Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 55


__ADS_3

"sialan! dia nggak pernah sendirian. kek nya tuh cewek pacaran sama si bryan deh, vi" ucap acha dengan kesal.


devi memukul stir mobil.


"brengsekk! " kesalnya.


ezhi yang duduk disebelah devi sedikit beringsut,


"si elvanno kok bisa percaya gitu aja ya sama keyra? kek nya dia udah dijampi jampi deh"


devi terlihat kesal, membuang nafas kasar berkali kali. mereka bertiga tak keluar dari mobil. menunggu anak anak keluar dari gerbang sekolah, karena ujian anak kelas dua belas udah lewat sebulan yang lalu. tinggal nunggu pengumuman kelulusan aja.


tak begitu lama, motor gede merah milik elvanno keluar dari gerbang, tapi dia hanya sendirian.


"loh, itu elvanno nggak ngebonceng keyra" seru acha sambil menuding motor yang mulai melesat meninggalkan sekolah.


devi menyunggingkan senyum,


"syukur deh, kalo bebeb gue nggak ngebawa si uler itu. biar si bryan aja yang repot"


dan tak begitu lama, memang keyra diboncengan bryan. ninja hitam itu keluar dari gerbang dengan sangat pelan, disusul motor klx milik dava yang boncengan sama viko. kedua motor itu berhenti sebentar di halaman depan. setelah jalanan agak sepi, mereka menyebrang, berjalan bersisihan sambil bercanda.


devi mulai menyalakan ponsel, mencari kontak seseorang. menempelkan ponsel saat jarinya sudah menekan lambang telpon di layar itu.


"siap siap ya. ninja hitam sama klx hijau" ucapnya singkat, lalu mematikan telpon.


kedua motor itu berhenti paling depan saat lampu merah. bryan membenarkan kaca spion agar bisa melihat wajah keyra dari sana. dava yang tau kelakuan bryan, langsung nabok spion. membuat kaca itu miring.


bryan melotot, balas nabok kaca spion milik dava.


"****** lo! " kesalnya.


"sukanya modus! " ucap dava lirih, tapi tetap mampu di dengar bryan.


viko mepet ke tubuh dava, ikut tertawa menatap bryan yang kembali membenarkan spionnya.


"kek nya ni coro udah bucin aku deh dav"

__ADS_1


dava masih terkekeh, tangannya ditepis kasar oleh bryan sebelum berhasil merusak spion nya lagi.


"jauhin tangan penuh dosa itu, ashu! "


kedua sahabatnya makin terkekeh.


"yan, lo ngerasa nggak sih kalo elvanno sekarang agak beda? " celetuk viko.


keyra hanya diam, menyimak apa saja yang mereka bicarakan. termasuk tentang elvanno ini.


bryan mengidikkan kedua bahu, tanda ia tak tahu.


"whatever. yang penting gue nggak pernah usik dia"


dava nonyor kepala bryan yang tertutup helm.


"dasar teman nggak peka! gue sempakin lama lama! "


bryan membenarkan helm yang jadi miring,


"lah, salah gue apa yak. kok jadi gue yang kena omel? "


tak peduliin bryan lagi, dava segera memutar gas, sedikit membleyer, mengangkat ban depan, sebelum akhirnya kembali menjalankan motor meninggalkan lampu merah.


bryan hanya geleng kepala, lalu memutar gas, menjalankan motor pelan menyusul kedua temannya.


"key" sedikit menoleh agar keyra bisa mendengar apa yang ingin ia katakan.


"iya" keyra memegang kedua bahu bryan, sedikit mencondongkan kepala ke depan.


"kita mampir makan siang ya" ajaknya.


"ummm, lain kali aja deh. aku ada janji sama mama soalnya. takut nanti mama nunggu terlalu lama" tolaknya halus.


bryan ngangguk.


"ok, gue langsung antar lo pulang"

__ADS_1


tepat dijalanan yang agak sepi, tiba tiba motor sedikit oleng. bryan menghentikan motor. memperhatikan kebawah, tepat dibagian ban nya.


"bheehh! " kesalnya dengan nabok tanki motor.


"kenapa yan? " tanya keyra yang nggak tau.


"itu, bannya kempes" jawabnya dengan masih menatap ban depan dan belakang yang sama sama kempes.


keyra turun dari boncengan, ikut menatap ban yang memang kempes.


"huuuft.. ban kamu kempes nya nggak tau waktu" gerutu keyra.


bryan sedikit heran juga, karena nggak biasanya kedua bannya kempes barengan gini.


"ummm, aku cariin taxi ya. biar kamu nggak ditungguin tante rika terlalu lama"


"tapi... kamu disini sendirian"


bryan tersenyum, sedikit bahagia dengan sikap keyra yang memang peduli.


"aku santai, nanti aku telpon viko. biar dia dorong motor gue"


sekitar sepuluh menit, taxi yang mereka tunggu lewat. bryan melambai, membuat taxi itu mendekat dan berhenti tak jauh darinya. brya membukakan pintu bagian belakang, menyuruh keyra masuk. dia membuka dompet, menyerahkan selembar uang ke sopir.


"anterin dia pulang ke jalan manggis, perumahan tokyo nomor dua enam. " ucapnya pada pak sopir.


pak sopir menseting monitor di depannya. lalu mengulurkan uang kembalian untuk bryan.


"hati hati pak. jangan sampai lecet loh. makmum masa depan gue" kembali bryan berucap.


si bapak tersenyum.


"baik, mas"


bryan melambai begitu taxi berwarna biru itu berjalan meninggalkannya. ia mulai merogoh ponsel, melakukan panggilan telpon ke nomor viko, karena kalo telpon ke nomor dava, udah pasti nggak bakalan diangkat. secara, bocah itu yang bawa motor.


"cckk! " desisnya kesal saat panggilannya tak diangkat.

__ADS_1


_**Happy Reading😘_


Jangan lupa tinggalkan like and votešŸ–¤**


__ADS_2