Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 28


__ADS_3

seketika itu keyra menatap devi dengan tatapan tak terima.


"kamuu.. "


"key, setidaknya lo hargai orang yang mau berbuat baik. lain kali engga usah begitu. devi kesini cuma mau minta maaf karena kemaren nggak bisa nolongin lo dari sam dan aldi" tutur elvanno panjang.


kedua tangan keyra terkepal dengan nafas yang memburu.


"kalian keluar dari kamarku! " ucap keyra menahan emosinya.


devi dan elvanno saling tatap. lalu menatap keyra yang membuang muka.


"yaudah.. semoga cepat sembuh ya key.. aku minta maaf soal yang kemarin.. aku pulang dulu" ucap devi penuh drama.


berbalik, tersenyum penuh ejekan. lalu melangkah kaluar kamar keyra. elvanno mengekor di belakang devi. mata keyra berkaca kaca menatap dua punggung yang menghilang dari kamarnya. dadanya bergemuruh tak terima perlakuan elvanno yang sama sekali tak mempercayainya. bahkan tadi, devi dengan sengaja meludahi makanan keyra, oleh karena itu lah keyra dengan sangat sengaja menepis piring tersebut.


mengusap kasar mata yang berlinang, tak ingin terlihat cengeng. tapi tetap saja air mata itu menetes membasahi kedua pipi.


"Ya Allah.. hiks.. hiks.. aku nangisin apa sih" menutup wajah dengan kedua tangan. menarik nafas dalam, namun isakan itu tak dapat ia sembunyikan.


"kenapa dadaku rasanya sakit banget.. Ya Allah.. aku kenapa.. hiks... aku belum mau mati.. "


"astaga, key" dengan sangat terkejut tatapan mama terarah ke lantai. dimana piring itu pecah.


"kamu nggak apa apa kan sayang" tanya rika dengan sangat khawatir, duduk disamping keyra.


"ma.. " seru keyra dengan suara serak. berhambur memeluk mama.


"aku.. engga apa apa ma.. " menangis dipelukan mama mertua nya


mama mengelus punggung menantunya, merasakan detak jantung yang tak normal.


"udah jangan nangis, biar nanti elvanno diomelin sama papa"


keyra geleng kepala.


"aku engga apa apa ma.. " suara serak nya bikin mama tak tega


memilih diam, membiarkan keyra menumpahkan tangis di dadanya. setidak nya hanya ini yang bisa mama lakukan. karena kesalahan terbesar anaknya tidak bisa ditebus dengan apapun. mama melepas pelukannya setelah merasa jika keyra sedikit tenang. mengusap kedua pipi keyra yang basah, dan menyingkirkan anak rambut keyra yang menutupi wajah.


"udah jangan nangis lagi, mama ambilin makan lagi ya, kamu juga butuh makan, abis tu istirahat"

__ADS_1


keyra hanya ngangguk, ia hanya nurut apa yang dikatakan mama mertuanya.


elvanno balik ke rumah setelah satu jam berlalu. entah ia mampir kemana, yang jelas devi membuat drama yang membuat elvanno tak dapat pulang cepat.


"van." panggil papa yang duduk di ruang tengah.


menatap papa yang juga tengah menatapnya. diam, menunggu papa yang kini beranjak berjalan mendekatinya.


"kamu dari mana? "


"antar devi pulang" jawabnya santai. kembali melangkah menaiki tangga.


geram akan kelakuan elvanno, membuat papa meradang.


"mulai hari ini, papa bekukan rekening kamu! papa juga sita semua fasilitas yang kamu pakai. mama yang akan kasih uang jajan kamu sekali seminggu"


reflek langkah kaki elvanno terhenti, berbalik dengan mata melotot dan mulut membulat.


"pa.. " ucapnya tak terima. kembali menuruni tangga dan berdiri di depan papa.


"pa.. "


tak mampu berucap, elvanno membisu. menyadari apa yang sudah ia lakukan. ya, setidaknya ia menjaga keyra yang sedang sakit, bukannya malah pergi dengan pacarnya.


"minta maaf sama keyra. papa enggak mau liat keyra nangis. papa nggak mau keyra nggak betah disini. kebahagiaan keyra, itu tanggung jawab kamu. berfikir tentang tanggung jawab sekarang. stop keluyuran dan berhenti berhubungan dengan devi itu! papa nggak suka kamu bergaul dengan gadis suka foya foya begitu" papa menengadahkan kan tangan.


"kunci motor! " pinta papa.


elvanno mendengus kesal.


"pa.. jangan tega gini dong"


"mana! "


"pa,janji deh, nggak bakal bikin keyra nangis lagi"


"janjimu cuma karena motor. bukan karena tanggung jawab. mana kunci motor kamu! " tetap kekeh untuk menghukum anaknya


"bukannya waktu itu papa bilang, narik semua fasilitasnya kalo dapat nilai lima, ini belum ujian pa" elaknya untuk menyelamatkan diri.


papa geleng kepala dengan desisan pelan.

__ADS_1


"pintar ngeles doang, engga pinter pelajaran"


kembali menghela nafas pelan, memijit pelipisnya. cukup pusing mikirin anak bontotnya ini.


"papa nggak mau tau, kamu hatus minta maaf sama keyra. papa takut, kalo pak debis nggak ridho karena anaknya kamu sakiti terus"


"iya, iya pa. ini aku mau minta maaf sama keyra" tersenyum bahagia karena berhasil menyelamatkan motor kesayangannya.


segera berbalik, naik tangga dengan penuh kelegaan.


menatap pintu kamar keyra, lalu membuka pintu itu pelan. terlihat keyra tengah tidur miring membelakangi pintu. melangkah masuk, menutup pintu pelan. berjalan dengan sangat hati hati mengitari tempat tidur. jongkok tepat di depan wajah keyra.


mengamati wajah lelap yang terlihat pucat. ada air mata yang tersisa di ujung mata. membuat hati elvanno tercubit. membuang nafas penuh penyesalan, mengingat kejadian beberapa jam lalu. ia tak bisa menolak permintaan devi untuk ikut pulang, lalu devi dan mamanya yang memaksa ia sarapan bersama terlebih dahulu.


tangannya terulur, mengusap sisa air mata itu.


"maafin aku key, aku belum bisa bikin kamu nyaman. aku.. aku akan berusaha. " ucapnya lirih.


keyra menggenggam tangan elvanno dengan erat. cukup membuat elvanno terkejut, karena tangan keyra terasa panas.


"ayah, keyra kangen.. " lirih keyra. membawa tangan elvanno untuk mengelus pipinya. lalu menjadikan tangan itu bantal. berulang kali menggerakkan kepala mencari kenyamanan di telapak tangan elvanno, yang keyra kira adalah ayahnya.


mata elvanno berkaca kaca. sangat tak tega melihat gadis yang di depannya. bayangan pak dejis saat berjabat tangan dengannya kembali terlintas. dia dengan tegas berjanji untuk melindungi, menjaga dan membahagiakan anaknya.


elvanno membuang nafas panjang. menekan kedua ujung mata agar ia tak menangis. rasa bersalah kini menyelimuti relung hati.


drrtttt... drrttttt...


ponsel keyra diatas meja bergetar. ada pesan wa masuk. elvanno mendudukan bokong di lantai bawah. membiarkan satu tangannya di genggaman keyra. satu tangan lagi meraih ponsel diatas meja. lincah tangannya membuka pesan yang baru saja masuk. keningnya berkerut saat tau pesan itu dari bryan.


{key, jadi pacar gue ya}


{gue udah lama suka sama lo. terhitung dari pertama kali elo masuk ke kelas}


{gue janji, gue bakal bikin lo happy, bikin lo nyaman dan nggak akan nyakitin elo}


{mau kan jadi pacar gue}


_**Happy Reading😘_


Jangan lupa bantu vote dan like ya guys🖤**

__ADS_1


__ADS_2