
devi, cewek populer yang terlihat sangat baik. memang sih, dia lebih agresif dibanding dirinya. tapi bukan berarti kelakuannya kek gitu juga kan?
Syok. ya, katakanlah elvanno sekarang sangat syok berat. gimana bisa, ia yang sangat percaya, belain devi, sampai nyalahin istrinya sendiri. malah berujung kek gini. aagghh sial!
elvanno beranjak, berjalan menuju ke kamarnya. begitu membuka pintu, tatapannya langsung tertuju ke keyra. dimana gadis itu duduk bersandar di papan ranjang dengan buku paket pangkuan.
melepas hoddie yang sejak pagi menempel di tubuhnya. melemparkannya kesembarang arah, lalu ikut baik ke atas kasur. menjatuhkan kepala dibantal yang tepat ada disamping pantat keyra. melirik istrinya yang ternyata juga memperhatikan sejak ia masuk tadi.
"nggak usah ngeledek, kalo nggak mau bibir lo tambah bengkak" ancamnya.
keyra sedikit melotot.
"bukannya minta maaf, tapi malah ngancem. dasar izroil jahat" gerutunya.
kembali menatap buku yang kini ia pegang. membaca soal soal dan cara penyelesaian nya di buku itu. menit kemudian, melirik suami yang tengah menerawang, entah liatin apa.
"hmm kamu nggak coba telfon devi? " tanyanya pelan.
elvanno melirik tajam.
"ngapain telfon dia" jawabnya sewot.
"ya... nanyain keberadaannya. mana tauan devi mau jujur kan"
elvanno tetap diam, melayangkan tatapan kesalnya ke keyra.
tak ingin kena cium dadakan lagi, keyra memilih mengalihkan fokus. kembali membaca buku dengan tak konsen. hingga menit berlalu, mereka berdua masih saling diam dengan kecanggungan.
"key, lo liat devi sama om om dimana? " tanya elvanno yang memecah keheningan.
keyra menarik nafasnya dalam, lalu menghembuskan pelan. menutup buku yang ia baca, meletakkan di atas meja.
"masih inget nggak? aku diajakin mama ke acara teman temannya? "
__ADS_1
elvanno diam, mengingat ngingat. beberapa detik berlalu, ia ngangguk dengan terus menatap wajah keyra.
"di caffe itu, ternyata caffe nya mama devi. aku juga kenalan sama mamanya devi. lalu ada om om yang seumuran dengan papa, dia datang, ngajakin devi ke basement, disana... mereka ciuman... ya.. kek kamu cium aku tadi itu. devi dipepetin ke mobil. lalu... " keyra bergidik ngeri mengingat tangan andra yang mengerayangi tubuh devi, bahkan masuk ke dalam rok mini yang dipakai devi.
"iihhh, udah ah. jangan bahas itu. aku merinding. niih, bulu kuduk ku sampai berdiri" menunjukkan lengan tangan yang memang pori pori nya membesar.
"jadi... devi di basement bukan sama garry? " tanya elvanno dengan penasaran.
keyra geleng kepala.
"dia sama om om. bukan sama cowok yang tadi itu"
kembali elvanno menyentak nafas kasar, dia beneran nahan emosi. memilih merem dalam dengan menyugar rambutnya beberapa kali.
"bobok, yuk. key" ajaknya tiba tiba.
keyra menatap wajah elvanno dengan terkejut.
"izroil, apa sih! " kesalnya, berusaha melepaskan tangannya dari cekalan tangan elvanno, tapi kesusahan.
"gue butuh teman" ucapnya melas.
keyra mengerjap beberapa kali, merasa kasihan juga liat suami di khianati pacar tersayang nya.
"bobok sini, ntar gue kelonin"
keyra terjatuh tepat di lengan elvanno. dengan sangat posesif tangan itu melingkar dibagian perut.
membuat tubuh keyra menegang, menahan nafas yang sebenarnya tak diperlukan. susah payah keyra menelan ludah saat hembusan nafas elvanno menerpa tengkuk.
"lo wangi banget, key" lirih elvanno berkata.
dan ucapan itu berhasil membuat keyra makin tegang. langsung bangun, takut terjadi sesuatu yang pernah ia bayangkan.
__ADS_1
"iz.. "
tangan yang melingkar di perut itu membuat keyra kembali tertidur. kini posisinya terlentang. saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat. bisa ia rasakan deru nafas elvanno yang teratur.
keyra kembali menelan ludah, tangannya memegang tangan elvanno yang berada dibagian perut. ingin menyingkirkan tangan itu, tapi malah berakhir saling bertaut. elvanno mengenggam erat tangannya, jari jari mereka saling bertaut erat.
pelan, kepala elvanno makin mendekat. membuat keyra merem merasakan hembusan nafas yang begitu hangat. melihat istrinya merem, elvanno tersenyum. tatapannya terarah ke bibir bawah keyra yang masih merah. dengan sangat pelan ia menempelkan bibirnya disana.
tok! tok! tok!
"van, key, kalian di dalam? "
panggilan dan ketukan pintu dari luar membuat kedua manusia yang diatas kasur itu sedikit terkesiap. bibir yang hampir ******* bibir keyra itu, terpaksa menjauh. beranjak, bangun dengan tangan menyugar rambut. menoleh, menatap keyra yang terlihat gugup, membenahi kaos yang sempat terangkat karena genggaman tangan mereka tadi.
"van, key! " kembali suara mama terdengar di luar.
"iya, ma. kita di dalam" elvanno yang jawab.
"oh, yaudah. soalnya tadi papa telfon kamu tapi nggak ada respon"
elvanno celingukan, meraba saku celana, mencari keberadaan ponselnya.
"hmm hp ku ada di ruang tamu kek nya" gumamnya lirih.
"ayok, kita makan siang dulu. itu makanan udah disiapin" ajak mama.
"iya, ma. kita keluar" kali ini keyra yang jawab. segera turun dari atas ranjang dan masuk ke kamar mandi untuk cuci muka.
_**Happy Reading😘_
Jangan lupa like and vote ya guys🖤
author sedih kalo nggak ada yang vote😢**
__ADS_1