
Bima langsung merogoh kantong celananya, untuk mengambil telpon celulernya.
"Baik lah baik lah, kami akan memberi uang perawatan anak anda, tapi kami cuma memberi separoh saja, kami tidak mau membayar sampai tiga ratus juta, itu terlalu mahal, ucap Bu Isni lagian itu juga bukan sepenuhnya salah anak kami.
Hahhaa.... Tawa Pak Bayu pecah.
"Anda fikir pengobatan anak kami murah hah!anak kami sempat koma, sempat tambah darah, dan juga operasi, dan belum lagi buat kontrol dia nanti, setelah pulang dari rumah sakit ini, dan juga anda tidak lihat, ini kamar rawat kelas berapa hah!" sungut Pak Bayu.
"Uang tiga ratus juta itu belom ada apa apanya, asal anda tau!" sarkas Pak Bayu.
"Itu sih salah anda sendiri! kenapa ambil kelas vip gini, kenapa ngak ambil kelas tiga aja kan lebih irit!" sinis Bu Isni.
"Sekarang anda mau bayar apa tidak! klau tidak silahkan keluar dan tunggu pengacara saya dan wartawan di kantor polisi sebentar lagi, wajah anak anda sebentar lagi akan terkenal, dan menjadi artis sebentar lagi!" sarkas Pak Bayu.
Ceklek....
Tiba tiba pintu ruangan Aisyah terbuka dan masuk lah Pak Andri, siapa yang tak kenal dengan pengacara kondang itu, yang sering wara wiri di televisi.
Assalamualaikum...
__ADS_1
"Maaf saya sedikit terlambat, tadi di jalan agak macet" kata Pak Andri.
Wa'alaikum salam...
Jawab Orang-orang yang ada di dalam.
"Tidak masalah pak, cuma telat lima menit saja kok" saut Bima ramah.
"Jadi gimana nih pak, apa yang bisa saya bantu? tanya Pak Andri.
"Begini pak, jawab Pak Bayu memulai cerita dan bla bla bla.... Jadi gitu ceritanya pak!?"
"Baiklah kami akan membayar uangnya, tapi tidak sekarang, kami tidak punya uang!" alasan Bu Isni.
"Kapan ada uangnya? kata Pak Bayu.
"Sampai uangnya belom ada di tangan kami, anak anda akan tetap di dalam penjara, kami beri waktu dua hari dari sekarang, klau lewat dari itu proses akan lanjut ke pengadilan!" tegas Pak Bayu.
Pak Bayu sudah muak berhadapan dengan orang yang ada di depannya ini.
__ADS_1
"Baik lah Pak, karna masih menunggu waktu dua hari lagi, saya undur diri dulu, saya masih ada janji sama klien di daerah x?!" kata Pak Andri.
"Baik pak, terima kasih sudah mau di merepotkan dengan kami" ucap Pak Bayu tulus, dia berdiri sambil berjabat tangan.
"Ya udah! kami juga pulang dulu, tunggu aja dua hari lagi kami ke sini lagi!" ketus Bu Isni.dan beranjak pergi tanpa menoleh sedikitpun kepada Aldi.
Melihat tingkah dua manusia sombong itu,mereka hanya geleng geleng kepala.
Setelah kepergian Orang tua Aldi, Pak Diman dan Pak Bayu, mendekat ke Aldi.
"Sabar nak ya nak, jangan kamu masukin hati omongan manusia biadab itu ya, ada kami di sini yang akan melimpahkan kasih sayang buat kamu" kata Pak Diman.
"Mulai sekarang kamu anggap Bapak dan Bibi Orang tua mu nak, seperti kamu sama Pak Diman dan Bu Sri, kamu juga mempunyai abang dan kaka di sini" tunjuk Pak Bayu sama keluarga nya yang ada di sana.
Aldi menganggukan kepalanya.
"terima kasih" pak, sudah mau menerima Aldi?!" ucap Aldi di balas tepukan di bahu Aldi sama Pak Bayu.
Bersambung...
__ADS_1