Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 84


__ADS_3

tristan, elvanno, rika dan abram berada di ruangan dokter yusuf, dokter yang menangani keyra sejak awal masuk.


"bagaimana perkembangan nya dok? " tanya abram yang juga mengkhawatirkan keadaan keyra.


dokter menautkan tangan, bertumpu di meja depan dengan senyum ramah.


"pelan pelan pak, pasti bisa sembuh kok"


jawaban dari dokter yusuf membuat hati mereka sekeluarga sangat lega. terutama rika yang paling kepikiran dibandingkan elvanno yang tentu belum berfikir ditahap keturunan. lobang aja belom pernah lihat. yang lobang asli maksudnya, kalo yang gambar mah... udah katam.


"kalau trauma nya.... kira kira gimana dok? " tanya abram lagi.


"harus sangat pelan pak. dia mengalami depresi yang menumpuk. lebih baik, menjauh untuk sementara waktu. biarkan dia menyembuhkan lukanya. ya... berbagi cerita dengan yang dia percaya"


elvanno menggeleng,


"nggak, gue nggak akan bisa jauh dari keyra"


"van" seru mama


"jangan egois" tristan ikutan komen.


"ini juga demi kebaikan hubungan lo sama keyra. dia butuh waktu"


elvanno gusar, nggak terima jika dia harus jauh dari keyra-nya. tangannya mengepal, mendongak, menatap tristan yang berdiri di belakang.


tristan yang paham, mengelus bahu adiknya.


"gue tau kek apa perasaan lo. tapi ini demi kebaikan. biarin keyra sembuh dulu, nerima lo perlahan. buat dia, ini nggak mudah. "


dokter yusuf ngangguk, membenarkan ucapan tristan.


"jika kalian tetap memaksakan, kemungkinan, dia akan sakit mental. dan... akan lebih parah dari ini"


abram ngangguk, mengelus lengan elvanno.


"baik, dok. kami akan mengikuti yang dokter sarankan"


"iya pak. berdoa saja, semoga pasien cepat kembali seperti semula"

__ADS_1


"iya dok, terima kasih. dan kami permisi" abram menyalami dokter yusuf. setelahnya mereka keluar dari ruangan.


##


"kamu tunggu disini aja. biar mama sama papa yang masuk bicara pelan dan bicara pelan ke keyra" ujar pak abram.


tristan ngangguk,


"pelan pelan ngomong nya pa" pesannya.


abram ngangguk, menatap elvanno yang tak henti menatap ke pintu ruang rawat keyra. wajah sedih itu membuatnya tak tega. kembali mengelus lengan anak bontotnya.


"van, yang sabar" ucapnya.


elvanno melengos, menyembunyikan mata yang mulai mengembun. hati nya perih, lebih sakit dari luka tembak yang di dapat.


"cepat masuk pa" ucapnya tertahan karena tangis.


"ayo pa" ajak mama tak sabar.


detik berlalu. papa dan mama masuk, melangkah pelan. membiarkan pintu tak tertutup rapat agar elvanno bisa melihat wajah istrinya dari celah pintu.


"key" sapa mama saat sudah berada di dalam.


"key, kamu kenapa? ini mama, sayang" rika melangkah pelan.


keyra geleng kepala dengan lelehan air mata.


"udah, udah cukup. tolong jangan lagi ganggu hidup ku. aku nggak mau sakit lagi"


"enggak, sayang. mama nggak akan nyakiti kamu. mama pasti akan lindungi kamu"


air mata keyra semakin deras,


"enggak. jangan deket deket. aku nggak mau! " tolaknya saat rika semakin dekat.


abram menarik tangan rika.


"udah ma. ingat pesan dokter" lirihnya.

__ADS_1


rika menutup mulut, menahan untuk tak menangis, tapi gagal.


"pa, hiks... aku nggak mau keyra kek gini... "


terpaksa abram menyeret mama keluar dari ruangan keyra. memeluk istrinya di luar ruangan, membiarkan rika menangis tersedu dalam pelukan. sedangkan elvanno hanya diam dengan menahan semuanya. beda sama tristan yang beberapa kali memijat pelipis. lalu menatap layar ponselnya. dimana dia sedang merencanakan sesuatu untuk seseorang.


##


sejauh ini, hanya dokter dan suster yang bisa berkomunikasi dengan baik ke keyra. memang tak pernah bercerita tentang isi hati, tapi keyra bisa sedikit mengulas senyum dan lupa akan tangisnya.


kali ini bryan dan yang lainnya menyuruh dara untuk menemui keyra. sangat berharap keyra bisa menerima dara sebagai teman.


"dar, " seru keyra begitu melihat dara masuk.


dara mengulas senyum, sedikit lega karena keyra tak menolak kehadirannya.


"sini" menyuruh dara agar lebih mendekat lagi.


senyum dara makin melebar, berjalan mendekat, lalu duduk di kursi samping ranjang.


"gimana luka kamu, key? "


keyra meraba bahu bagian belakang.


"udah agak mendingan sih"


"kamu... sama siapa kesini? "


"umm.... aku... " mencoba berfikir, mencari jawaban yang pas. karena tristan dan elvanno menanti di pintu luar, menguping pembicaraannya.


"aku udah lama sih di rumah sakit ini"


kening keyra berlipat, ia nggak paham.


"maksud ku.. aku dirumah sakit ini jagain bryan" jawabnya cepat, lalu tersenyum kaku.


"iya, itu... aku ngurusin bryan sampai sembuh"


keyra terbelalak, cukup terkejut mendengar kabar ini.

__ADS_1


-**Happy Reading😘-


jangan lupa like and votešŸ–¤**


__ADS_2