Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 68


__ADS_3

Teguh Andra Ragansa


tristan mengetuk kening beberapa kali. begitu juga dengan abram yang terlihat berfikir keras. elvanno diam, memikirkan ada hubungan apa keyra dengan andra, hingga andra harus membawa pergi keyra-nya.


"betewe kak, om, gue mau nanya" suara dava membuat mereka yang ada diruang tv mengarahkan pandangan padanya. dava nyengir memperlihatkan gigi putih nya.


"ini si pak andra ini, siapa sih? kamsud gue, dia itu pengusaha apa? suaminya siapa? atau bapak nya siapa? "


semua mata beralih menatap tristan, lalu abram yang ternyata saling berpandangan.


"andra ini punya perusahaan tekstil di bandung, nggak terlalu besar sih, tapi dia cukup sukses dengan bisnis sampingan nya" tutur abram.


tristan menegakkan duduknya, kedua alis bertaut.


"bisnis sampingan? "


papa ngangguk, menyesap kopi miliknya yang ada di atas meja.


"papa juga kurang tau, bisnis apa yang dia jalan kan. tapi denger denger keuntungan nya sangat besar"


"coba cek deh, semua keluarga nya" suruh elvanno pada viko yang ada di depan laptop.


viko diam tak menjawab, tapi tangan nya sangat lincah menuliskan beberapa huruf. detik kemudian, ia mulai menggerakkan kursor.


"teguh andra ragansa, pria berumur tiga puluh sembilan tahun, suami dari wati etilasya"


memdengar nama itu, kedua mata tristan membulat, sangat kentara jika ia begitu terkejut dengan nama wati etilasya.


"memiliki satu anak laki laki bernama garry bintang ragansa yang tahun ini telah lulus dari sekolah menengah atas. tuan andra mempunyai perusahaan tekstil terbesar di kota bandung.... "


"stop dulu deh vik, " suruh elvanno.


"garry ini anak sekolah tetangga itu bukan sih? " lanjut elvanno , bertanya pada viko dan dava.

__ADS_1


hening untuk beberapa detik, bahkan hingga hitungan menit. viko dan dava terlihat diam mengingat, sementara tristan mengepalkan tangan, dia bersumpah akan memberantas seluruh keluarga andra jika apa yang ada dipikirannya itu benar.


abram sendiri mengetuk dagu, berfikir dalam.


"wati, aduuhh.... papa kok kek nggak asing sama nama ini ya. apa dia ini teman ngumpul nya mama ya van? " natap anak bungsunya.


elvanno mengedikkan kedua bahu, tanda ia tak tahu.


papa bangkit dari duduk,


"coba papa mau nanya ke mama dulu, seperti nya dia tuh teman ngumpulnya mama" setelahnya, abram berlalu masuk ke dalam kamar.


"eh, bener van. garry itu pacarnya teman pacar lo. liat nih" viko menunjukkan foto garry yang ada di aplikasi biru, dimana ia berfoto dengan ezhi, sahabat nya devi.


elvanno mengerutkan kening,


"iya, emang dia orang nya. terus, apa hubungan nya sama keyra? kenapa sampai keyra diculik? "


dava nonyor kepala elvanno cukup kencang, sampai cowok tampan itu hampir oleng.


tak terima, elvanno ngebogem lengan dava dengan wajah marah.


"lo apaan sih anjiing! "


"masa sampai sini lo nggak paham sih?! ****** benar jadi orang! " kesal dava.


viko menoleh, menatap elvanno yang terlihat marah.


"bisa aja kan, devi nggak terima karena lo putusin. lalu minta tolong ke ezhi untuk bikin perhitungan sama keyra. karena dia nggak mau main sendiri, makanya pakai tangan orang lain. "


seketika itu, kedua mata elvanno membulat sempurna. langsung ninju bahu viko.


" lo bener bangsaad! "

__ADS_1


"astaga,.. lo jadi manusia kok kek coro sih! ngeselin! "


####


di seberang sana, seorang gadis mungil yang memakai segaram SMA, putih abu abu, meringkuk diatas tempat tidur. tepatnya di dalam sebuah kamar apartement yang terbilang cukup mewah.


kedua mata sembab dan bengkak, karena hampir tiga hari ini ia tak berhenti menangis. perut yang perih menahan lapar, sama sekali ia abaikan. tak peduli lagi dengan kesehatan atau apa pun itu. di pikiran nya hanya wajah elvanno. sangat berharap pada satu orang itu untuk menyelamatkan nya.


"izroil.. hikss.... kenapa kamu enggak datang? kenapa enggak jemput aku?... aku takut.... " lirih nya lemah.


tubuhnya sangat lemah karena tidak ada asupan yang masuk. sampai sampai untuk sekedar bangun saja ia merasa tak kuat. sekalipun mati, keyra benar benar merasa tak peduli, bukan kah di dunia ini ia tak mempunyai siapapun? lalu... untuk siapa ia tetap bertahan hidup? bahkan elvanno yang kini ada dipikirannya saja tak kunjung datang untuk menjemput.


setetes air mata menetes begitu saja membasahi bantal yang ia gunakan untuk tidur. sekelebat wajah bryan yang bersimbah darah kembali terlintas di ingatan. tangan nya mencengkeram erat selimut tebal yang membungkus tubuh. ia kembali terisak.


"bryan.. hiks.. semoga kamu baik baik saja" lirihnya.


ceklekk!


pintu kamar terbuka, keyra merem, tak henti tangan nya mencengkeram erat selimut untuk menyalurkan rasa takutnya.


"ppcck! " desis seorang lelaki yang diperintah untuk menjaga keyra.


ia menarik piring berisi makanan yang pagi tadi ia kirim, utuh, sama sekali tak tersentuh. lalu meletakkan makanan yang baru ditempat yang sama.


"heeh! makan! kamu butuh makan, nangis terus enggak makan, nanti langsung mati! " ucapnya dengan bentakan.


keyra tak bergeming, masih meringkuk membelakangi, bahkan tak berani hanya sekedar untuk membuka mata. sampai dirasa pria itu berjalan menuju pintu, lalu pintu kembali tertutup rapat.


kembali keyra menangis terisak,


"Ya Tuhan, aku salah apa? hiks... dulu kau ambil ayah dan ibu, orang yang paling penting buat aku. hingga aku harus menahan sakit karena tak lagi punya siapa siapa. sekarang.. hiks.. kenapa kau tempatkan aku disini?... hiks.. hiks... aku salah apa, Ya Tuhan.... kenapa sulit banget buat hidup tenang? apa orang yang menginjak umur tujuh belas tahun harus mulai mengalami semua masalah berat ini?..." lirihnya lagi.


"izroil.. tolong aku... aku nggak punya siapa siapa...cuma kamu yang aku harapin.. izroil... hiks... hiks... aku takut... "

__ADS_1


_**Happy Reading😘_


Jangan lupa bantu like and votešŸ–¤**


__ADS_2