
"bibik nggak masalah kamu ngajakin non keyra pergi, tapi jangan pulang lebih dari jam dua belas malam. ya, walau besok kalian memang libur sekolah, tapi tidak baik seorang gadis pergi dan pulang terlalu malam" tutur bik sari.
ukuran main malam, itu jam sepuluh atau jam sembilan, tapi ini main mereka berbeda. nonton konser ke mandala yang tentu agak jauh dari rumah. terlebih konser itu baru dimulai jam sembilan , nggak mungkin kan, nyuruh ansel bawa pulang keyra di jam sepuluh?
ansel tersenyum dengan anggukan,
"iya bik, terima kasih udah mengijinkan. saya pasti akan menjaga keyra dan membawanya pulang sebelum jam dua belas malam"
braak!
keyra muncul dibalik pintu dengan masih menggunakan baju dan celana yang tadi. matanya terlihat basah dan ingusan, kentara banget jika dia habis nangis. ansel dan bik sari menatapnya heran.
"umm, maaf sel, aku nggak bisa pergi" ucapnya dengan suara serak.
ansel mendekat, menatap wajah keyra lekat. memastikan jika memang keyra habis nangis.
"key, kamu habis nangis? kenapa? " tanya nya dengan khawatir.
keyra mengalihkan tatapan, terlihat berfikir mencari jawaban yang pas.
"umm..... " tangannya bergerak mengelus perut.
"perutku sedikit melilit, keknya... aku nggak bisa pergi. maaf.... "
"lho, non keyra sakit?" tanya bik sari dengan khawatir.
keyra mengerjap dengan sedikit gugup.
__ADS_1
"i-iya bik. bisa minta tolong buatin wedang jahe? " pintanya, yang lebih tepatnya meminta bibik untuk masuk dan memberi ruang buat ngobrol berdua.
"iya, bibik buatin" segera, bik sari masuk ke dalam.
ansel membuang nafas panjang. kecewa, tentu banget. terlebih harga tiket yang enggak murah. memang sih, orang tuanya punya uang banyak, tapi dia bukan cowok yang suka ngabisin duit orang tua.
keyra menatap wajah penuh kekecewaan itu, merasa bersalah karena tadi sudah menyanggupi.
"ansel, maaf, maaf udah kecewain kamu. tapi... lain kali, kamu nggak perlu beliin tiket. aku nggak bisa janji pergi bebas kek dulu lagi"
ansel menatap wajah keyra, mencari maksud dari ucapan barusan yang terasa sedikit berbeda.
"key-"
keyra sedikit meringis dengan tangan yang meremas bagian perut.
terpaksa ansel menyetujui, mengacak rambut untuk mengalihkan rasa kecewa.
"iya, aku pergi. semoga perutmu cepat sembuh"
keyra ngangguk, sedikit mengulas senyum.
"makasih, dan... maaf karena udah bikin kamu kecewa"
memaksakan untuk tetap tersenyum, walau sebenarnya sangat kecewa.
"iya, kesehatan kamu, itu lebih penting"
__ADS_1
"umm, yaudah, aku pulang" pamitnya.
keyra kembali ngangguk, menatap ansel yang beranjak keluar dari teras rumah. menaiki motor matic, tersenyum dan membunyikan klakson sebelum menjalankan motor. melihat ansel sudah pergi, keyra masuk, menutup pintu.
gegas ia masuk ke dalam kamar, naik ke atas tempat tidur. kembali meraih ponsel, lalu membuka chat roomnya dengan elvanno. ada banyak chat masuk yang tak pernah ia balas. sejak kepergiannya, tak henti elvanno mengiriminya chat setiap hari. sengaja keyra ingin melupakan elvanno dengan tak membaca chatnya. namun elvanno tak merasa bosan atau kecewa.
keyra tidur miring dengan tangan yang masih mengusap layar tipis. pelan air mata menetes membasahi bantal.
{key, kamu tau, hari ini aku dapat nilai tujuh puluh lima, ini nilai terbaik yang pernah aku dapatkan}
{send picture} sebuah kertas berisi tes pelajaran geografi dengan angka tujuh dan lima dipojok atas.
keyra tersenyum dengan linangan air mata. ia ingat saat memukul kepala elvanno dengan pena berulang kali. suami oon nya sangat menyebalkan saat diberi penjelasan tapi nggak juga nyambung. tangan nya kembali menscrool chat room dua bulan lalu yang sengaja tak ia baca.
{send picture} kali ini foto bantal dikamarnya dulu. ada satu tangan yang telentang disamping bantal dengan cincin warna hitam yang melingkar di jari kelingking.
{biasanya akan ada leher diatas tangan ini, lalu kita kelonan sampai pagi}
{kangen banget sama kamu, key... }
keyra makin mengeratkan genggaman ponsel, ingatannya kembali dimana setiap malam yang selalu tidur dikamar yang sama, satu ranjang dan kelonan sampai pagi. dia terisak kecil, bahunya bergetar mengingat kenangan itu.
"hiks... izroil... aku kangen kamu... " lirihnya dengan suara serak.
bik sari mengurungkan untuk memanggil majikannya. membuka pintu yang memang sedikit terbuka itu, lalu meletakkan minuman di atas meja. setelahnya, ia melangkah keluar, cukup paham apa yang dirasakan keyra. tau jika sakit perutnya hanya pura pura untuk menolak ajakan temannya.
-Happy Readingš-
__ADS_1
Jangan lupa like and voteš¤