
"kamu ngomong apa sih beib? "
"udah lah, nggak usah pura pura lagi. mulai sekarang.. kita putus"
"beib" menarik tangan yang hampir melangkah meninggalkan balkon.
berjalan cepat, berdiri dengan sedikit mendongak menatap wajah masam elvanno.
"kamu kenapa tiba tiba minta putus? aku salah apa? " tanya nya dengan wajah yang terlihat sebagai korban teraniaya.
elvanno kembali menepis tangan devi, menyentak nafas kasar.
"elo kan, yang udah ngebully keyra di toilet? tapi dengan mulut busuk lo itu, lo melempar taii ke geng nya sam. gue beneran nggak nyangka" elvanno geleng kepala dengan sedikit menyunggingkan senyum penuh kekecewaan.
kedua mata devi melotot, cukup terkejut mendengar apa yang keluar dari mulut elvanno. sangat terlihat jika tubuhnya menegang.
"beib, aku bis---"
"nggak perlu" elvanno menggeleng cepat, memotong kata kata devi.
"lo nggak perlu jelasin apapun ke gue. gue udah sangat tau apa yang lo lakuin di belakang. cckk! nggak nyangka, ternyata.... lo jadi sugar baby ya"
bibir yang dilapisi lipstik berwarna nude itu sedikit menganga dengan mata melotot. aura panas mulai keluar dari tubuhnya, darah seakan berhenti mengalir mendengar apa yang keluar dari mukut elvanno.
devi geleng kepala.
"beib"
elvanno mencibir, melirik belahan devi yang terlihat.
"gue ngerasa sangat beruntung belom pernah sedikitpun nyusu di usus lo" menunduk, berbisik tepat di telinga devi.
"bekas mulut nya kakek kakek. jijik.uuweeek! "
usai ngomong gitu, elvanno melangkah keluar dari kamar devi. menyisakan devi yang menggeratkan gigi dengan rahang yang mengeras. kedua tangannya mengepal erat menyalurkan kekesalan.
elvanno berlari masuk ke dalam rumah, tak menatap kiri kanan, tujuannya adalah kamar keyra. kali ini ia ingin sekali memberikan kabar terbaru tentang putusnya hubungan dengan devi.
__ADS_1
brak! brak!
"key! " teriak nya di depan pintu kamar keyra.
tangannya memutar handle pintu, bisa dibuka.
ternyata pintu itu tidak dikunci. matanya meneliti setiap sudut kamar yang tak ada siapa pun. melirik pintu kamar mandi yang gelap dan sepertinya memang tidak ada orang. kembali ia menutup pintu, lalu masuk ke kamar nya.
usai ganti baju dan cuci muka, ia melangkah keluar kamar. menuruni tangga dengan tergesa.
"ma!, mama!, ma! " teriak nya, beneran mirip di hutan.
"ma! " elvanno mengetuk pintu kamar mamanya, tapi tak ada tanggapan.
"nyonya pergi den" dengan sedikit tergopoh bik sari menghampiri anak majikannya itu.
elvanno sedikit murung.
"pergi kemana? "
"den tristan juga pergi dari pagi, belum pulang"
"keyra kemana? "
"non keyra belum pulang den"
"hah!? keyra belum pulang? " tanya nya tak percaya.
bik sari ngangguk.
"dari sekolah pagi tadi, non keyra memang belum pulang den"
"hufftt" elvanno menyugar rambut.
tak mengatakan apapun, ia melangkah dengan malas menaiki tangga.
memilih mencari angin di balkon. menatap ke arah jalan yang tak begitu ramai. menatap layar ponsel dengan perasaan tak tenang. baru aja dikhianati, nggak mungkin kan kalo ia juga akan kehilangan istrinya?
__ADS_1
memilih duduk di kursi balkon, masuk ke menu game, lalu memainkan game dengan tak tenang.
berkali kali layar itu menampilkan 'game over' yang membuatnya semakin kesal.
setengah jam berlalu, ia beranjak. kembali melirik jalan masuk ke komplek perumahan yang ia tempati. masih saja sepi, tidak ada tanda tanda kepulangan sang istri.
kembali menyentak nafas kasar, lalu masuk ke kamar nya, keluar dan masuk ke kamar keyra. naik diatas tempat tidur, menyandarkan punggung di papan ranjang. meraih buku yang tak jauh dari sana.
tulisan tangan keyra memang tak terlalu bagus, tapi terlihat sangat rapi. terlebih buku catatan yang sangat mudah dipahami dan teliti.
ceklek!
matanya melotot, sangat terkejut saat melihat keyra memakai hoddie bryan. keyra pun sama terkejutnya melihat elvanno ada di dalam kamarnya.
keyra menyentak nafas kasar, naruh tas diatas meja.
"kamu ngapain di kamar ku? "
elvanno segera turun dari ranjang, mendekati keyra yang melepas sepatu.
"asik ya, punya pacar. jam segini baru pulang." marah elvanno menatap keyra dengan tajam.
kembali keyra menghembuskan nafas kasar.
"biasa aja sih"
keyra terlihat begitu cuek, sama sekali tak pedulikan suami yang terlihat sangat marah. katakanlah jika ia memang sedang balas dendam, mencoba membuat suami kalang kabut dengan semua ini.
tak membalas tatapan marah itu, memilih membuka lemari, mengambil baju ganti, lalu ngeloyor begitu saja ke kamar mandi.
sedangkan elvanno memukul sandaran kursi dengan sangat kesal. menghela nafas berkali kali untuk menahan amarahnya. mendudukkan pantat di tepi ranjang, menanti istrinya keluar.
beberapa menit berlalu, keyra keluar dari kamar mandi. tentu sudah dengan baju santai dan celana pendek. menatap ke arah suami dengan sangat malas.
_**Happy Readingš_
Jangan lupa like and voteš¤**
__ADS_1