Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 88


__ADS_3

"selamat tinggal. aku pergi"


keyra melangkah mundur, lalu berbalik. air mata kian deras, bahkan ia sampai terisak kecil. dengan cepat kedua tangan menghapus mata. lalu menatap bik sari yang menantinya sejak tadi.


"ayo, bik" ajaknya.


bik sari menoleh, menatap elvanno yang masih berdiri dengan lelehan air mata menatap keyra. menelan ludah, ia tak tega melihat majikannya sakit seperti ini.


"non, non keyra udah yakin? " lirih bibik.


keyra menatap ke arah lain, tangannya mengepal. bohong jika ia tak menginginkan dekat dengan elvanno. tapi sumpah, dia sangat takut. ini sakit, ini nggak mudah.


keyra menutup wajah dengan kedua tangan, tangisnya tak bisa dihentikan. detik kemudian, ia berusaha hentikan tangis. melangkah keluar dari rumah sakit.


elvanno nggak bisa hentiin langkah keyra. ia menjatuhkan tubuhnya yang lemas, bertumpu pada kedua lutut. menjambak rambut dengan sedikit kencang untuk menyalurkan rasa sakit. tangis nya masih saja membuat kedua bahu bergetar.


"salah gue apa? kenapa ini sakit banget.... " lirihnya disela tangis.


##


pukul 02.30 pm.


keyra, pak adi dan bik sari keluar dari bandara dengan taksi. selama perjalanan, tak hentinya keyra mengusap mata. sakit pasti, harus berpisah dari mereka yang menyayangi. terutama elvanno yang mulai bisa ia cintai. tapi, ini adalah pilihan terbaiknya.


perjalanan kurang lebih satu jam, karena jalanan sedikit macet. liburan akhir sekolah sebelum pada masuk di hari senin depan. membuat jalanan menuju puncak bogor macet.


taksi berhenti tepat di depan gardu, karena rumah peninggalan kedua orang tua keyra ada di belakang gardu. pak adi mengeluarkan tiga koper dan satu tas ransel. membayar tagihan, setelahnya, taksi itu kembali melaju meninggalkan mereka.


keyra mengernyit, berhenti melangkah. menatap heran pada rumah yang kini ada di depan mata. rumah reotnya yang duku berdinding triplek, lalu genteng hitam jamuran serta pintu depan yang sudah bolong itu berubah total.


yang ada di depannya ini rumah minimalis yang lumayan mewah. dinding dari tembok bercat hijau, ada kursi panjang di teras depan serta meja kecil. bahkan terlihat jika belum lama dibangun.


"non, kenapa? rumahnya yang mana? " tanya bibik yang tentu nggak tau apa apa.


keyra sedikit terkesiap, menunjuk rumah di depannya.

__ADS_1


"rumah ayah duku disini, bik. tapi... tapi rumah nya bukan kek gini"


keyra celingukan menatap samping rumahnya. semua masih sama, rumah tetangganya masih sama, bahkan letak gardu juga ada dibelakangnya sekarang. tapi kenapa rumahnya beda?


"non keyra lupa letak rumahnya? " tanya pak adi yang ikutan bingung.


keyra geleng kepala,


"aku yakin, pak. rumahku disini kok"


tak begitu lama, pak dukuh datang dengan mengendarai motor. berhenti tepat disamping koper yang berjejer. tersenyum ramah, menyalami keyra dan kedua orang disampingnya.


merogoh saku kemeja, lalu mengeluarkan kunci.


"ini kunci rumahmu"


keyra menatap kunci yang ada di tangan pak dukuh, lalu menatap ke rumah yang jelas berbeda.


"rumah saya dapat bantuan bedah rumah ya pak? " tanyanya yang tak tahu.


pak dukuh sedikit tersenyum, lalu geleng kepala.


kedua mata keyra melotot, terkejut tentunya. siapa yang bangun?


"rumah saya dibeli orang? " tanyanya yang tentu berpikir kesana.


tawa pak dukuh makin terdengar.


"enggak key. ini rumah kamu. yang bangun ya mertua kamu lah"


mata keyra melotot dengan membulat sempurna.


"papa" lirihnya. nggak nyangka banget papa mertuanya akan sampai seperti ini.


pak dukuh ngangguk,

__ADS_1


"iya, papa mertuamu ngirim duit ke saya. suruh bangun rumah kamu ini sama ngisi perabotan di dalam rumah. karna katanya kamu mau pindah tinggal disini lagi. ini pembangunannya cepat lho, key. cuma tiga minggu lebih beberapa hari. tapi... semoga kamu suka sama desain rumahnya ya"


keyra kesulitan menelan ludah. nggak bisa bayangin seberapa banyak uang yang dihabiskan papa buat bagusin rumah serta ngisi perabotan.


"ini, sekalian kunci motornya" pak dukuh menyerahkan kunci motor ke keyra.


dengan wajah masih bingung, keyra menerima kunci itu.


"maksud pak dukuh gimana ini? "


menepuk kepala motor matic yang tadi ia bawa.


"ya ini. motor buat kamu, kalau mau pergi pergi"


keyra makin terbelalak.


"bapak nggak salah kan? " tanyanya sangat tak percaya.


pak dukuh kembali tertawa, ekspresi keyra terlihat sangat lucu.


"bapak mertuamu nggak mau kamu kekurangan kek dulu lagi. makanya dia ngasih kelengkapan kek gini" menepuk bahu keyra pelan.


"akan ada pelangi setelah hujan. kamu pintar, pasti kamu tau maksudnya"


"yaudah, saya permisi" menyalami bik sari, pak adi serta keyra.


"makasih ya pak" seru pak adi.


pak dukuh ngangguk dengan senyuman,


"bisa ke rumah, atau telpon jika membutuhkan bantuan"


"iya pak, pasti" kembali pak adi yang menjawab.


seperginya pak dukuh, mereka bertiga masuk ke dalam rumah. keyra tak henti terkejut melihat isi rumah yang udah ada sofa, ruang makan, kulkas, bahkan mesin cuci dan dapur yang udah jadi bagus.

__ADS_1


-**Happy Reading😘-


yakalii dari jakarta ke bogor pake pesawat😅author ada ada aja ya kan🤣yaudah lah gpp,nikmati aja ya guys🤣😘jangan lupa like and vote🖤**


__ADS_2