
hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang tengah semester. dengan tak semangat, keyra memasukkan buku ke dalam tas. meraih ponsel yang ada di atas meja, menyalakannya, kembali menatap chat room nya dengan suami. tak ada pesan masuk sama sekali.
keyra manyun, tangannya mulai mengetik beberapa huruf disana. menggigit bibir bawah, ragu akan mengirim pesan itu. membuang nafas panjang, menjatuhkan pantat di kursi, lalu menyugar rambut ke belakang.
"yaampun, kenapa aku jadi galau kek gini sih? " gumamnya. menatap layar ponsel yang masih menyala. meletakkan kembali di atas meja, lalu menjauhkan ponsel dari hadapannya.
"udahlah, lupain izroil. kan tujuan aku balik ke sini mau jauhin dia. kok jadi plin plan"
beranjak, menyampirkan tas dan keluar kamar.
dua puluh menit berlalu, keyra turun dari boncengan. menyalami tangan pak adi yang mengantarkan, lalu masuk ke dalam gerbang sekolah. melihat keyra datang, ansel beranjak dari parkiran, pamit ke beberapa anak anak yang masih disana untuk ngobrol ngobrol.
"key! " panggilnya seraya berlari kecil.
keyra tersenyum, lalu melangkah kecil menuju kelas.
"kamu baru sampai? "
"enggak sih, aku udah disini sepuluh menit yang lalu"
"kenapa masih diluar? " tanya keyra sedikit menatap ke ansel.
ansel nyengir.
"nungguin kamu. pengen masuk kelas barengan"
tak terlalu menganggap itu serius, keyra hanya menggeleng dengan senyuman.
"dasar, ada ada aja"
sesampainya di kelas, keadaannya cukup heboh. semua karena mulut vera yang menginformasikan jika akan ada anak baru yang akan masuk di kelas mereka. anak pindahan yang katanya ganteng, pinter, dan cukup populer di sekolahannya yang dulu.
tak memperdulikan itu, keyra langsung duduk di mejanya. membuka buku tulis dan bersiap untuk mengikuti pelajaran. ansel hanya tersenyum menanggapi celotehan teman temannya. melengos saat mawar melempar senyum manis dengan tatapan ketertarikan.
detik kemudian, keriuhan berganti menjadi hening saat buk anis masuk dengan tangan yang menenteng buku. berdiri di depan kelas, menatap ke depan, kearah semua murid yang juga memperhatikannya.
"pagi semua! "
"pagi, bu! " jawab semua bersamaan.
"hari ini adalah hari pertama kalian masuk. ini semester terakhir ya, jadi jangan harap kalian akan santai santai seperti sebelumnya. kurang dari enam bulan, ujian akhir nasional sudah ada di depan mata. jadi... semangat dan terus belajar" tuturnya panjang.
"ok, kita mulai dengan LKS yang baru" bu anis membuka buku, kembali menatap semua muridnya.
"akilla, kamu ambil LKS di meja guru ya. di meja saya, udah ada beberapa buku dan udah tertulis untuk kelas mana saja"
killa ngangguk, berdiri dari duduknya.
"baik bu"
membenarkan roknya lebih dulu, lalu melangkah keluar kelas. di sebrang sana, elvanno berjalan menuju kelas barunya, ada pak tomi yang berjalan di depan, mengantarkannya untuk masuk ke kelas yang sudah dipilihkan sama pak abram.
sesampainya di depan kelas, pak tomi masuk lebih dulu, menyuruh elvanno untuk menunggunya diluar. berbicara pada buk anis sebentar, lalu tersenyum menatap semua murid.
"umm, hari ini ada murid baru. dia pindahan dari SMA jakarta yang cukup populer." bu anis menatap keluar kelas, dimana elvanno berdiri dengan seragam putih abu abu , ada tas melingkar di dada.
__ADS_1
"sini, masuk" suruhnya dengan tangan melambai.
elvanno membuang nafas panjang terlebih dahulu. nggak takut, nggak gerogi atau gugup. tapi dia hanya mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan keyra. takut kalau kehadirannya, keyra meminta pindah kelas tiba tiba.
melangkah masuk setelah meyakinkan diri. beberapa anak bersorak kagum melihat kesempurnaan fisik elvanno. terutama cewek cewek yang tentu sangat tertarik dan menginginkan untuk dekat dengan teman barunya ini.
bu anis mempersilahkan elvanno untuk naik kepanggung kecil di depan kelas.
"perkenalkan dirimu ya"
tak menyahut ucapan gurunya, tatapannya tertuju pada gadis mungil yang duduk dimeja deretan paling depan yang ada dibagian pojok, samping tembok. gadis yang tak lain adalah keyra. bahkan keyra terlihat cuek, sibuk dengan buku tulis di depannya.
berbeda dengan ansel yang tentu mengingat wajah elvanno. tangannya mengepal dengan raut wajah tak suka.
"perkenalkan namaku elvanno ravindra darel"
spontan, keyra mengangkat kepala setelah mendengar suara dan nama panjang itu. kedua mata melotot melihat orang yang beberapa hari memenuhi pikirannya, sekarang berdiri di depan kelas. ada yang terasa nyeri di dalam dadaa, ini rasa sakit yang... entah.
entah rindu, entah benci, entah....cinta.
"aku pindahan dari SMA Dian Harapan Jakarta. kalian bisa panggil aku elvanno. " membungkukkan sedikit badan.
"semoga kita bisa berteman"
"elvanno, kamu duduk di... " bu anis mencari kursi yang kosong, tapi sayangnya semua kursi sudah penuh. ah iya, ada meja kosong, tapi kursinya nggak ada.
"sini aja buk. nanti killa biar pindah di samping saras" seru tania yang duduk di belakang keyra.
"iya, sini aja, duduk disamping keyra. kasian lho, baru masuk masa suruh ngegotong kursi dari gudang" vera yang duduk samping tania menimpali.
"oh, yaudah, kamu duduk disana ya. nanti biar killa aja yang pindah" suruh bu anis.
elvanno menelan ludah, mencengkeram erat tali tas yang melingkar di bahu. turun dari panggung kecil itu, melangkah mendekat ke meja keyra. melirik keyra sebentar, lalu duduk tepat disampingnya.
tak menatap elvanno sama sekali, tatapan nya fokus ke buku di depan, walau otaknya fokus sama cowok disampingnya. membuang nafas dengan begitu kesusahan melalui mulut. sungguh, dadaanya terasa sesak, kesulitan untuk sekedar bernafas.
elvanno mulai membuka tas, lalu mengambil buku. melirik keyra yang sama sekali tak menatap kearahnya. bahagia, itu udah pasti. tapi disisi lain, ia takut kalau mental keyra belum membaik, dan berakhir membencinya lagi, atau bahkan lebih parah.
siit suiitt!
"yaampun bening banget"
"uuggh, wangi banget lho ver" ini suara tania yang ada tepat dibelakang elvanno.
"eh, dia ganteng gini udah ada yang punya belum ya? "
"kalaupun ada pasti ceweknya di jakarta dong. kita rebut yang masih pacaran kan nggak dosa. "
"hihihi... dasar markonah! "
cukup risih mendengar celotehan teman teman sekelas. adanya kesal, karena mereka nggak seperti teman sekelas di jakarta dulu. disana dulu, nggak ada yang ngomongin elvanno samping kuping. bahkan disini mereka ngomongnya nggak ada malu.
"eh, elvanno" tania mencolek bahu elvanno. yang punya bahu menoleh, mengulas senyum.
"iya"
__ADS_1
"aaa... senyum kamu manis banget, astaga.... " tania memegangi kedua pipi yang jadi merah.
begitu juga dengan vera yang tertawa kegirangan.
elvanno kembali tersenyum, geleng kepala melihat sikap teman sekelasnya.
"kenapa? "
"eh, enggak, follow ig aku dong" pinta tania.
elvanno ngangguk.
"ok, tulis aja nama akun gue, ElvannoIzroil! "
"aaa, ok siip. langsung otewe" sahut tania dengan semangat.
begitu juga dengan vera yang langsung menulis akun instagram milik elvanno.
elvanno sedikit melirik keyra yang terlihat tak suka melihat dirinya berkomunikasi dengan teman temannya. nggak enak, pengen jelasin kalo dia nggak bermaksud tebar pesona atau sok dekat. tapi.. udah lah, cuekin aja. kata sultan kan suruh gitu.
pelajaran berlangsung dengan sangat canggung. berkali keyra melirik elvanno yang serius mendengarkan, bahkan tangannya juga sibuk mengerjakan soal yang diberi oleh bu anis. dia sendiri jadi nggak konsen karena terlalu memperhatikan perubahan elvanno.
tet! tet! tet!
bel tanda istirahat berbunyi, bu anis mengemasi buku, lalu melangkah meninggalkan kelas. elvanno sendiri juga memberesi buku, memasukkannya ke dalam laci, lalu mengambil ponsel, menutup telinga dengan headset.
"elvanno, ayok ke kantin" tania menepuk bahu elvanno.
elvanno menoleh. menatap vera, tania, dan killa yang sudah berada di samping meja.
"uumm... gue... "
"diih, jangan kebanyakan mikir. kita bertiga yang traktir. ayok, kamu belum tau letak kantin kan? sekalian nanti kita kenalin sama tempat tempat yang lain, ayook"
tak bisa menolak, lengannya ditarik ketiga gadis itu, hingga dia berdiri dari duduknya. menyisakan keyra yang melotot tak suka melihat kejadian di depannya.
"key, ayok, ikut ke kantin" ajak vera, karena memang biasanya mereka akan pergi berempat.
keyra menatap elvanno yang terlihat cuek, sama sekali tak menatapnya, malah asik mengusap layar tipis ditangannya.
manyun, keliatan banget kalo dia badmood.
"enggak, aku nggak ikut"
"oh, yaudah, kita ke kantin dulu ya"
"bey, bey... " mereka melambaikan tangan, lalu melangkah meninggalkan kelas.
keyra makin cemberut, manjatuhkan buku dengan kasar keatas meja.
"dasar ganjen! "
-Happy Readingš-
ini part nya disengaja panjang, khusus buat pertemuan keyra dan elvanno..
__ADS_1
jangan lupa like and voteš¤