Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 104


__ADS_3

mulutnya manyun, menjatuhkan pantat di tepi ranjang dengan kasar. tangannya menscrool chat nya dengan elvanno. sudah seminggu suaminya tak pernah lagi mengirim pesan. ya, walaupun dia tak pernah sekalipun membalasnya, tapi membaca pesan yang dikirim elvanno setiap hari cukup mampu mengobati rasa rindunya. selain itu, membuat hati keyra tenang karena itu berarti elvanno masih selalu mencintainya.


namun, seminggu ini ponselnya selalu membuatnya kecewa. pesan yang ia tunggu tak satu pun yang masuk. menggigit bibir bawah, menatap lagi layar ditangan, lalu membuang nafas panjang.


"izroil, kamu udah lupain aku ya? " gumamnya, ngomong sama foto profil di aplikasi hijau yang bergambar wajah tampan suami.


menjatuhkan tubuh ke kasur, lalu menaruh ponsel di kening.


"harusnya aku kan senang, karna memang aku pengen bebas dari izroil" ketap ketip ngerasain hati yang malah jadi kehilangan. mengelus dadaa, tepat di dalam sana, terasa hampa dan merasa ada yang tak lengkap.


"tapi kenapa rasanya nggak enak banget ya? "


hufftt...


menjatuhkan ponsel di kasur, menutup wajah dengan kedua telapak tangan.


"Ya Tuhan... sebenarnya aku kenapa sih?... ada di dekat izroil itu nggak enak, yang ada aku disakitin terus. tapi kenapa ini hati jadi.... jadi.... jadi kangen dia... arrgg! ngeselin! "


berguling, tengkurap dengan kedua kaki terangkat , mengayun, memukul mukul kasur sambil berteriak dengan mulut membekap bantal.


ddrttt... ddrtttt...


dering ponsel mengagetkan, membuatnya segera bangun, menatap ponsel yang berkedip. ada nama ansel dilayar itu.


"hallo, sel" sapanya, menempelkan ponsel di telinga.


"um, jalan ke taman yuk key, minggu nih. pasti rame" ajaknya.


keyra manyun, berdiri, satu tangan berada di pinggang.


"iya"


"oke, aku ke rumah mu ya"

__ADS_1


"hu um"


telpon berakhir. keyra menatap ponsel yang tetap nggak ada chat masuk. memilih menaruh ponsel diatas meja, mengambil ikat rambut, lalu mengikat kuda. ganti pakai sweater dan celana jeans panjang, lalu keluar dari kamar.


"bik, aku pergi dulu ya" pamitnya.


bik sari yang tengah mengelap meja makan, menghentikan usapan tangan.


"lho, masih di jam enam lho non. mau kemana? "


"mau ke taman. mau jalan jalan pagi sama ansel"


"enggak nunggu sarapan dulu? "


keyra geleng kepala,


"enggak, nanti beli bubur kacang ijo di sana" mengulas senyum, lalu melangkah keluar.


keyra keluar dari rumah, melangkah menuju gardu depan. duduk disana menunggu ansel datang. menit berlalu, seorang cowok tamvan datang, memilih bersembunyi dibalik pohon waru. menutup kepala dengan tudung hoddie, menunduk, menyembunyikan senyum bahagia bisa melihat wanita nya sehat dan baik baik saja.


detik kemudian, ada motor matic berhenti di pinggir jalan, tepat di depan gardu. menoleh, menatap keyea yang kini mulai beranjak. kembali cowok itu melajukan motor, meninggalkan gardu, menuju taman.


ansel memakirkan motor di deretan motor yang lain. selanjutnya, dua bocah ini mulai menyusuri jalan pejalan kaki di taman, berjalan dengan bersebelahan menikmati pagi yang cerah.


"key, lo mau kuliah dimana? " tanya ansel, melepas topi, lalu menggunakannya dengan terbalik.


keyra menunduk, menatap kakinya yang melangkah pelan.


"enggak tau. tapi... keknya aku nggak akan kuliah"


ansel meliriknya.


"kenapa? "

__ADS_1


keyra menatap ke arah bunga bunga yang lagi mekar, menghentikan langkah.


"nggak mungkin juga kan sel, aku akan numpang beban ke orang tua angkatku? aku pasti akan hidup dalam balas budi terus. "


"tapi itu udah kewajiban mereka. kan mereka yang buat hidup kamu kek gini"


keyra hanya tersenyum, lalu menunduk lagi.


"eh iya, kamu... kamu beneran udah dinikahin ya? "


mendengar pertanyaan ansel, keyra menoleh, menatap ansel dengan serius.


"maaf, kalo pertanyaan ku nggak ngenakin. tapi... aku beneran penasaran sama chat yang dikirim sama cowok gila itu" ansel menutup mulut.


"maksudku, cowok yang sering balas chat ku. bahkan... dia pernah kirim foto waktu kamu... tidur... "


keyra mengangkat tangan.


"iya, aku juga tau itu" bibirnya mulai mengerucut.


pertanyaan ansel mengingatkannya pada kejadian kala itu. membuat keyra kembali mengingat elvanno yang tak lagi mengiriminya kabar. resah banget, bahkan ada rasa takut, kalo elvanno tak akan peduli lagi padanya.


"ya, aku sama dia udah dinikahin, sel. tapi... aku mohon, kamu jaga rahasia ini ya. aku masih mau sekolah. walau besok enggak bisa kuliah, setidaknya aku lulus SMA" pintanya mengiba.


ansel yang sebenarnya udah tau itu dari pak RT di gang kampung keyra, kini semakin terenyuh. memaksa untuk tetap tersenyum, lalu ngangguk.


"iya, aku akan jaga semuanya dengan baik"


keyra pun tersenyum. setelahnya, hening. mereka berdua diam menatap kedepan. sementara seorang lelaki yang dari tadi mengamati keyra dan ansel, tetap pada tempatnya. diam melihat apa saja yang kedua anak itu lakukan. memang tak mendengar percakapan mereka, tapi terlihat keduanya bertukar senyum, sudah bikin hatinya panas. akhirnya elvanno memilih beranjak, memasukkan kedua tangan di hoddie, lalu pergi dari sana.


-Happy Reading😘-


Jangan lupa like and votešŸ–¤

__ADS_1


__ADS_2