lapar loe" omel Aisyah dengan bibir sudah maju.
__ADS_1
Bian terkekeh mendengar omelan adik iparnya itu, apa lagi melihat bibirnya sudah mencibik karena kesal.
"Tuh... lihat aja noh, dia atas meja" tunjuk Bian, ke arah kantong yang ada di meja sofa itu.
Aisyah melihat ke arang kantong tersebut, dan melepaskan pelukan dari Bim begitu saja, dia lebih tertarik dengan isi kantong di atas meja, Aisyah lansung duduk dan menggapai kantong tersebut.
"Waahhh... kok cepat sampai, kan abang belom jalan, apa abang punya ilmu penghilang" kekeh Aisyah.
"Mengadi ngadi aja kamu, itu abang Bima yang bawa, tadi ketemu di depan, ternyata dia sudah bawa nasi goreng sama martabak" tutur Bian.
"Makasih abang, Ais makin sayang sama abang" Aisyah menatap Bima penuh binar.
Bima hanya tersenyum senang dan mengkusuk rambut adik kesayangannya itu.
Bu Isni datang membawa piring dari belakang.
"Nih, piring sama sendoknya, makanlah, katanya lapar" ujar bu Isni penuh perhatian.
"Makasih Ibu..." cengir aisyah.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan vote ya.....