Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 51


__ADS_3

beberapa menit berlalu, keyra keluar dari kamar mandi. tentu sudah dengan baju santai dan celana pendek. menatap ke arah suami dengan sangat malas.


"mending kamu balik ke kamar mu. aku mau istirahat, bobok siang" usirnya, mendekati elvanno yang masih saja menatap nya tajam.


dengan cepat elvanno narik tangan keyra. membuat keyra terduduk di pangkuannya, lalu kedua tangan elvanno melingkar ke tubuh mungil itu. mengungkung keyra disana.


"ngeluyur kemana sama bryan? "


tubuh keyra menegang, tak bisa menggerakkan tangan sama sekali. ia menelan ludah dengan susah payah. kini tubuhnya benar benar mepet ke elvanno, terlebih tatapan elvanno yang terlihat siap memangsanya hidup hidup.


"izroil! jangan kek gini. kamu bikin aku takut" suaranya sedikit bergetar, dia benar benar ketakutan.


elvanno tak memperdulikan ketakutan keyra, tetap menatapnya tajam, tak ada senyuman seperti biasa.


"udah gue bilang kan, putusin bryan. kenapa malah kencan? "


keyra menelan ludah, menoleh, balas menatap suami yang jaraknya sangat dekat.


"kita nggak kencan. cuma berangkat dan pulang bareng aja kok"


elvanno mencibir, membuang nafas kasar. sangat tak percaya dengan jawaban keyra.


"ngapain pakai hoddie bryan? "


"tadi seragamku ketumpahan saos" jawabnya gemetar.


untuk pertama kalinya ia berada dipangkuan seorang lelaki, dan ini membuatnya sangat tak nyaman.


"gue cemburu key. bisa kan, putusin bryan? "


keyra mengerjap beberapa kali, pengakuan elvanno membuatnya merasa senang, tapi tetap takut karena posisinya sekarang ini. kepala nya menggeleng pelan, menjawab permintaan suami yang entah keberapa.


elvanno membuang nafas kasar,


"gue udah putusin devi. kenapa elo nggak putusin bryan? "


"aku nggak pernah minta kamu putusin devi" jawab keyra seadanya.


elvanno makin merasa kesal dibuatnya. apa yang dikatakan keyra memang benar. keyra tak pernah memintanya untuk putus dari devi.

__ADS_1


keyra berusaha untuk menyingkirkan tangan elvanno.


"izroil! jangan gini, aku nggak nyaman"


elvanno memutar tubuh, menjatuhkan tubuh keyra keatas tempat tidur. cepat ia mengungkung tubuh keyra dari atas. bertumpu pada kedua tangan agar tubuhnya tak benar benar menindih keyra. menatap wajah polos istrinya yang terlihat ketakutan.


sedangkan keyra mencengkeram erat kedua kaos dibagian pinggang, merasa kesulitan walau hanya sekedar bernafas saja. dadanya sampai kembang kempis seking sesak nafas.


"izroil, kamu mau apa? " suaranya terdengar tertahan.


elvanno mengelus pipi keyra, tersenyum menyeringai menatap wajah yang ketakutan itu.


"mau nyervis lo"


"hah? " terlihat banget wajah yang sangat polos itu enggak paham


"aku bukan kipas angin yang harus diservis" jawabnya polos.


elvanno mengelus leher keyra, membuat sensasi merinding yang sangat geli.


"tapi elo itu mirip balon, yang tak akan terlihat indah jika tidak ditiup"


"kamu ngomong apa sih. aku makin nggak ngerti"


elvanno menunduk, berbisik di telinga keyra.


"putusin bryan. gue cemburu elo dekat dia"


menggigit cuping keyra, lalu mengendus leher, menciumnya pelan.


keyra makin menegang, merinding dibuatnya.


"izroil, kamu ngapain sih, geli banget... egghh"


elvanno mengangkat kepala, menatap wajah keyra yang merem sambil menggigit bibir bawah. merasa suami tak menciumi lehernya, ia mulai membuka mata. menelan ludah saat menatap wajah elvanno yang tepat di depan wajahnya.


"putusin bryan ya" pintanya lagi.


keyra menggeleng,

__ADS_1


"aku udah bilang. aku ngga---"


tak ingin mendengar penolakan lagi, elvanno menempelkan bibirnya tepat di bibir ranum keyra.


******* bibir bawah keyra cukup kasar, menyalurkan kemarahan melihat kedekatan keyra dan bryan.


baginya, keyra adalah haknya, semua yang ada di tubuh keyra adalah miliknya. nggak seharusnya keyra selalu dekat dengan bryan.


"eegghh... " lenguh keyra saat elvanno sedikit menggigit bibir bawah nya.


merasa ada kesempatan, elvanno memasukkan lidah, menyusuri setiap sudut dalam mulut keyra. menyapa lidah keyra yang memang hanya diam tak membalas ciuman sedikitpun. ini sangat jauh berbeda dari devi. ah, bukannya beginilah yang polos? yang masih bersih tak pernah tersentuh oleh bibir siapapun.


ia melepas pagutan saat kedua tangan keyra mendorong kuat dadanya. gadis itu terengah, kehabisan nafas. hingga ia terlihat meraup oksigen sebanyak banyaknya.


elvanno mengelap bibir basah keyra,


"terserah kalo enggak mau putus. tapi inget. elo itu sah milik gue. cuma gue yang berhak atas semua yang elo punya. termasuk tubuh elo ini. jangan pernah lakuin macam macam sama bryan atau siapa saja."


keyra masih terengah, menatap suaminya tak paham.


"macem macem apa? "


elvanno menyunggingkan senyum. mendaratkan kembali bibirnya di bibir keyra, hanya sekilas saja.


"ciuman contohnya"


keyra menggeleng,


"enggak kok, aku pertama kali ciuman sama kamu. dan selama ini, cuma kamu yang pernah nyium aku"


senyum manis terukir di bibir elvanno. merasa bangga karena ia adalah yang pertama.


"cium lagi boleh kan? "


"bentar, aku tarik nafas dulu"


_**Happy Reading😘_


jangan lupa like and votešŸ–¤**

__ADS_1


__ADS_2